Juli 12, 2018

Cappadocia North Tour

Setelah mengendarai balon udara, waktunya kami kembali ke Dere Suite hotel. Saya menaruh barang di kamar, mengambil laptop, dan langsung menuju Resto untuk sarapan. Berharap bisa menyelesaikan bookingan Adora hotel yang tercancel di Istanbul dengan menggunakan laptop (pakai hp layarnya terlalu kecil dan tidak bisa bebas mengetik). Sebenarnya selama di mobil tur menuju hotel, saya sudah berusaha untuk mengganti kartu kredit saya yang sudah limit dengan yang masih ada saldonya. Sayangnya nggak berhasil. Udah coba pakai kartu kredit adik saya juga dan hasilnya tetap nihil. Duh, saya jadi was-was nggak dapat hotel di Istanbul. Padahal hotel yang saya book sudah bagus dan murah tapi dibatalkan oleh booking.com.
Pohon setan mata biru
Saya sudah berdiskusi dengan adik dan Willy bagaimana tentang hotel kami. Akhirnya kami jadi buru-buru sarapan, lalu ke resepsionis untuk meminjam telepon. Resepsionis hotel Dere Suite menawarkan diri untuk menghubungi pihak hotel Adora untuk bertanya perihal pembatalan oleh booking.com. Ternyata beneran dibatalin dan kalau mau booking lagi harganya naik dua kali lipat. Saya sempat berdiskusi lagi sambilan cari-cari hotel di traveloka atau booking.com. Ternyata memang sudah pada mahal. Resepsionis kemudian menawarkan diri lagi untuk mencarikan hotel yang dekat dengan Adora hotel (yang kami booking sebelumnya). Akhirnya kami berhasil book Sahin Hotel yang masih di lokasi yang sama.
Blue evil eye charm
Waktu sudah menunjukkan pukul 9.45 pagi dan saya belum mandi. Akhirnya saya serahkan semua urusan bookingan hotel ke Willy dan adik, lalu saya berlari ke kamar untuk mandi. Saya juga berpesan untuk menghubungi tur Selat Bosphorus dan menginformasikan alamat hotel kita yang baru. Kebayang dong, saya harus mandi 5 menit, dandan 5 menit, dan membereskan koper 5 menit sampai akhirnya tur guide datang menjemput. Alhamdulillah walaupun buru-buru, tidak ada barang kami yang tertinggal. Seluruh koper diangkat petugas hotel ke area resepsionis, sedangkan saya dan keluarga mengikuti tur guide menuju mobil tur. Kata Willy, tur selat Bosphorus akan dihubungi oleh tur guide nantinya dan hotel kita di Istanbul sudah di booking juga. Fiuhh, akhirnya selesai juga😔.
Cappadocia
Karena bangun terlalu pagi, selama di perjalanan menuju tempat wisata saya tidur. Setelah menaiki balon udara, tampaknya destinasi wisata lainnya jadi biasa aja😅. Saya jadi tidak terlalu tertarik. Yang paling menarik malahan adalah tidur. Ngantuknya setengah mati. Lagi enak-enak tidur, ternyata ada peserta tur yang berasal dari Sydney duduk di sebelah saya. Dia aslinya orang Malaysia dan kaget ketika saya bilang ke Willy untuk menurunkan sambal. "What? Do yo bring 'sambal' everywhere? So funny!! - Apa? Kamu bawa sambal kemana-mana? Lucu banget!" Saya jawab, "You have to try this sambal. It's homemade and really delicious. - Kamu harus coba sambal ini yang di uleg sendiri dan rasanya enak banget deh."
Tidur pulas
Rose Valley
Mobil diparkir akhirnya. Saya bangun dan melihat sekeliling seperti padang tandus dengan bukit-bukit pasir yang ternyata kami berada di daerah Rose Valley. Berhubung baru bangun tidur, kepala belum konek, jadi agak nggak mood mau jalan-jalan. Mau nggak mau tetap turun juga dari mobil. Mama dan tante seperti biasa hanya menunggu di parkiran bersama pedagang kaki lima yang berjualan di setiap tempat wisata.
Pedagang kaki lima
Menyusuri lembah tandus
Berkuda
