Juni 24, 2018

Penerbangan ke Kayseri, Anatolia

Saya akan melanjutkan cerita tentang Turki. Kalau nggak dikebut, bisa-bisa semakin panjang antrian postingan yang belum ditulis dan takut keburu lupa. Blog saya terakhir tentang Turki bercerita tentang air panas yang sarat unsur belerang di Pamukkale (mungkin kalian bisa buka lagi postingan sebelumnya). Setelah puas berendam kaki di kolam-kolam travertin, makan siang, dan ke toko souvenir, saatnya kami melanjutkan perjalanan panjang menuju Izmir. Besok harus naik pesawat menuju Kayseri jam 6 pagi, jadi mau nggak mau malamnya harus menginap di dekat bandara Izmir. 

Para peserta tour Pamukkale dipulangkan ke sebuah meeting point terlebih dahulu baru berpisah disana. Saya dan keluarga pindah ke mobil tur yang lain karena kami akan menuju Izmir. Semua koper dan barang bawaan kita juga ikut dipindahkan. Tur guide selama di Pamukkale ikut kami menuju Izmir, tetapi dia akan turun di kota Kusadasi. Saya tidak memiliki bayangan dimana Kusadasi, tapi katanya 45 menit sebelum Izmir adalah Kusadasi.
Menikmati coklat hangat
Bunga pink
Bunga ungu
Perjalanan menuju Izmir dari Pamukkale memakan waktu 5 jam. Lama banget ya? Saya sampai tertidur di mobil, bangun, tidur lagi, update social media, tidur lagi, belum sampai juga. Setelah 3 jam perjalanan, supir akhirnya mampir di sebuah Cafe yang ada toko souvenirnya juga. Kami bisa ke toilet disini dan melihat pernak-pernik souvenir. Saya lebih tertarik minum coklat hangat, membeli cemilan, dan meluruskan kaki daripada belanja. Tokonya menjual Lays dengan rasa yang berbeda dengan di Indonesia dan juga Indomie. Bedanya Indomie di Turki disajikan dalam bentuk cup. Kami diberikan waktu 30 menit untuk beristirahat dan berfoto. Cafe ini cantik sekali dengan bunga-bunga berbagai warna. Sungguh indah. Saya jadi minta difoto disetiap sudut karena Cafenya fotogenik banget. Ibu-ibu Cafe sampai membantu saya memilih tempat dan gaya berfoto dengan bahasa Turki yang kami nggak ngerti, tapi kami mencoba memahami maksud si ibu baik hati itu.
Lays
Indomie cup
Kami kemudian melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan hanya bisa melihat padang rumput dan tanah kosong tandus. Mungkin karena baru musim dingin dan beberapa tanaman masih dalam masa dormant (tidur di musim dingin). Selang sejam kemudian, saya akhirnya melihat suasana kota dengan Mall, Hotel, dan pertokoan. Ternyata kami sudah tiba di Kusadasi. Tur guide turun disuatu tempat, lalu melambaikan tangan sambil mengucap salam perpisahan. Kayaknya kota Kusadasi ini enak untuk belanja dan nongkrong deh. Mungkin lain kali ke Turki lagi, bisa main ke Kusadasi.

Kami tiba di Kisikpet Hotel seharusnya, tapi agak bingung juga karena tempat ini nggak seperti Hotel pada umumnya karena kami diturunkan di mini market dan pom bensin. Mana hotelnya? Sudah jelas-jelas ada plang bertuliskan Kisikpet Hotel tapi kami nggak menemukan Hotel. Resepsionis Hotel lalu datang menyambut dan mengantarkan kami ke hotel yang ternyata terletak di belakang mini market. Kami check in terlebih dahulu, menaruh koper, dan berencana mau makan malam. Yang agak menyulitkan adalah resepsionis hotel tidak bisa bahasa Inggris sama sekali😐.

Kami berjalan ke Cafe disebelah mini market, lalu memilih meja untuk duduk. Tiba-tiba seseorang datang dan bilang kalau Cafe sudah tutup. Wah, jadi bingung mau makan dimana. Akhirnya saya, adik, dan Willy masuk ke mini market untuk membeli sesuatu. Mungkin ada sandwich yang bisa kami beli untuk makan. Saya tiba-tiba teringat kalau kami bawa banyak Pop mie dan belum dimakan satu pun. Kayaknya ini saatnya untuk makan Pop Mie. 

Saya bertanya pada kasir dimana bisa minta air panas, dan kasir bingung karena nggak bisa bahasa Inggris. Adik saya mengeluarkan hp untuk pakai Google translate, lalu menunjuk hasil terjemahannya ke kasir. Kasir kemudian memanggil resepsionis hotel yang tiba-tiba sudah ada di mini market. Dia bilang mau mengambilkan air panas untuk kita. Kami sekalian bertanya apa ada taksi yang bisa mengantarkan kami ke bandara jam 4 pagi dengan masih menggunakan Google Translate. Agak lucu juga karena setiap ngobrol, baca hp, trus pakai body language, baca hp lagi, dan berusaha memahami maksud kita. Saya salut juga pada mereka yang tetap berusaha memahami maksud kami walaupun nggak bisa bahasa Inggris. Kata resepsionis, disini nggak ada taksi, tapi dia bisa bantuin kita ke bandara pakai mobilnya. Kalau mau pinjam mobil kasir mini market, bisa juga. Tapi adik saya disuruh nyetir sendiri. Lho, gimana mau nyetir? Kami tidak terbiasa nyetir di sebelah kanan dan sungguh sulit menjelaskan pada mereka dengan body language dan baca terjemahan Google. Saya curiga si Google salah terjemahin nih😝. Belum lagi nanti kalau sudah sampai bandara, yang bawa pulang mobil ke mini market siapa? Duh, ada-ada saja😅.

Kesepakatan untuk berangkat ke bandara besok akhirnya tercapai. Adik saya membayar hotel dan taksi di kasir mini market (agak aneh bayarnya bukan di hotelnya😅), saya kembali ke hotel untuk mengambil Pop Mie, dan resepsionis mengambil air panas satu teko besar untuk kami sekeluarga. Kami bertemu di meja makan Cafe sambil memilih Pop Mie yang berbeda rasa dan menyeduhnya dengan air panas. Sambil menunggu mie-nya matang, kami makan sandwich dulu pakai sambal ABC. Alhamdulillah malam itu kita makan banyak dan kenyang banget. Kami membereskan sampah-sampah makanan, lalu kembali ke hotel. Seandainya kami tiba di hotel masih sore, mungkin bisa menikmati keindahan di halaman hotel yang ditanami banyak pohon Maple. Suasana malam itu sangat dingin, tapi saya suka.

Sambil mengantri mandi, saya internetan dulu di koridor hotel karena WIFI nggak masuk ke kamar. Agak seram dengan suasana gelap dimana interior hotel bergaya Eropa modern dengan dinding dan lantai kayu. Tapi hotelnya cantik bernuansa warna pastel. Setelah shalat Isya (adzan jam 21.45), saya langsung tidur. Sekitar pukul 3 pagi, kami bangun, bersiap-siap, lalu check out. Resepsionis hotel sudah siap dengan kasir mini market untuk mengantarkan kami ke bandara. Adik saya duduk bersama kasir mini market dan koper-koper, sedangkan saya, Willy, Mama, dan tante dalam satu mobil yang hanya bisa memuat satu koper. Sengaja dipisah supaya orang dan barang keangkut semua. Agak khawatir juga melihat adik saya sendiri di mobil bersama supir mini market, takut dibawa lari😖. Tapi tawakkal pada Allah saja. Perjalanan ke bandara hanya 15 menit, alhamdulillah tiba dengan selamat. Kami check in pesawat Anadolu Jet, lalu masuk ruang tunggu sambil menunggu adzan Shubuh dan sarapan sandwich semalam yang masih bersisa. Setelah adzan, kami shalat, lalu pesawat pun boarding. Sampai jumpa lagi Izmir!

Sebelum ke Kayseri, kami transit dulu di Istanbul yang sangat dingin di pagi itu. Sampai nggak bisa melepas jaket thermal sama sekali. Karena penumpang transit, kami tinggal naik satu lantai ke boarding Gate menuju Kayseri. Hanya menunggu beberapa menit, akhirnya kami boarding lagi. Selama di pesawat, saya tidur. Hanya bangun ketika sarapan dibagikan, makan sebentar, lalu tidur lagi sehingga penerbangan ke Kayseri meski transit di Istanbul jadi tidak terlalu terasa. Alhamdulillah sampai juga di Kayseri pada jam 10 pagi. Ada hal yang mengagetkan, yaitu koper tante saya hancur. Sempat panik, tapi saya langsung memanggil petugas untuk meminta ganti. Petugas memeriksa kondisi koper yang hancur, lalu masuk ke sebuah ruangan dan mengambil koper baru untuk tante. Saya kemudian disuruh menandatangani surat tanda bukti koper sudah diganti. Proses penggantian koper nggak sampai 5 menit saja. Alhamdulillah.

Ada apa di Kayseri? Sebenarnya bandara Kayseri adalah pintu masuk untuk para pengunjung yang ingin berwisata ke Cappadocia, salah satu kawasan wisata utama di Turki. Tur guide sudah menjemput kami di pintu kedatangan bandara. Setelah barang-barang sudah masuk semua ke mobil, supir bilang kalau perjalanan ke hotel di Cappadocia akan memakan waktu 1 jam. Jadi masih ada waktu kalau mau tidur lagi. Mungkin saya tidur hanya 15 menit. Selebihnya saya menikmati pemandangan sepanjang jalan dimana bukit-bukit pasir yang padat yang ada pintu dan jendela. 
Welcome to Cappadocia
Kalian tau, masyarakat lokal di Cappadocia masih tinggal di dalam Goa (cave), bahkan hotel saya pun di dalam Goa. Penasaran kan? Ditunggu ya postingan selanjutnya. Sampai jumpa!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip