Maret 17, 2018

Pulau Jeju Tanpa Visa

Terakhir menulis blog sekitar 2 minggu yang lalu sebelum perjalanan ke Khasmir-India. Pulang dari India memang sudah sejak beberapa hari yang lalu, tapi saya sakit dan baru kuat berlama-lama di depan laptop hari ini. Mungkin saya akan menuliskan suka-duka di India nanti, setelah postingan tentang Pulau Jeju selesai. Agak epic juga masuk Jeju tanpa Visa, dan saya akan menuliskan cerita mendetil tentang bagaimana masuk Pulau Jeju Tanpa Visa.

Sebenarnya saya sudah mengetahui kalau Korea Selatan, khususnya Jeju bisa dimasuki turis tanpa perlu mengajukan Visa. Terakhir saya ke Korea Selatan tahun 2014 menggunakan Visa Jepang karena saat itu Visa Korea saya ditolak. Kalian bisa baca di postingan Masuk Korea Selatan Tanpa Visa yang pernah saya tuliskan dimana saya masuk Korea dengan menggunakan Visa Jepang. Tapi ingat, peraturan itu sudah tidak berlaku lagi per tanggal 04 April 2016.

Berhubung adik saya ingin melihat salju, jadilah saya memutar otak mencari negara tanpa Visa yang kebetulan sedang turun salju. Sempat melihat postingan Instagram salah satu teman dari Malaysia dimana dia sedang berada di Pulau Jeju dan saljunya full banget disana. Saya buka official website Korea dan peraturan masuk Korea tanpa Visa masih berlaku khusus di Pulau Jeju atau wisatawan yang transit dari dan ke Pulau Jeju. Alhasil, saya dan adik akhirnya beli tiket ke Pulau Jeju menggunakan Airasia X.

Karena 4 tahun yang lalu saya pakai jasa tour guide, kali ini pengen nyobain nyetir sendiri di Jeju. Walaupun Korea Selatan itu menggunakan 'setir kiri', tapi masih bisalah dengan sedikit konsentrasi untuk menyetir di jalanan Korea. Saya book mobil di rentalcars.com, dan membawa print out bookingnya. Saya sudah menyatukan semua dokumen yang diperlukan dalam satu map, yaitu booking hotel, booking tiket pesawat, dan booking mobil. Semua hal sudah rapi dan lengkap, saya masih deg-degan. Akhirnya saya print juga peraturan Bebas Visa ke Jeju untuk jaga-jaga.

Penerbangan ke Jeju cuma ada pukul 5.30 pagi, sehingga saya book tiket dari Jakarta ke Kuala Lumpur paling malam supaya nggak usah menginap di Kuala Lumpur. Alhamdulillah dapat promo tiket.com jadi tiket Lion Air udah sama bagasi cuma Rp. 425,000 ke Kuala Lumpur (KL). Sampai di KL pukul 1.30 malam karena agak delay. Setelah imigrasi dan ambil bagasi, saya dan adik naik shuttle bus gratis dari KLIA ke KLIA2. Sampai KLIA2, kami cek in. Petugas cek in sempat meminta Visa Korea, dan saya menjawab khusus untuk Pulau Jeju Korea Selatan bebas Visa. Petugas konter cek in Airasia agak meragukan jawaban saya dan dia langsung ketik-ketik di komputernya dan membaca sesuatu dengan seksama. Mungkin dia googling dulu kali ya. Tanpa berkomentar lebih jauh, akhirnya boarding pass saya dan adik langsung keluar. Huff, lega juga!πŸ˜“

Kami menuju imigrasi, lalu duduk menunggu keberangkatan di boarding gate. Teringat dulu Visa Jepang diperiksa satu demi satu ketika masuk boarding gate dan saya langsung dag-dig-dug lagi melihat ada petugas yang memeriksa passpor satu demi satu. Mendadak ketakutan (tidak beralasan) lagi. Padahal adik saya santai-santai aja, tapi saya malah ketakutan melulu. Ternyata petugas hanya memeriksa keaslian passpor dengan menyinarkan infra merah untuk mendeteksi hologram di passpor. Nggak sampai 10 detik passpor dipinjam, diperiksa keasliannya, dan dibalikin lagi. Memang ketakutan saya kurang beralasan. Seharusnya saya santai aja karena peraturan bebas Visa ke Jeju kan legal.

Akhirnya kami boarding. Di pesawat saya nggak mood makan karena ngantuk berat, padahal udah memesan 2 menu makanan. Mana pramugari AirAsia bilang kalau nggak boleh bawa makanan masuk Korea karena kalau ketauan bisa dibuang. Ya dibuang doang, apa susahnya. Tapi tetep saya nggak bawa deh makanannya turun pesawat. Perjalanan ke Jeju memakan waktu tempuh 6 jam 15 menit dan saya bawaannya tidur melulu.

Sampai di Jeju, ketakutan saya mulai beralasan. Ketika passpor mau distempel, petugas imigrasi bertanya, "Kamu bawa passpor yang lama nggak?" dan saya jawab enggak. Maka digiringlah saya masuk ke sebuah ruangan. Haduwh, kenapa ini?😨😨😨. Saya lihat adik saya masuk imigrasi dengan santai dan tanpa masalah apa pun, passpornya langsung di stempel. Baiklah, kali ini mungkin saya harus benar-benar berpura-pura santai di dalam ruangan imigrasi.

Saya disuruh isi form, ditanyain bisa bahasa inggris apa enggak, dan akhirnya digiring masuk lagi ke sebuah ruangan. Ada seorang petugas imigrasi cewek dengan gaya yang santai mulai bertanya macam-macam pada saya. Saya (S), Petugas (P).
(P)"Kamu punya dua passpor kan?"
(S)Berpikir dulu, kok dua passpor? Lalu menjawab, "Yang lama sudah expired."
(P)"Dulu Visa kamu ditolak. Kamu tau kenapa?"
(S)Jadi mulai mengerti duduk persoalannya. "Iya ditolak dan Kedubes Korea tidak memberitahu alasan kenapa ditolak. Tapi saya tetap ke Korea tanpa Visa pakai Visa Jepang."
(P)Agak keheranan, "Kok bisa dapat Visa Jepang tapi nggak dapat Visa Korea."
(S)"Saya enggak tau. Mungkin kalian lebih tau."
(P)"Disini ditulis kalau uang kamu nggak cukup untuk masuk Korea dan tujuan kamu nggak jelas."
(S)"Jepang lebih mahal biaya hidupnya daripada Korea dan saya hanya punya satu bank account untuk mengajukan Visa. Apalagi waktu itu saya pergi kedua negara dan saya nggak akan melakukan perjalanan itu kalau saya nggak punya uang."
(P)Manggut-manggut. "Kenapa kamu nggak bawa passpor lama?"
(S)"Karena sudah expired. Buat apa saya bawa?"
(P)"Disini jadi agak ambigu karena di passpor lama kamu, Visa Korea di reject. Tapi sekarang kamu pakai passpor baru."
(S)"Kan ke Jeju nggak pakai Visa. Untuk apa saya berurusan dengan passpor lama yang Visanya di reject?"
(P)"Kamu tau darimana kalau Jeju tanpa Visa?"
(S)Sambil mengeluarkan hasil print out peraturan. "Ini saya print dari official website kalian." Sambil memberikan peraturan untuk dia baca.
(P)Dibaca sebentar lalu bilang, "Kamu tau peraturan ini expired?"
(S)Kaget dan bilang, "Itu peraturan di official website kalian. Bagaimana mungkin kalian mempublikasikan peraturan kadaluarsa di official website yang notabene jadi acuan para wisatawan? Lagian, banyak cara masuk Korea tanpa Visa. Mulai dari melalui Pyongchang untuk olimpiade musim dingin. Masuk dari Seoul juga bisa asal tujuan akhir ke Pulau Jeju. Dan banyak cara lainnya."
(P)Terdiam (mungkin petugas nggak menyangka kalau saya sudah browsing detil tentang peraturan masuk Korea). Petugas lalu mengalihkan pertanyaan, "Kamu kerja dimana?"
(S)"Rancupid Group. Kamu bisa google perusahaan saya dan nama saya."
(P)Terdiam dan mengetik-ketik, lalu manggut-manggut. "Menginap di hotel apa?"
(S)Memberikan hasil booking hotel dan langsung difotokopi. Dia juga memfotokopi tiket pesawat saya pulang-pergi.
(P)"Boleh saya tau kamu mau kemana aja selama di Jeju? Saya minta itinerary kamu."
(S)"Saya mau menyetir di Jeju dan saya nggak nge-print itinerary karena saya mau jalan-jalan dan berhenti kalau melihat pemandangan bagus."
(P)"Hah? Menyetir? Kamu punya SIM internasional?"
(S)"Saya enggak punya SIM, tapi adik saya punya." Seorang petugas imigrasi meminta SIM International ke adik dan kemudian dia manggut-manggut.
(P)Memfotokopi hasil booking mobil di rentalcars.com. Lalu bilang, "Welcome to Jeju Island. Next time, please bring your previous passpor."
(S)πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“
Dan dapat stempel
Mood saya udah berantakan sebenarnya. Deg-degan langsung hilang ntah kemana dan bawaannya jadi agak kesel gara-gara proses interview yang agak aneh. Tapi saya udah nggak mau mempermasalahkannya lagi. Yang penting udah bisa masuk Jeju tanpa Visa walaupun dengan drama-drama deg-degan nggak jelas. Saya jadi tau kenapa dulu Visa saya di reject. Aneh banget sebenarnya Kedubes Korea tidak memberitahu kenapa di reject dan saya tau hal tersebut dari imigrasi di negara Korea sendiri. Kalau waktu itu saya nggak punya uang, kenapa teman saya yang tabungannya cuma 6 juta dapat Visa? Aneh bener deh.

Saran saya untuk kalian yang ingin berwisata ke Korea Selatan, pastikan kalian membaca benar-benar peraturan keimigrasian negara mereka supaya kalau dipanggil interview masuk ruangan imigrasi, kita bisa menjawab dengan lancar. Yang bikin agak santai karena mereka bertanya dengan baik dan suaranya lembut. Berbeda dengan imigrasi Singapura yang katanya menyeramkan (alhamdulillah saya belum pernah bermasalah).

Baiklah, selamat menikmati Pulau Jeju. Nanti saya akan posting tentang peraturan dilarang menyetir di Korea Selatan😑.
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip

Label

adventure (339) Living (260) Restaurant (152) Cafe (144) Hang Out (141) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (84) Movie (73) Lifestyle (68) Jakarta (64) Aceh (53) Event (48) Hotel (39) Islam (38) China (31) Jawa Tengah (27) South Korea (26) Jawa Timur (23) New Zealand (23) Saudi Arabia (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) Malaysia (17) Warung Tenda (17) Consultant (16) Technology (16) Family (15) Jeju Island (15) Beach (14) Kuala Lumpur (14) Medina (14) Semarang (14) Vietnam (14) Philippines (12) Birthday (11) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Malang (11) Bali (10) Crush (10) Lomba (10) OMDC (10) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Mecca (9) Singapore (9) CEO (8) India (8) Myanmar (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) UTM (8) Cambodia (7) Entrepreneur (7) Kepulauan Bangka Belitung (7) Khasmir (7) Osaka (7) Seoul (7) Wedding (7) Banjarmasin (6) Kalimantan Selatan (6) Karimun Jawa (6) Laos (6) Luang Prabang (6) Makassar (6) Surabaya (6) Auckland (5) Bangkok (5) Banyuwangi (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Jeddah (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Bangka (4) Belitung (4) Busan (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Pekalongan (4) Probolinggo (4) Queenstown (4) Siem Reap (4) Yangon (4) giveaway (4) Aceh Barat (3) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) Aceh Jaya (2) BBLive (2) Bago (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Srinagar (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Banda Aceh (1) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Gulmarg (1) Himalaya (1) Jaipur (1) Kyaiktiyo Pagoda (1) Nagan Raya (1) New Delhi (1) Nihn Bihn (1) Pahalgam (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Sonamarg (1) Takengon (1) Taupo (1) Turkey (1) United Arab Emirates (1) Vampire Diaries (1) Yousmarg (1)