Oktober 17, 2017

Bangka Culinary

Beginilah kalau memposting cerita setelah berminggu-minggu yang lalu, jadi lupa deh. Saya sampai harus googling berkali-kali untuk mencari nama tempat dan makanan yang saya nikmati sewaktu melakukan perjalanan ke Bangka kemarin. Sebenarnya ada beberapa tempat yang makanannya nggak terlalu khas dan saya posting juga, hanya sebagai pengingat kalau saya pernah makan disitu.

Baiklah, mari kita simak bersama. Kalau ada pembaca blog ini yang ingin mengoreksi, silahkan saja ya. Berhubung saya juga takut salah.

1. Otak-otak Ase
Lokasinya berada di Jl. Soekarno-Hatta KM 6 No. 24 Pangkalpinang. Kalian pasti tau kalau makanan khas Bangka adalah seafood sehingga di kota ini banyak banget makanan hasil olahan seafood seperti pempek dan otak-otak. Nah di tempat ini, kalian bisa mencicipi pempek dari udang dan cumi-cumi. Ini pertama kalinya saya mencicipi pempek selain ikan.
Makanan datang
Bagaimana rasa pempeknya? Enak banget kok, ya serasa makan pempek rasa udang dan cumi😆😆😆. Saya makan 2 pempek cumi dan 2 pempek udang (berhubung saya suka banget pempek). Oh ya, tidak ketinggalan bakso ikan juga menjadi makanan khas disini dan saya makan juga sepiring. Kok saya jadi banyak makan ya?
Pempek Udang dan Cumi
Bakso (bulat) dan Empek Ikan (panjang)
Selain pempek, Otak-otak Ase menyediakan makanan khas lainnya yaitu otak-otak (ya iyalah nama tempatnya aja udah Otak-Otak😅). Salah satu makanan favorit saya adalah otak-otak dan saya juga berhasil menghabiskan setengah piring (harus bagi 2 sama Mbak Ujha). Satu lagi makanan unik lainnya adalah Ngpiang, ikan di goreng crispy seperti KFC, tapi saya kurang suka. Mungkin karena saya pakai braces, agak susah menggigit makanan crispy karena takut behel copot.
Otak-otak
Ngpiang
Berikut adalah harga masing-masing makanan (per item):
Otak-otak, bakso ikan, pempek ikan, Ngpiang  Rp. 2,500
Empek Udang Rp. 5,000
Empek Cumi Rp. 5,000
Total makan Rp. 62,500

2. Mie Koba
Kalau di Aceh ada Mie Aceh, di Bangka ada Mie Koba. Saya makan mie yang satu ini di Kecamatan Koba sewaktu mau pergi ke Danau Kaolin. Pemberian nama Mie Koba memang disamakan dengan kecamatan Koba, yang berada di wilayah kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Mie Koba adalah mie kuah yang disiram kaldu daging tenggiri dicampur dengan tauge, daun seledri, dan bawang goreng. 
Mie Koba
Mie Koba dibuat dari bahan alami oleh Iskandar, orang pertama yang menciptakan racikan kuliner berbahan mie ini, secara manual dari tepung terigu pilihan. Sedangkan kuah dari Mie Koba dibuat dari ikan tenggiri yang direbus kemudian digiling, lalu ditumis dan direbus lagi bersama bumbu rempah rempah, seperti pala, cengkeh, ketumbar dan gula aren serta kayu manis. Rasanya kuahnya memang enak banget deh. Harga seporsi Mie Koba juga murah, cuma Rp 13,000, tambah satu butir telur rebus jadi Rp 15,000. Walaupun menurut saya porsinya agak sedikit, ntah karena saya lapar terus di Bangka. 

3. Pauw's Kopitiam
Sewaktu dalam perjalanan ke Pantai Matras, saya dan teman-teman mulai bingung mau makan apa yang khas Bangka sepanjang perjalanan sebelum tiba di pantai. Sayangnya agak susah menemukan makanan dan jadilah kami mampir ke sebuah resto hits di Bangka bernama Pauw's Kopitiam yang berlokasi di Jl. R.E Martadinata No. 8. Kalian bisa melihat sendiri daftar menu dengan men-zoom foto dibawah ini.
Daftar Menu
Kami memesan:
Bakpao Rp. 18,000
Hakau Rp. 18,000
Jeruk Murni Rp. 25,000
Kopi Float Rp. 20,000
Kwetiaw Sapi Lada Hitam Rp. 35,000
Siomay Rp. 18,000
Sapi Lada Hitam
Untuk rasa makanan standar menurut saya. Awalnya sengaja memesan banyak dimsum karena biasanya kota di pinggir laut dimsumnya enak-enak. Tapi ternyata rasanya masih standar. Mungkin karena sambal dimsumnya nggak ada, jadi seperti ada yang kurang. Kebanyakan resto dimsum memang enak banget sambalnya.
Hakau
Dimsum
Siomay
Kopi Float
Jeruk Murni
Menu
Pengunjung Pauw's lumayan rame. Mungkin karena tempatnya cozy banget seperti cafe-cafe di Bandung dengan desain interior modern juga harga yang lumayan murah. Cocoklah untuk anak-anak muda yang ingin hangout.
Pose di depan resto
4. Resto Aroma Laut
Lokasinya berada di Air Itam, Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, di pesisir Pantai Pasir Padi. Sewaktu sampai disini pertama kali, anginnyaaaaaaa bo'😱😱😱! Mana baju saya agak pendek dan kerudung terbang keatas, untung nggak copot😅😅😅. Saya sampai ke toilet untuk membenarkan kerudung dan teman-teman pindah ke meja yang nggak terlalu kena angin.
Kuah Ikan
Udang Bakar
Ikan Bakar
Untuk makanan, sebenarnya nggak ada yang terlalu khas di Resto ini karena hampir semuanya seafood kalau nggak digoreng, dikuah, ya dibakar. Yang membedakan adalah resto ini berbentuk kapal dan langsung menghadap laut. Saya agak susah memfoto dari luar seperti apa karena sudah malam. Jadi ambil foto di google aja ya. Kalian tinggal klik di foto, nanti langsung direct ke link tempat saya mengambil foto.
Suasana di dalam Resto
Resto tampak depan kalau air laut surut
Resto ini keren banget sih, bentuknya seperti kapal, apalagi kalian bisa menikmati suara deburan ombak dengan teman-teman tercinta. Untuk harga makanan juga nggak begitu mahal. Kami makan sekitar Rp. 300,000 untuk ber-6 dan hampir semua makanan sudah kami pesan. Kalau kalian ke Bangka, jangan lupa mampir di resto ini ya.

5. Lempah/Gangan
Lempah adalah salah satu makanan khas Bangka Belitung yang bahan dasar pembuatannya adalah daging sapi atau ikan. Di Bangka Belitung sendiri lempah dikenal dengan nama Gangan. Saya dan teman-teman mampir di warung nasi sebelum berangkat ke Sungai Liat dan mencoba makan Lempah. Seporsi dagingnya lumayan banyak dan rasanya enak, tapi saya lupa harganya. Ciri khas Lempah daging sapi adalah dimasak menggunakan daun kedondong Kalian nggak harus ke resto tertentu untuk makan Lempah karena dimana-mana ada.
Lempah daging
Masyarakat Bangka umumnya menghidangkan lempah dengan berbagai macam variasi. Ada yang namanya lempah kuning, karena lempah ini berbahan dasar nanas dan berwarna kuning. Ada juga lempah darat yang semua bahannya berasal dari darat seperti, sayuran, berbagai macam jenis kacang (kacang kedelai). Satu lagi yang terkenal adalah lempah kulat, yaitu lempah yang berbahan dasar jamur. Silahkan dicicipi sesuai selera ya.

6. Nongkrong Tengah Malam
Berhubung ada teman yang ngajakin nongkrong malam-malam di Bangka dan kami bingung mau makan apa, akhirnya saya memesan bubur ayam plus telur rebus, teh tarik panas, dan roti. Sudah seperti sarapan pagi ya?
Sarapan tengah malam
Malam itu Bangka hujan dan saya sempat kehujanan karena naik sepeda motor dan baru dijemput pakai mobil sekitar jam 11 malam. Jadilah nongkrong dulu (menghormati yang jemput), mana besoknya harus menghadiri pernikahan Puput jam 7 pagi. Well, sekali-kali nggak apa-apalah ya. Kapan lagi sarapan tengah malam di Bangka, hihihi. Cafe pinggiran menurut saya bisa menyajikan makanan malah lebih enak daripada resto. Makanya saya pesan makanan bisa banyak banget karena rasanya enak dan harganya murah. Bubur cuma Rp. 10,000, Teh tarik Rp. 5,000, dan Roti Rp. 7,000.

Gimana? Ada yang ngiler nggak? Silahkan mengunjungi Pulau Bangka untuk mencicipi makanan yang saya sebut diatas ya. Sampai jumpa di postingan saya berikutnya tentang Belitung, negeri Laskar Pelangi. 

1 comments:

Joe mengatakan...

enaknya, jadi pengen nih

Categories

adventure (307) Living (249) Restaurant (151) Cafe (143) Hang Out (138) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (84) Movie (73) Lifestyle (68) Jakarta (64) Aceh (53) Event (48) Islam (38) Hotel (37) China (31) Jawa Tengah (27) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Jawa Timur (17) Malaysia (17) Warung Tenda (17) Consultant (16) Technology (16) Family (15) Kuala Lumpur (14) Saudi Arabia (14) Semarang (14) Vietnam (14) Beach (13) Philippines (12) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Bali (9) Birthday (9) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Malang (9) Singapore (9) CEO (8) Medina (8) Myanmar (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Cambodia (7) Jeju Island (7) Kepulauan Bangka Belitung (7) Osaka (7) Seoul (7) Wedding (7) Banjarmasin (6) Kalimantan Selatan (6) Karimun Jawa (6) Laos (6) Luang Prabang (6) Makassar (6) Surabaya (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Mecca (5) Pulau Derawan (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Bangka (4) Belitung (4) Busan (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) OMDC (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) Siem Reap (4) Yangon (4) giveaway (4) Aceh Barat (3) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Entrepreneur (3) Ho Chi Minh (3) Jeddah (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) Aceh Jaya (2) BBLive (2) Bago (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Banda Aceh (1) Banyuwangi (1) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Kyaiktiyo Pagoda (1) Nagan Raya (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Takengon (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)