Maret 27, 2018

Perjalanan Panjang ke Khasmir

Mungkin cuma 1 hari aja beristirahat di rumah, saya udah harus berangkat lagi. Pulang ke rumah cuma untuk mencuci baju kotor, kering, lalu masukin lagi ke dalam koper yang lebih besar. Secara fisik memang agak capek, tapi saya biasanya (berpikir) kondisi tubuh baik-baik saja. Perjalanan kali ini saya bersama 8 orang lain dimana 7 orangnya baru pertama kali jalan bareng saya (totally stranger). Untung saya mengajak Rezki untuk ikut bersama saya. Kalau nggak, ntar nggak ada yang bisa diajakin diskusi se-iya, se-kata disana😁. Kalau bukan karena pergi ke India harus beramai-ramai, mungkin saya akan lebih memilih berangkat dengan teman-teman yang saya kenal meskipun hanya berdua saja.

Penerbangan saya ke Kuala Lumpur pukul 2.10 siang dan sejak pukul 12 saya sudah berada di bandara untuk cek in bagasi, lalu menyempatkan diri untuk makan siang sejenak. Setelah makan, baru mengantri pengecekan barang kabin, lalu bertemu Mbak Itha dan Mbak Carla, orang-orang satu tim saya yang ikut ke India. Kami berempat bersama-sama proses imigrasi, baru duduk di depan boarding gate. Disanalah rombongan lainnya berkumpul. Kami ber-9 terdiri dari saya, Rezki, Mbak Itha, Mbak Carla, Mbak Septa, Mbak Any, Kris, Abby, dan Mas Anton. Beberapa dari mereka sudah pernah saya temui di acara meet-up untuk membahas itinerary, jadi udah mulai bisa santai ngobrol-ngobrol bareng. Pada dasarnya saya orangnya bisa ngobrol sama siapa aja sih. Mas Anton kemudian membagi-bagian uang INR (India Rupee) yang sudah menjadi pecahan kecil kepada teman-teman yang sudah memesannya dari jauh hari. Karena uang pecahan saya cuma 2000 rupee, saya jadi menukar ke pecahan kecil juga. Enak juga nih bisa dapat uang recehan.

Waktu boarding pun tiba. Petugas Airasia yang menyobek tiket pesawat sempat bertanya, "Mba mau ke India? Udah pernah kesana?" Saya jawab, "Belum," dan petugas bertanya lagi, "Seriusan Mba?" Saya jawab, "Ramean kok Mas. Ini dibelakang saya semua rombongan saya." Petugas Airasia langsung melihat teman-teman saya, baru kemudian menyobek tiket. Mungkin karena maraknya pemberitaan tentang cewek harus hati-hati ke India, sehingga petugas AirAsia ikut-ikutan khawatir kalau saya (sendirian) pergi ke India.
Berfoto dengan orang India biar lebih afdol
Perjalanan 1,5 jam ke Kuala Lumpur, saya tertidur pulas (selalu). Ketika terbangun, udah sampai di KLIA2 dan kami semua masuk ke transit gate. Tiket pesawat tetap di cek terlebih dahulu dan petugas AirAsia nyeletuk, "Ada apa di Jaipur? Kenapa hari ini banyak sangat yang kesana?" Saya jawab, "Ada Taj Mahal," Padahal Taj Mahal 'kan di Agra, bukan Jaipur😝. Ketika sampai di boarding gate ke Jaipur, mulai deh terlihat banyak sekali orang India dengan berbagai macam gaya. Ada yang santai, ada yang selfie setiap saat setiap waktu. Masa' gerak dikit selfie, gerak lagi selfie lagi😂😂😂. Ada satu cewek Indonesia yang kami temui di boarding gate bilang kalau dia sendirian ke India. Mana pakaiannya agak sedikit terbuka dan saya cuma khawatir dia diapa-apain di India. Kata dia sih, selalu jalan sendirian. Apa enaknya ya jalan sendiri? Kan sama teman bareng-bareng lebih seru.

Sewaktu mengantri boarding pesawat, ada aja penumpang (orang India) yang selfie lagi. Sampai masuk lorong pesawat pun selfie. Apaaa menariknya ya pemandangan di dalam pesawat? Hahaha. Saya ketawa terus sampai duduk di kursi di dalam pesawat. Oh ya, saya duduk di dekat jendela dimana teman sederet saya, depan, dan belakang, semuanya orang India. Saya agak ketakutan sendiri, walaupun ketakutan ini nggak beralasan. Sebelah saya duduk cowok pakai baju tanpa lengan dan saya merasa nggak nyaman. Mungkin mereka sebenarnya baik, tapi saya merasa was-was. Bisa jadi 6 jam perjalanan ke Jaipur saya nggak tidur kalau begini. 

Saya melihat di sebelah Mbak Any dan Mbak Carla ada satu kursi kosong. Saya langsung pindah duduk di dekat mereka dan akhirnya saya merasa lega. Pesawat pun akhirnya terbang. Setelah tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, mulailah pemandangan yang tidak biasa terlihat. Kalau kemarin ketika pulang dari Jeju saya merasa nyaman di pesawat yang cukup hening sehingga bisa beristirahat. Di penerbangan ke Jaipur, hampir semua orang India krasak krusuk, bangun dari kursi, mampir ke temannya di kursi lain, membuka kabin, mengambil makanan, tertawa-tawa, mengobrol sana-sini, teriak-teriak memanggil, dan saya heran setengah mati😵. Saya sempat berpikir, "Ini pesawat apa kopaja terbang ya?😱😱😱" Belum lagi mereka setelah membuka kabin, tidak menutupnya kembali. Pramugari yang lalu lalang sampai terlihat kelelahan dan keringetan (kebayang pramugari keringetan😧). Para pramugari agak kesulitan mendorong tempat makanan yang berat dan bergeser terus-menerus karena banyak orang yang lalu lalang. Belum lagi ada penumpang yang belanja nggak ada uang kembalian sampai harus menukar ke Mbak Eny. Duh saya jadi pusing😵😵😵dan berusaha untuk tidur. Suasana seperti itu berlangsung sekitar 3 jam perjalanan. Baru setelah lampu dimatikan, orang-orang pun mulai duduk dan sebagian ada yang tidur. Fiuhhhh😫😫😫...

Pesawat akhirnya mendarat di Jaipur International Airport dengan selamat, Alhamdulillah. Kami turun, lalu proses ke imigrasi. Agak lama di imigrasi tapi semua berjalan lancar. Hal yang paling pertama saya lakukan setelah mendarat dan imigrasi adalah mencari toilet. Kebelet pipis banget dan saya nggak mau ke toilet selama di pesawat. Takut menemukan hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah ke toilet, saya mencoba mengkonek internet sejenak, baru berpikir mau naik apa ke New Delhi. Mas Anton dan Kris mencoba bertanya-tanya kesana-sini sampai akhirnya mereka memutuskan sebagian dari kita pakai mobil Innova seharga 6500 rupee (lima orang) karena bawa koper, sebagian lagi pakai sleeper bus dengan harga 500-600 rupee. 
Uang Rupee
Kalau mau naik sleeper bus, kalian harus naik tuk-tuk terlebih dahulu ke terminal, naik bus sampai terminal Delhi, baru lanjut naik tuk-tuk lagi sampai bandara. Nah, karena saya bawa koper, jadi saya naik mobil Innova. Koper diikat diatas mobil sehingga nggak penuh-penuhin bagasi mobil, jadi bisa menaikkan orang lebih banyak. Saya dan Rezki duduk di jok mobil paling belakang. Kebayang dong betapa supir Innova ngebutnya. Saya sampai terpental-pental, kejeduk jendela, punggung kena jok mobil dengan keras, belum lagi kalau ada polisi tidur langsung disambar tanpa mengurangi kecepatan sehingga mobil kami terbang, dan di jalan tol bisa lawan arus. Lalu lintas macam apa iniiiiii😱😱😱?? Saya merasa nyawa saya sangat murah ketika menaiki mobil dengan supir macam itu, OMG! Ntah berapa kali saya mengucap doa dan berzikir supaya sampai dengan selamat. Ya Allah tolong...

Alhamdulillah tak henti mengucap syukur, akhirnya sampai juga ke Indira Gandhi Airport (dengan kondisi kepala benjol dan punggung memar😞), walaupun sempat salah terminal pada awalnya. Setelah sampai di terminal yang benar, kami menurunkan koper, lalu masuk bandara. Kami diminta menunjukkan tiket dan ID oleh petugas. Yang lucunya, udah ada passpor, masih dimintain KTP. Sampai Mbak Any kerasan bilang, "This is ID. Enough! No Other ID." Petugas awalnya tetap minta KTP, tapi kami serbu semuanya bilang kalau passpor itulah ID kita, baru deh dikasih masuk. Aneh bener, masa' petugas bandara menganggap passpor nggak valid?
Penggalan IG Story
Kami sampai di airport terlalu cepat sekitar jam 6.30 pagi. Penerbangan ke Srinagar (Khasmir) dijadwalkan terbang pada pukul 11:50. Konter cek in pun belum buka. Jadilah kami duduk dulu di kursi untuk beristirahat. Beberapa dari kita ke toilet juga untuk sikat gigi, cuci muka, dan dandan agar nggak kelihatan belum mandi, hehehe. Nggak terasa, kita menghabiskan waktu sejam lebih hanya untuk keluar masuk toilet sampai akhirnya konter cek in GoAir dibuka. 4 teman kita yang lain belum datang, jadinya kita mau cek in duluan supaya nggak usah gerek-gerek koper.

Selesai cek in, kami masuk ke pemeriksaan barang kabin yang lumayan ketat. Semua isi tas di cek, padahal cuma penerbangan domestik. Bahkan wanita dimasukkan ke sebuah bilik untuk diraba-raba badannya oleh petugas (cewek juga kok) supaya tidak membawa barang mencurigakan. Ketat banget bandaranya, apa mungkin sering ditemukan penumpang gelap atau barang-barang aneh ya? Selesai pemeriksaan, kami masuk ke ruang boarding dan disana banyak restoran. Alhamdulillah, akhirnya bisa makan juga. Udah laper berat daritadi. Saya membeli roti omelet🍳dengan porsi jumbo dan susu, supaya perut benar-benar kenyang.
Formasi lengkap
Setelah makan, 4 teman yang lain pun tiba. Sempat was-was tadi karena mereka belum sampai bandara juga dan nggak bisa dihubungin, tapi alhamdulillah akhirnya bisa cek in tepat waktu. Setelah formasi lengkap, baru deh kita menunggu di depan gate untuk akhirnya boarding pesawat. Kali ini saya nggak usah was-was bakalan duduk terpisah dari teman-teman karena saya, Rezki, dan Mbak Any berada dalam 1 kode booking, jadi otomatis duduk bareng. 

Penerbangan ke Srinagar ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Satu jam awalnya saya tidur. Ketika mau mendarat, baru saya bangun untuk melihat pemandangan pegunungan Himalaya yang puncaknya tertutupi salju, sungguh indah Subhanallah. Sayangnya saya hanya merekam pemandangannya untuk Instagram Story, tanpa mengambil fotonya.
Srinagar Airport
Alhamdulillah, setelah 3 kali naik pesawat : Jakarta-KL, KL-Jaipur, Delhi-Srinagar, dan seharian belum mandi, sampailah kami di Khasmir. Kedepannya, saya akan melabel Khasmir dalam tag sendiri karena Khasmir masih dalam perebutan India, Pakistan, dan China. Nanti saya cerita lebih lengkap karena postingan ini sudah terlalu panjang. Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)
Reactions:

2 comments:

Claude C Kenni mengatakan...

Ibu saya juga pernah ke Khasmir. Kata dia, di sana :
1) dingin
2) pemandangannya bagus banget
3) cowo-cowonya cakep banget

Wkwkwk

Meutia Halida Khairani mengatakan...

setuju clauda hahahaha

Follow me

My Trip

Label

adventure (339) Living (260) Restaurant (152) Cafe (144) Hang Out (141) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (84) Movie (73) Lifestyle (68) Jakarta (64) Aceh (53) Event (48) Hotel (39) Islam (38) China (31) Jawa Tengah (27) South Korea (26) Jawa Timur (23) New Zealand (23) Saudi Arabia (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) Malaysia (17) Warung Tenda (17) Consultant (16) Technology (16) Family (15) Jeju Island (15) Beach (14) Kuala Lumpur (14) Medina (14) Semarang (14) Vietnam (14) Philippines (12) Birthday (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Malang (11) Bali (10) Crush (10) Lomba (10) OMDC (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Mecca (9) Singapore (9) CEO (8) India (8) Myanmar (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) UTM (8) Cambodia (7) Entrepreneur (7) Kepulauan Bangka Belitung (7) Khasmir (7) Osaka (7) Seoul (7) Wedding (7) Banjarmasin (6) Kalimantan Selatan (6) Karimun Jawa (6) Laos (6) Luang Prabang (6) Makassar (6) Surabaya (6) Auckland (5) Bangkok (5) Banyuwangi (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Jeddah (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Bangka (4) Belitung (4) Busan (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Probolinggo (4) Queenstown (4) Siem Reap (4) Yangon (4) giveaway (4) Aceh Barat (3) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) Aceh Jaya (2) BBLive (2) Bago (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Srinagar (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Banda Aceh (1) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Gulmarg (1) Himalaya (1) Jaipur (1) Kyaiktiyo Pagoda (1) Nagan Raya (1) New Delhi (1) Nihn Bihn (1) Pahalgam (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Sonamarg (1) Takengon (1) Taupo (1) Turkey (1) United Arab Emirates (1) Vampire Diaries (1) Yousmarg (1)