Desember 25, 2017

UTM Part 1: Berangkat

Pulang umroh sudah sebulan setengah yang lalu, tapi baru menulis cerita di blog sekarang. Berhubung saya harus menyelesaikan cerita tentang perjalanan ke Jawa Timur dulu yang alhamdulillah akhirnya kelar juga, baru deh cerita tentang umroh. Mungkin ada yang belum tau tentang UTM yaitu Umroh Tiket Murah. Sengaja saya nekad mau nyobain umroh cara begini karena selain murah, saya memang sedang menargetkan untuk umroh sekali dalam setahun. Kalau bisa berumroh dengan harga murah, kenapa enggak?

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radiyallahu’anhu, menjelaskan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.” (HR. At Tirmidzi, An Nasa’i, dan selainnya)

Kalian bisa baca postingan saya Umroh Bersama UTM supaya lebih jelas tentang UTM. Jadi saya nggak usah menjelaskan ulang. Saya akan melanjutkan cerita tentang umroh cara mandiri seperti ini. Tiga hari sebelum berangkat, saya dan keluarga kembali berkunjung ke rumah Om Ikhsan (Founder UTM) untuk mengambil passpor. Saya heran sewaktu melihat nama Mahram di passpor bukan adik saya. Tapi memang karena pengurusan passpor secara kolektif dan banyak banget passpornya, jadi salah menuliskan nama mahram dan hal itu bukan saya seorang yang mengalaminya. Mungkin ada sekitar 15 orang jamaah cewek salah nama mahramnya. Bahkan ada yang bermahram dengan orang yang berbeda jam keberangkatan pesawatanya. Alhamdulillah mahram saya masih satu pesawat, jadi saya nggak terlalu peduli sih sebenarnya. Tahun lalu pas umroh juga di imigrasi Arab Saudi nggak di cek.

Sehari sebelum berangkat umroh, saya harus melakukan Garuda City Check-in supaya bisa mendapatkan kursi bareng keluarga dan dapat boarding pass. Kalau mau web check in bisa 2 hari sebelum keberangkatan tapi nggak bisa print boarding pass kalau web check in doang. Tahun lalu ketika saya berumroh, semua sudah diurusin oleh travel, sehingga saya hanya tinggal duduk manis tanpa melakukan apa-apa lagi. Yang nggak enaknya dari mengikuti travel agen adalah kita harus kumpul koper duluan sehari sebelum keberangkatan dan agak ribet kalau barang-barang di koper masih ada yang dibutuhkan. Kalau secara mandiri sih tinggal bawa koper ke bandara seperti biasa kita melakukan perjalanan.
Bersiap berangkat
Tiba hari H tanggal 1 November 2017, karena pesawat pukul 16.35, kami sekeluarga sudah berangkat dari rumah Depok pukul 11 siang dan sampai ke bandara 1,5 jam kemudian. Ada beberapa anggota UTM sudah berkumpul di kursi tunggu dekat konter cek in Garuda. Hari itu nggak cuma UTM doang yang berangkat umroh tapi banyak banget orang dari travel lain dengan pakaian mencolok berwarna-warni. Hampir seluruh Terminal Garuda Ultimate jadi colorful karena semua warna ada : merah (pakaian umroh UTM), kuning, hijau muda, biru, dan lainnya. Oh ya, saya harus kenalan dulu dengan Mahram yang namanya tertulis di Visa karena kata ketua regu nanti pas di imigrasi Arab Saudi saya harus berbaris dibelakang beliau. Saya sempat bilang kalau tahun lalu nggak di cek tapi ketua regu bilang tahun ini di cek. Ya sudahlah saya nurut aja.
Menunggu
Sekitar jam 1, koper mulai disuruh kumpulkan untuk nantinya di check in bareng-bareng sekaligus. Setelah memastikan koper sudah check in, kami pun makan siang di Marugame Udon, baru shalat. Nah, karena hampir seluruh jamaah umroh juga pada shalat, Mushalla pada hari itu penuhnya minta ampun. Antrian wudhu aja panjang banget dan saya cuma bisa bersabar saja. Alhamdulillah dapat tempat untuk shalat di paling depan, jadi nggak terganggu orang-orang lewat.
Koper mau di Check In
Selesai shalat, kami lalu masuk ke pintu untuk screening barang cabin, proses imigrasi, dan ke Gate untuk menunggu keberangkatan. Ini pertama kalinya saya melakukan penerbangan Internasional menggunakan Garuda Indonesia (biasanya Air Asia dong sih 😁), jadi memang beda ya penerbangan full board dengan budget airlines. Pukul 15.00 kami berfoto terlebih dahulu sebelum berangkat, lalu berbaris untuk pengecekan terakhir sebelum berangkat. Kami pun boarding dan duduk sesuai nomor masing-masing. Kebetulan saya dan adik duduk di kursi paling depan setelah pembatas lorong, jadinya kaki lebih leluasa karena tempatnya luas.

Dengan mengucapkan bismillahi majreha wa mursaha, pesawat pun terbang membelah angkasa selam 9 jam 40 menit. Kebayang 'kan betapa lamanya penerbangan saya. Untuk killing time, saya ngobrol dengan adik dan menonton tv. Saya sempat nonton Wonder Woman dengan durasi 2,5 jam, dilanjutkan dengan Kung fu Yoga 2 jam. Diselingi waktu makan, lumayan bisa menghabiskan 5 jam lebih untuk nggak tidur. Sisa waktunya saya gunakan untuk tidur karena udah ngantuk juga dan bangun ketika sudah tiba di King Abdul Azis International Airport, Jeddah. Agak nggak percaya kalau kita udah sampai ke tempat ini lagi, seolah seperti mimpi.

Setelah turun dari pesawat, yang pertama saya lakukan adalah mencari mahram yang namanya tertera di Visa. Bapak tersebut agak lama turun dari pesawat sehingga saya harus menunggu terlebih dahulu. Saya yakin banget kalau nggak bakalan di cek mahramnya tapi mau 'gimana lagi harus menuruti ketua regu. Alhasil, sesuai yang saya bilang, petugas imigrasi terlalu sibuk untuk mengecek satu demi satu si ini bermahram dengan si itu. Setelah proses imigrasi, kami lanjut ambil bagasi. Berbeda dengan ikut Travel, kami serombongan saling tolong-menolong mengambil koper agar cepat selesai. Baru kemudian berjalan menuju bus yang sudah terparkir menunggu rombongan kami menuju Madinah.

Nanti saya lanjutkan ya postingannya karena sudah cukup panjang. Sampai jumpa!
Reactions:

1 comments:

MiawGuk mengatakan...

semoga semua orang dengan niatan umroh bisa di permudah dengan baca postingan ini.

AMIN :)

Follow me

My Trip