Cara berkudanya keren
Keliling Rose Valley dengan dataran tandus dan gersang menurut saya terasa biasa saja. Beberapa orang bule' terlihat berkeliling lembah dengan menaiki kuda. Cara mengendarai kudanya juga sudah terlihat sangat hebat dan keren. Jadi teringat sewaktu di Bromo saya pernah digigit kuda😓. Saya hanya ikut berjalan kaki seperti peserta trip lainnya terus ke dalam lembah. Sampai kami menemukan gua diatas bukit. Kalau dilihat dari bawah sih, cara naik ke atas bukit agak curam. Saya juga sudah tidak penasaran lagi apa isi dari gua itu, jadinya nggak naik ke atas. Saya duduk menunggu dibawah bersama adik dan beberapa peserta trip lainnya. Cuma Willy yang ikutan naik.
Gua diatas bukit
Willy naik
Turunnya agak curam
Agak ngeri juga melihat peserta trip ketika naik dan turun. Jalanan berpasir yang agak licin membuat kita harus sangat waspada. Kalau kalian pakai sepatu yang enak sih, insya Allah nggak akan tergelincir. Kalau saya, sepatu enak, tapi naiknya males, hahahaha😂. Selebihnya kami hanya berkeliling daerah Rose Valley dan mengambil banyak foto. Cuaca agak terik meskipun anginnya dingin. Kulit saya jadi gosong juga karena terlalu sering berjemur.
Padang tandus
Kaymakli Underground City
Salah satu daya tarik Cappadocia adalah kota dibawah tanah dan kali ini kami akan mengunjungi Kaymaklı yang terletak di Ihlara Road, 10 km jauh dari Derinkuyu. Sejarah mengatakan bahwa Kaymakli berasal dari zaman Het dan Phrygia pada abad ke-7 dan 8 SM. Kota ini biasa digunakan sebagai tempat berlindung yang aman bagi orang-orang yang melarikan diri dari pengejaran musuh di era Bizantium. Menurut perkiraan, sekitar 3.500 orang pernah tinggal di sini.
Peta kota
Kota Bawah Tanah Kaymakli dibuka untuk pengunjung pada tahun 1964 dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985. Kalian bisa lihat dari gambar begitu banyaknya lorong-lorong rahasia sampai ke dalam banget, sudah seperti rumah semut di bawah tanah. Sebenarnya kota bawah tanah ini bisa menghubungkan dengan kota-kota lain juga sehingga ketika proses pengejaran, musuh jadi sulit menemukan penduduk saking ribetnya ruang-ruang di dalamnya. Di kota ini juga ditemukan dapur, ruang tamu, ruang makan, seperti layaknya kota di atas tanah.
Ruang-ruang bawah tanah
Lorong
Sama seperti Derinkuyu, pas pertama kali masuk kesini saya merasakan hawa sangat dingin. Untung pakai sweater jadi lumayan menetralkan. Peserta trip lainnya yang sudah keburu pakai kaos, jadi pada kedinginan. Kami menyusuri lorong-lorong kota hanya sebentar saja karena pada dasarnya lorong satu dengan yang lainnya agak mirip. Kalau pun mau masuk sampai terlalu dalam nanti malah nyasar, hehehe.
Jendela-jendela
Eksplorer
Kamii lebih lama menghabiskan waktu di Derinkuyu daripada Kaymakli. Kalau mau ke Derinkuyu bisa juga dari Kaymakli tapi hati-hati nyasar. Google Maps nggak berfungsi disini, hahaha. Setelah selesai bereksplorasi Kaymakli, kami pun akhirnya balik ke mobil tur dan diantar kembali ke hotel masing-masing. Tur guide juga sudah menghubungi agen tur selat Bosphorus, sehingga urusan perbookingan di Istanbul sudah selesai. Tapi jadinya harus menambah harga hotel deh, hiks😢.

Nanti saya akan bercerita ketika jalan-jalan di Cappadocia ya sampai ke bandara menuju Istanbul. Sampai jumpa!

Beberapa foto dari kamera Fujifilm Willy Sebastian (Instagram : willyarrows).

Sumber: 
http://hellojetlag.com/kaymakli-underground-city-cappadocia/
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip