Juli 08, 2018

Riding Hot Air Balloon

Selama di Turki, hal yang paling berkesan untuk saya adalah naik balon udara. Hal ini adalah salah satu pengalaman paling mengesankan seumur hidup saya. Dulu sewaktu ke New Zealand, naik helikopter adalah yang paling mengesankan, sama halnya dengan naik kereta cepat di Jepang, dan berlayar menyusuri Ha Long Bay. Mungkin suatu hari saya pergi ke negara lain, bisa saja ada atraksi lain yang membuat rangkaian deretan hal paling mengesankan di hidup saya jadi bertambah.

TurkeyInsider memilih Urgup Balloon sebagai penyedia jasa naik balon udara. Di Turki banyak sekali agen yang bisa kita booking secara online untuk menaiki Hot Air Balloon. Harganya pun beragam tapi rata-rata sekitar 2juta - 4jutaan tergantung berapa lama balon terbang dan kerjasama dengan agen yang mana. TurkeyInsider sendiri  menawarkan harga 170 EURO untuk menaiki balon tanpa tur. Tetapi kalau pakai tur dengan hotel sekelas Dere Suites, harga hot air balloon jadi turun ke 120 EURO. Lumayan hemat sih harga balon udaranya, tapi dengan ditambah hotel, makan, tur, totalnya jadi mahal juga sekitar 6 jutaan perorang. Saya dan keluarga jadi harus membayar 1770 EURO atau sekitar 30 jutaan untuk berlima😖. Saran saya kalau kalian punya budget terbatas, mending cari hotel lebih murah tapi membayar 170 EURO khusus naik balon udara saja. Sodara saya sempat menyewa mobil di Cappadocia sehingga dia bisa berhenti di setiap tempat wisata dan pertokoan yang dia mau. Lebih murah lagi kan?

Menaiki balon udara selalu dijadwalkan ketika matahari terbit. Selain karena kecepatan angin pada pagi hari tidak begitu kencang, pemandangan ketika sunrise adalah salah satu terbaik sejagat raya. Apalagi kita bisa menikmatinya dari atas langsung dibalik bukit-bukit pasir lunak yang tinggi dan lembah-lebah Cappadocia. Siapa yang tidak tertarik? Mungkin bisa jadi pengalaman paling mengesankan dalam hidup.

