Mei 05, 2018

The Beauty of Taj Mahal

Karena ngobrol sampai tengah malam semalem, jadilah saya bangun agak telat. Buru-buru mandi (nggak ada air panas lagi), dandan, dan kebingungan 'gimana cara memakai saree. Semua peserta trip yang cewek sudah merencanakan akan berfoto di Taj Mahal menggunakan saree berwarna-warni dan kita emang udah niat untuk beli saree berbeda warna. Saya kebagian warna pink dan sengaja beli yang banyak payetnya supaya lebih indah.

Mba Septa masuk ke kamar saya untuk minta dipakein aksesoris sama Mba Itha. Duh, kayaknya cuma saya doang yang nggak beli aksesoris karena saya pulang duluan dari Palika Market. Cowok-cowok udah terus memanggil kita supaya buru-buru karena takut sunrise-nya terlewat. Alhasil, saya cuma pakai baju biasa dan membawa saree di dalam ransel. Mobil yang kami carter kemarin sudah siap sedia di depan hostel. Kami naik, lalu mobil langsung meluncur menuju Taj Mahal. Saya sangat antusias untuk melihat salah satu dari 7 Keajaiban Dunia yang satu ini. Perjalanan dari Hostel ke Taj Mahal hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Kami turun dari mobil dan berjalan tergesa-gesa supaya keburu mengejar sunrise. Teman-teman cowok pergi membeli tiket masuk seharga 1000 rupee, sedang cewek-cewek mengantri terlebih dahulu.

Selama mengantri, saya dipakaikan saree oleh Mba Any. Saya pasrah aja ntah benar cara pakein-nya ntah salah. Setelah menunjukkan tiket masuk, barang-barang kami masih discreening, lalu kami melewati metal detector. Ransel saya dicek isinya semua, lalu barang yang berplastik dibuang. Ya udahlah, cuma plastik pembungkus saree. Lumayan ketat pemeriksaan masuk ke tempat ini. Saya berjalan dengan buru-buru menuju pintu masuk Taj Mahal. Bahkan sampai mengabaikan bangunan yang berada di sisi kiri dan kanan di depan pintu masuk. Ketika mendekati pintu, saya sungguh terpesona dengan keindahannya. Masya Allah~~~😍😍😍
Taj Mahal
Taj Mahal terletak di tepi kanan Sungai Yamuna di sebuah taman Mughal yang luasnya mencakup hampir 17 hektar di Agra. Dibangun oleh Sultan Mughal Shah Jahan untuk mengenang istrinya Mumtaz Mahal dengan konstruksi dimulai pada 1632 AD dan selesai pada 1648 AD. Komplek Taj Mahal terdiri dari masjid, penginapan, dan gerbang utama di selatan. Halaman indah di depan Taj Mahal dan serambi ditambahkan kemudian dan selesai pada 1653 AD. Keberadaan beberapa prasasti sejarah dan Quran dalam tulisan Arab telah memfasilitasi setiap detail bangunan bersejarah ini. Untuk pengerjaan konstruksinya, tukang batu, pemahat, pelukis, penulis kaligrafi, pembuat kubah dan perajin lainnya didatangkan dari seluruh kekaisaran dan juga dari Asia Tengah dan Iran. Ustadz Ahmad Lahori adalah arsitek utama Taj Mahal.

Taj Mahal dianggap sebagai pencapaian arsitektur terbesar dan terindah di seluruh jajaran arsitektur Indo-Islam. Keindahan arsitektoniknya yang terkenal memiliki kombinasi ritmik dari padatan dan rongga, cekung-cembung dan bayangan cahaya; seperti lengkungan dan kubah meningkatkan aspek estetika. Belum lagi pahatan diatas marmer yang dicampur dengan batu mulia atau semi batu mulia membuat perubahan warna pada dinding-dindingnya berpengaruh apabila disinari cahaya matahari.
Matahari terbit di Taj Mahal
Sepertinya mata saya tidak bisa berkedip ketika melihat Taj Mahal. Sangat indah sekali apalagi ketika matahari terbit. Saya langsung merapikan saree agar bisa berfoto dengan pas di depan Taj Mahal. Ada seorang petugas berseragam inspektur Vijay 😝melihat saya dan menyuruh orang lokal memperbaiki saree yang saya pakai. Cewek India berpakaian saree berwarna merah mendekati saya, membenarkan saree mulai dari lilitannya sampai selendang sehingga saya jadi kelihatan cantik dibuatnya. Kalau tadi rok saree terasa kendor, setelah diperbaiki jadi ketat banget dan bisa saya jadi pede untuk jalan kesana kemari tanpa takut roknya merosot. Bukan cuma saya saja, hampir semua temen-temen saya sareenya dibenerin sama orang lokal.
Sebelum saree kita dibenerin orang lokal
Setelah pembenaran😎
Saya dan Mba Itha berjalan menyusuri taman di depan Taj Mahal. Sebenarnya saya sudah sering membaca kisah dibalik pembangunan Taj Mahal yang super megah ini. Ditambah beberapa orang guide yang saya curi-curi dengar sedang mengisahkan cerita tentang tempat ini. Saya akan sedikit bercerita. Sultan Shah Jahan bertemu Mumtaz Mahal di pasar kompleks kerajaannya. Cinta pada pandangan pertama itu membuat Mumtaz dengan cepat menjadi istri ketiganya. Mumtaz adalah istri yang selalu dibawa Shah Jahan ke seluruh India sebagai pendamping utamanya dan penasihat tercinta. Setelah melahirkan anak ke 14 (banyak bener udah bisa bikin kesebelasan plus pemain cadangan), Mumtaz meninggal dan membuat hati Shah Jahan sangat hancur dan berduka selama 2 tahun. Setelah sadar nggak boleh bersedih terus-menerus, Shah Jahan kemudian memutuskan untuk membangun sebuah tempat peringatan dan peristirahatan abadi untuk Mumtaz. Beliau mengambil mempelajari Alquran mengenai rincian tentang surga sebagai inspirasi membangun Taj Mahal.
Taman di depan Taj Mahal
Pembangunan Taj Mahal sangat detail dan dramatis. Bahkan untuk memastikan tidak ada struktur bangunan lain yang menandingi keindahan Taj Mahal, Shah Jahan membuat kesepakatan dengan para seniman dan arsitektur bangunan bahwa Taj Mahal adalah mahakarya terbaik mereka sepanjang hidup. Shah Jahan memberikan imbalan yang sangat mahal yang dapat menjamin kehidupan para arsitek dan seniman tidak akan miskin sampai meninggal. Alhasil, para seniman dan arsitek berusaha semaksimal mungkin memikirkan mahakarya dengan detail keindahan dan struktur bangunan yang membuat mereka tidak akan menciptakan lagi seni atau desain dalam hidup mereka.
Warna-warni bersama orang lokal
Kalian harus memakai pelapis alas kaki untuk masuk ke dalam Taj Mahal. Seharusnya ketika beli tiket udah dikasih sarung alas kaki tapi saya lupa minta ke Kris. Jadilah beli lagi di depan gedung seharga 20 rupee. Saya kemudian masuk ke dalam Taj Mahal dimana ada kuburan Mumtaz dan Sultan Shah Jahan di sebelahnya. Dulu, kuburan Shah Jahan tidak berada disitu, tapi kemudian dipindahkan. Kita dilarang memotret di area kuburan. Saya hanya mengucapkan, "Assalamu'alaikum ya ahlal kubur," melihatnya, mengagumi kemegahan arsitektur, lalu keluar dari gedung. Saya juga melihat detail ukiran kaligrafi Arab diatas marmer yang dicampurkan dari logam mulia atau logam semi mulia. Kaligrafi tulisan Al-Qur'an sangat indah terukir disini. Subhanallah~~
Berfoto diatas lantai marmer
Saya berfoto di belakang gedung utama, di tepi sungai Yamuna, sambil mengagumi keindahannya. Setelah puas berfoto, baru deh saya mencari teman-teman cewek untuk berfoto menggunakan saree berwarna-warni dan ternyata mereka berada di pintu mesjid. Enak banget berfoto disini karena sepi dan foto Taj Mahal bisa diambil dari setiap sisi. Kita bisa bergaya berbagai macam dengan latar belakang langsung ke Taj Mahal. Bahkan ada beberapa orang yang ikut mengambil foto kita karen mungkin saree kita yang berwarna-warni memendarkan cahaya ke pintu masjid. Yang agak rese' adalah orang yang bersih-bersih mesjid yang mengaku imam. Masa' sampai minta duit? Mana mungkin imam minta duit😓. Setelah puas berfoto, barulah kami pulang.
The colors of Taj Mahal
Bergaya
Tukang sapu mesjid
Menurut saya, kota Agra atau negara India dan Taj Mahal adalah dua dunia yang berbeda. Kalian bisa kagum sekagum-kagumnya dengan Taj Mahal karena kemegahannya yang merefleksikan kekayaan Sultan Mughal pada saat itu. Kalau kalian membandingkan dengan kota Agra sendiri dari mulai turun kereta sampai ke pintu masuk Taj Mahal dibagian depan yang banyak banget orang-orang lusuh bersliweran. Ada yang menjajakan souvenir secara paksa, ada pula yang menawarkan tuk-tuk. Lingkungan di luar juga kotor, sembraut, klakson dimana-mana, membuat polusi udara dan polusi suara. Sepertinya di Agra saya bertambah sakit.

Seandainya saya disuruh kembali lagi ke India, saya pasti akan mengunjungi Taj Mahal. Mungkin saya akan mendarat di New Delhi, sewa mobil ke Taj Mahal, balik lagi ke Delhi dan menyewa hotel semalam di Delhi, lalu balik ke Indonesia.

Setelah ini saya akan bercerita tentang naik Kopaja ke Jaipur. Stay tuned!

Beberapa foto dari Iphone 8 plus milik saya dan Kamera Fujifilm Kristanto Nugroho (Instagram: kriz_nugroho)
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip