Desember 31, 2017

2017 Reflection

Setelah saya menilas balik beberapa postingan saya di kala tahun baru, ternyata saya sudah 2 tahun tidak menuliskan tentang refleksi di tahun sebelumnya. Tahun lalu saya umroh, 2 tahun lalu saya ke Sabang, dan 3 tahun lalu saya liburan ke Subang, jadi memang nggak punya waktu untuk menulis. Sempat menuliskan beberapa refleksi di tahun 2014 dan saya jadi ingin menuliskannya lagi di tahun ini. Sebenarnya antrian postingan tentang umroh 2017 masih agak panjang, tapi kayaknya saya nggak sanggup untuk menuliskan semuanya sebelum tahun baru karena kantor saya sedang dikejar projek marketplaces yang akan segera launching dan semoga kali ini nggak ngaret lagi.

Beberapa kali saya menyalahkan programmer di kantor karena pekerjaannya banyak yang delay. Tapi kayaknya nyalahin orang nggak menyelesaikan masalah karena beberapa hal memang bukan salah dia. Mau nggak mau saya harus bantuin meskipun udah lama nggak berurusan dengan codingan server. Biar nggak sendirian di Depok, saya pulang ke Aceh untuk bertapa belajar ini itu tentang web programing, cloud computing, beberapa platform analytics dan ads. Ntah udah berapa hari diam di rumah cuma untuk membaca banyak artikel. Bangun pagi buka laptop dan terus di depan laptop sampai malam. Cuma berhenti kalau udah pusing, mau shalat, mandi, makan, dan jajan ke luar. Untung ada keponakan yang lucunya setengah mati. Kalau kepala udah overload, tinggal main aja sama dia, pasti langsung segar lagi.

Menurut saya tahun 2017 ini adalah tahun yang sangat berwarna dan saya ingin menceritakannya satu demi satu di postingan ini. Biar enak dibaca, saya akan jabarkan satu demi satu di postingan kali ini. Semoga bisa diambil hikmahnya ya. Mari disimak:

Memiliki Sebuah Perusahaan
Januari 2018 nanti perusahaan saya ulang tahun ke-satu. Kalau diibaratkan dengan manusia, perusahaan saya masih bayi banget. Alhamdulillah sudah setahun mengelola perusahaan berbadan hukum. Kalian bisa membaca kisah saya membuka PT di postingan Menjadi Pengusaha. Walaupun Rancupid sudah menjadi bussiness name saya sejak 2012, tapi resmi menjadi perusahaan berbadan hukum sejak 13 Januari 2017. Saya kayaknya ingin membuat acara syukuran kecil-kecilan di kantor sekedar makan tumpeng atau menikmati cake 🎂🍰bersama para karyawan.

Masih teringat setahun lalu sepulang umroh. Duit tersisa sedikit sekali, bahkan sampai pinjam ke Mama untuk biaya pengurusan perusahaan. Mana rumah saya di kota Matang Glumpang Dua dan harus membuka rekening perusahaan di Bireuen (jarak Matang ke Bireuen 15 menit naik sepeda motor dengan jalan yang sepi). Waktu itu sedang hujan deras. Cuma ada sepeda motor di rumah dan saya terpaksa hujan-hujanan pergi ke Bireuen demi urusan perusahaan selesai. Belum lagi sesampai di Bireuen, orang yang mengurusi internet banking rekening perusahaan sedang tidak ada di tempat dan membuat saya agak syok dan kecewa karena hari itu Jumat dan Sabtu saya sudah balik ke Jakarta. Untungnya customer service memberikan nomor hp orang yang bersangkutan sehingga bisa di telepon saja.

Pada tiga bulan awal 2017, perusahaan sama sekali nggak ada duitnya. Bayar freelancers aja susah banget sampai saya harus memakai uang hasil mencairkan dana jamsostek di perusahaan sebelumnya dan menjual perhiasan. Berhubung duit pribadi hari demi hari semakin menipis, jadilah beberapa hal di perusahaan saya kerjakan bersama teman-teman yang begitu setia pada perusahaan tanpa digaji. Awalnya saya sama sekali nggak enak karena mereka nggak digaji dan nggak menuntut ini itu. Alhamdulillah berkat doa dan usaha, bulan Mei kita mulai gajian dan taraf hidup mulai membaik. Sempat kere banget waktu itu dan sampai bingung gimana mau membayar cicilan rumah. Tetapi, di setiap kesusahan ada kemudahan. Semua kesusahan beberapa bulan ini meninggikan learning curves saya dan teman-teman di perusahaan dalam memaintain marketplaces agar ke depannya nggak suspend lagi. Ide-ide baru pun bermunculan seiring berjalannya waktu.

Menyewa Kantor
Karena sudah sulit berkoordinasi kalau kerja dari rumah terus, maka kami memutuskan untuk sewa kantor. Sudah tanya sana-sini, nawar harga, alhamdulillah ketemu kantor yang lumayan murah dan ruangannya agak gede. Kami masih bisa duduk enak ber-10 dalam satu ruangan tanpa sempit-sempitan. Daerah sekitar kantor pun banyak tempat makan (ini yang terpenting).

Kalau sudah punya kantor, saatnya merekrut karyawan dan memastikan bisa membayarkan gaji mereka tiap bulan. Hal ini juga agak ngeri-ngeri sedap, apalagi kalau salah satu Marketplace kita berhenti beroperasi. Tawakkal sama Allah supaya bisa terus menggaji para karyawan, semoga setiap projek kelar, dan semoga karyawan pada betah di kantor. Teringat di perusahaan saya pertama kali dimana bosnya galak banget, suka meremehkan, dan senioritas sangat terasa di kantor. Saya sedapat mungkin berusaha untuk membuat semua orang di kantor merasa nyaman dan menjaga hubungan baik seperti teman. Nggak ada tuh senioritas (hari gini masih pentingin senioritas?😑😓).

Negara Baru
Setiap tahunnya saya berusaha berkunjung ke negara baru paling tidak satu saja. Tahun 2016 saya berhasil mengunjungi 5 negara baru yaitu: New Zealand, Australia, Vietnam, Kamboja, dan Arab Saudi. Tahun 2017 hanya 2 negara saja yang baru yaitu Myanmar dan Laos, berhubung nggak ada duit. Pengeluaran saya irit-irit banget selama di Laos dan Myanmar. Alhamdulillah Asia Tenggara udah khatam. Sebenarnya selama 2017 saya mengunjungi 5 negara juga ditambah Singapur, Kuala Lumpur, dan Arab Saudi. Cuma saya nggak menuliskan negara yang udah pernah karena bukan merupakan suatu pencapaian.

Mengunjungi Tempat-Tempat Baru di Indonesia
Supaya orang-orang nggak berisik bilangin kalau saya lebih memilih trip Internasional, jadi saya berusaha mengunjungi tempat-tempat baru di Indonesia juga selama 2017. Selain untuk keperluan Rancupid Travel, saya juga suka kok jalan-jalan di dalam negeri. Saya telah mengunjungi Bangka dan Belitung, Banjarmasin, Banyuwangi, dan Bali (Pulau Menjangan). Ternyata tanpa sadar, tempat yang kunjungi semua diawali huruf 'B'😅.

Pencapaian lainnya yang menurut saya paling oke di 2017 adalah; bisa mendaki ke 2 kawah gunung paling terkenal di Indonesia yaitu Ijen dan Bromo dalam 2 hari. Hari minggu naik ke Ijen, senin lanjut naik ke Bromo. Belum lagi sebelum mendaki Ijen, saya snorkeling di Pulau Menjangan. Sebenarnya stamina saya nggak sebegitu hebatnya, tapi alhamdulillah bisa. Sebelum mendaki, sempat berpikir, "duh bisa nggak ya?" Tapi bismillah aja, mendaki pelan-pelan dan berhasil sampai puncak. Agak nggak nyangka sih, jadi tak terkata betapa bahagianya.

Bisnis Baru
Awalnya membuat perusahaan belum tau mau spesifik berbisnis apa. Hanya berpikir untuk melanjutkan e-commerce yang pernah saya beli tahun 2016, dropshipping dari beberapa marketplace luar negri, dan melanjutkan berjualan tanaman dari Malang. Setelah berdiskusi dengan teman-teman, akhirnya kita sepakat membangun sebuah Marketplaces dan Insya Allah awal tahun 2018 sudah running. Saya semangat banget dengan bisnis Marketplace karena semakin kesini, ternyata saya suka banget dengan bisnis ini dan rela tidur hanya beberapa jam sehari hanya untuk mencari tau dunia bisnis pasar online terbesar yang satu ini.

Seiring dengan bisnis yang baru ini, saya jadi mengenal orang SEO (Search Engine Optimization) dan desainer dari salah satu pertemuan yang diadakan payment gateway bernama Payoneer. Saya juga jadi sering berhubungan dengan teman di kantor lama yang sama-sama menjalankan bisnis travel. Allah seolah-olah mengirim orang-orang hebat dalam hidup saya untuk berbagi ilmu. Saya jadi tau betapa pentingnya SEO di dunia digital, bagaimana desain dianggap bagus dan apa aja marketplace desain yang bagus, juga bisnis B2B tentang travelling langsung dari para pakarnya. Tidak berhenti mengucap syukur.

Saya merasa tahun demi tahun ada warnanya sendiri. Mungkin saya merasa paling terpuruk di 2015, tapi ternyata nggak juga. Sekarang jadi bisa mengambil hikmah bahwa cobaan yang datang di 2015 bisa menjadi acuan saya untuk belajar dan bersabar. 

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153)

Saya juga belajar sabar dari orang-orang yang memiliki bisnis sama dengan saya. Dimana salah satu marketplace mereka suspend, dan mereka juga bilang, "Ya sudahlah, berusaha balikin lagi marketplacesnya, dan sabar-sabar aja." Just as simple as that. Awalnya saya nggak bisa percaya 100% dengan nasehat itu, tapi setelah dijalani dengan sulit banget, alhamdulillah bisa juga.

Tahun 2018 Mau Ngapain? 
Belajar dari situasi di akhir tahun 2016 sampai awal 2017 dimana saya gegabah mengambil semua projek dan nggak bisa jalanin semua berbarengan. Beberapa jadi keteteran dan saya jadi merasa egois. Padahal udah sadar nggak bisa ngerjain semua sendirian tapi tetap aja nggak pengen melewatkan kesempatan yang datang. Di tahun 2018 saya akan fokus pada Rancupid Travel, baru memulai Rancupid Farm. Sejalan dengan itu, beberapa marketplace baru juga akan saya buka. 
Semoga tahun 2018 bisa mengunjungi lebih banyak lagi negara-negara baru dan juga tempat-tempat baru di nusantara. Sebenarnya pengen ke Eropa tapi sebulan lamanya. Jadi di satu negara bisa agak lama, nggak cuma loncat-loncat aja sehari disana sehari disini seperti yang biasa saya lakukan. Semoga Rancupid semakin jaya, bisa menyewa kantor lebih besar, dan merekrut orang lebih banyak.

I hope my life, my love, my work, my thoughts, full of best thing in 2018. Aminnn Ya Allah!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip