Mei 24, 2018

Bibir Lecet

Saya jeda dulu postingan tentang UEA dengan laporan perkembangan kontrol gigi saya. Tetap tidak ada perubahan berarti di gigi. Kata dokter, mungkin karena saya suka mengunyah di sebelah kanan, jadi celah di gigi kanan susah menutup. Mungkin geraknya hanya beberapa milimeter saja selama sebulan dan itu sama sekali tidak berarti.

Akhirnya dokter memasang "power chain" lagi di celah gigi agar menutup. Saya kurang mengerti bagaimana teknisnya, tapi yang pasti power chain dipasang untuk meluruskan dan merapatkan gigi (seperti shaf shalat aja rapat dan lurus). Untuk gigi bawah, dokter memasang kawat zig-zag lagi sekedar untuk merapikan dan membentuk lengkung pada rahang gigi.

Kata dokter, masalah gigi bawah sih tinggal geraham doang. Sisanya udah bagus. Kalau saja celah gigi atas cepat menutup, berarti Perfect Smile 2018 udah memperlihatkan titik terang😆.Oh iya, karena sebentar lagi libur lebaran dan saya tidak berada di Jakarta selama hampir sebulan, jadilah menggeser jadwal kontrol gigi hingga lebih dari sebulan.

Biasanya, dokter pasti menyuruh saya merasa-rasa apa ada kawat yang menusuk rongga mulut atau enggak. Kalau masih di OMDC, kawat yang 'nusuk nggak terasa. Nah, sepulang dari klinik, berdiskusi kerjaan di kantor termasuk mengunyah makanan, baru deh terasa perih karena ada kawat yang menusuk kulit rongga mulut. Rasa sakit berlanjut keesokan harinya sampai saya beli salep untuk mengurangi luka mulut. Teman saya bilang, daerah yang tajam ditutupi dengan permen karet agar gampang mengunyah makanan. Awalnya saya nggak mau pakai permen karet karena harus ke mini market dulu. Tapi karena malam harinya semakin sakit dan nggak bisa makan, jadilah saya beli permen karet untuk ditempelkan ke kawat yang agak tajam. Baru deh bisa makan dengan tidak merintih kesakitan.
Pake karet transparan
Untuk salep penutup luka di rongga mulut, saya paka Kenalog Orabase di malam hari. Kalau siang hari dan berpuasa rasanya nggak enak banget ada salep di rongga mulut, takut termakan. Nggak mungkin juga taruh permen karet di kawat gigi karena bisa kemakan juga. Saran saya kalau buka puasa, minum air manis dulu, baru menaruh permen karet di bagian kawat yang tajam supaya ketika mengunyah makanan untuk berbuka dapat lebih nyaman.

Baiklah, sekian laporan dari saya. Sampai jumpa!

Kontrol Saphire Braces Rp. 265,0000
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip