Januari 13, 2018

UTM Part 4: Kesimpulan di Madinah

Saya akan menarik kesimpulan selama di Madinah ketika berumroh bersama UTM (Umroh Tiket Murah). Postingan ini murni pengalaman pribadi yang saya rasakan dan tidak ada endorsement. Beberapa orang mengira saya di endorse untuk menuliskan tentang UTM dan saya katakan tidak sama sekali. Saya hanya ingin tulisan saya menjadi acuan untuk kalian yang ingin berumroh bersama UTM. Tolong diingat juga kalau pengalaman tiap orang itu berbeda-beda. Belum tentu orang lain merasakan hal yang sama seperti saya karena semua ini balik lagi ke diri kita masing-masing.

Hotel
Pertama kali yang orang tanyakan apabila kita pulang dari umroh adalah, "Hotelnya jauh apa enggak dari Masjid?" Di Umroh bersama UTM kali ini, menurut saya agak jauh hotelnya sekitar 500 meter. Membandingkan umroh saya tahun 2016 dimana jarak hotel di Madinah dan Masjid Nabawi hanya 100 meter, bahkan kalau adzan pun masih bisa buru-buru jalan kaki ke mesjid. Pada awalnya agak merasa capek juga berjalan ke masjid dengan jarak segitu, apalagi cuaca lumayan terik. Tapi memang semakin jauh berjalan, semakin banyak yang bisa dilihat. Kita akan melewati pasar ketika pergi/pulang dari Masjid. Jadi kalau mau belanja, tinggal mampir aja tanpa perlu menjadwalkan waktu belanja. Setelah beberapa kali ke Masjid, jadi terasa dekat juga jarak Masjid dan hotel. Mungkin karena sudah terbiasa.

Karena di umroh pertama saya sangat bermasalah dengan lift dan ruang makan yang selalu antri dan berdesakan, alhamdulillah di umroh kali ini ruang makannya gede dan lega, liftnya juga banyak. Dulu sampe beberapa kali naik tangga saking penuhnya lift dan malas ke ruang makan karena berdesakan banget. Yang kasihan ya Mama dan tante karena udah tua agak susah kalau mau naik tangga. Makan di ruang makan juga nggak nyaman, bawaannya pengen buru-buru karena banyak orang yang udah ngetag kursi kita. Alhamdulillah di umroh kali ini  urusan makan nyaman banget dan makanannya enak-enak.

Agenda
Karena Garuda Indonesia mengubah jadwal keberangkatan dan kepulangan, jadinya waktu terasa lebih sempit. Seharusnya bisa 3 malam di Madinah, malah jadi 2 malam. Udah seperti cuma liburan ke Bandung 2 malam doang😅. Hari pertama kita berkunjung ke Museum dan Raudhah, hari kedua berziarah. dan hari ketiga siangnya langsung berangkat ke Mekkah untuk berumroh. Terlalu padat menurut saya dan terlalu singkat.

Untuk orang yang sudah pernah berumroh seperti saya, mungkin lebih baik kalau fokus beribadah saja di Masjid Nabawi untuk mencari pahala yang banyak. Tapi karena tante saya baru pertama kali, jadi kita harus menemani beliau. Kasihan juga kalau berziarah sendiri walaupun banyak jamaah UTM yang lain. Untung juga saya ikut berziarah kemarin karena ada beberapa tempat belum pernah saya kunjungi di umroh pertama. Mungkin tempat yang benar-benar ingin saya kunjungi cuma Masjid Quba dan Jabal Uhud karena memang ada di Hadist.
Masjid Quba
Waktu kami berziarah kemarin adalah hari Jumat dan memang agak buru-buru juga karena kita mengejar shalat Jumat di Masjid Nabawi. Kalau nggak cepetan ke Mesjid, bisa-bisa kita nggak dapat tempat di dalam Masjid. Benar saja, udah buru-buru ke masjid, tetap aja harus sempit-sempitan sama jamaah lain. Kalau mau leluasa sih shalat diluar. Tapi karena cuaca terik, memang lebih baik shalat di dalam masjid karena adem dan dingin udara AC.

Belanja
Nah ini agak bingung menjadwalkannya saking padatnya agenda. Kalau mau beli pernak-pernik memang bisa di pinggir jalan. Tapi kalau mau beli baju indah, kerudung, dan sajadah, memang harus dijadwalkan ke suatu tempat yang menjual barang-barang tersebut. Saya dan keluarga menjadwalkan belanja setelah Ashar di hari Jumat. Kami mau belanja sajadah di tempat yang nggak jauh dari hotel kita tahun 2016. Lumayan jauh juga jarak tokonya kalau dari hotel sekarang.

Setelah beli sajadah, kami pergi ke Bin Dawood untuk beli baju-baju Dubai favorit saya. Pilih-pilih baju dan menawar-nawar barang menyita waktu banyak banget juga. Nggak terasa baru sebentar belanja, udah waktunya shalat Magrib. Saya titip beberapa barang belanjaan pada adik yang memang suka balik ke Hotel dulu baru shalat Magrib. Lagian kalau cowok lebih cepat jalannya dan energinya juga banyak, jadi bisa dimintain tolong bawa barang.

Pada hari terakhir di Madinah, karena kita berangkat ke Mekkah jam 2 siang, saya dan keluarga masih menyempatkan diri untuk membeli beberapa barang untuk oleh-oleh. Saya memang suka banget dengan motif sajadah yang ada di Madinah dan harganya juga murah.
Jabal Uhud
Kalau saya berumroh lagi nanti bersama UTM, mungkin saya mau fokus beribadah aja di Masjid Nabawi. Untuk berziarah dan mengunjungi Museum, kayaknya nggak lagi deh. Kecuali memang waktunya panjang dan nggak di hari Jumat. Semoga kedepannya bisa dapat jadwal penerbangan yang agak panjang, jadi bisa lebih santai.

Baiklah, perjalanan menuju Mekkah pun dimulai🚌. Sampai jumpa💗.
Reactions:

0 comments:

Google+ Followers

Follow me

My Trip