Tur menjemput kami sekitar pukul 4.30 setelah kami menunaikan shalat Shubuh. Terlalu pagi memang dan saya jadi tidak mandi dulu😋. Suhu udara diluar mencapai 6 derajat dan rasanya dingin sekali. Kami dibawa ke meeting point dimana semua orang yang akan mengendarai balon berkumpul untuk sarapan atau mau ke toilet. Saya tidak begitu mood sarapan karena masih terlalu pagi (seolah-olah makan sahur), jadi hanya mengambil beberapa potong kue dan segelas teh. Kami diberikan stiker berwarna oranye sebagai tanda grup.
Are you ready?
Balon sedang dibakar
Petugas memanggil warna stiker masing-masing grup dan sampailah pada giliran saya dan keluarga. Kami disuruh naik mobil tur bersama peserta berstiker oranye yang lain, lalu mobil melaju ke lokasi penerbangan balon. Sekitar 10 menit kemudian, mulailah pemandangan balon-balon udara sedang diisi gas dan dibakar didalamnya agar bisa terbang dan berdiri tegak. Saat itu saya merasa sangat antusias. Duh, akhirnya bisa merasakan pengalaman sekeren ini.
Mobil tur diparkir di sebelah balon
Balon sudah berdiri tegak
Kami turun dari mobil tur dan diarahkan ke tempat balon yang sudah di book untuk orang-orang berstiker oranye. Balon yang kami kendarai sudah berdiri tegak dan saatnya masing-masing penumpang balon harus masuk ke dalam keranjang. Disini yang agak sulit karena keranjang lumayan tinggi dan dalam, sehingga kita harus memanjat tiap dinding keranjang sampai akhirnya bisa masuk. Sebenarnya hal ini mudah saja untuk saya, adik, dan Willy yang bertubuh langsing apalagi kami masih muda. Bagaimana dengan Mama dan tante yang gemuk? Terpaksa adik saya naik duluan ke dalam keranjang untuk membantu mengangkat Mama dan tante. Untung saja adik saya bertubuh tinggi (180 cm) dan tegap sehingga sangat menolong dalam proses membantu Mama dan tante untuk masuk keranjang. Beberapa petugas ikut membantu mengarahkan Mama dan tante untuk memasukkan kaki ke lubang-lubang di dinding keranjang, lalu duduk di pinggir keranjang, baru dibantu turun perlahan ke dalam oleh adik. Agak takut juga Mama encok atau cedera karena lututnya sering sakit, tapi Alhamdulillah baik-baik saja. Pada saat itu kita diliatin oleh seluruh penumpang lain yang ikut deg-degan dengan proses yang sangat dramatis itu. Saya dan Willy baru naik setelah Mama dan tante masuk ke dalam keranjang.
Pilot memberikan pengarahan
Keranjang balon menurut saja jadi agak sempit dan memang sengaja tidak dibuat pintu agar keamanan penumpang terjamin. Kalau ada pintu nanti takut malah terbuka ketika diatas dan kita semua jadi panik. Saya menaruh ransel di kaki dan mengambil kamera GoPro, lalu menyetelnya agar terhubung dengan hp. Pokoknya kalau sudah diatas nanti, tinggal dipakai aja GoPronya tanpa harus menyetel ini itu lagi. Pilot balon udara kemudian naik ke tempatnya dan memberikan pengarahan singkat bagaimana kerja balon udara. Kami kemudian disuruh memperagakan landing position dengan jongkok setengah seperti nungging ketika nanti mendarat agar kalau balonnya tidak mendarat dengan baik, para penumpang tidak tersentak dan cedera.
Api membakar gas balon udara
Mulai terbang
Kami mengikuti arahan pilot dengan baik sampai akhirnya balon pun terbang dengan perlahan-lahan. Saya masih melihat kebawah dan menikmati bagaimana balon naik sedikit-demi sedikit sambil melambaikan tangan pada petugas Urgup Balloon. Saat itu rasanya senang sekali, saya akan menjelajah langit Cappadocia dengan menggunakan balon udara. Suhu udara memang sangat dingin, tapi api yang dibakar untuk menjaga balon tetap terbang lumayan menghangatkan. Angin juga sangat tenang diatas. Saya kira kami bakalan diterpa angin kencang tapi ternyata malah terasa nggak ada angin sama sekali.
Dan balon pun terbang tinggi
Pose dari dalam keranjang balon
Pilot mengatakan kalau sebentar lagi matahari akan terbit. Saya yang sedari tadi keasyikan mengambil gambar menggunakan action camera dan merekam video untuk Instagram Story jadi lebih bersiap. Momen sunrise adalah yang paling ditunggu-tunggu dalam mengendarai balon udara. Pilot mengarahkan balon ke tempat terbaik untuk mendapatkan gambar sunrise dan akhirnya saya memotret sepuas mungkin. Jangan tanya indahnya, Masya Allah~~😍😍😍. Warna jingga menghiasi seluruh langit Cappadocia saat itu subhanallah indahnya, tak bisa diucapkan dengan kata-kata.
Matahari terbit
Subhanallah indahnya
Gaya dulu di sunrise
Sambil menikmati matahari terbit, pilot mengarahkan balon ke Rose Valley, tempat kami menikmati matahari terbenam kemarin. Kali ini warnanya lebih pink daripada semalam, mungkin karena intensitas cahaya ketika matahari terbit lebih banyak sehingga warna kemerah-merahan lebih tampak. Balon terbang dengan jarak sangat dekat ke tanah diatas Rose Valley. Bahkan sepertinya kita bisa langsung mendarat disana. Pilot menyuruh kami untuk tenang karena beliau tidak akan mendaratkan kita diatas gunung😁.
Rose Valley lebih pink
Bergaya diantara lembah
Daratan tampak seolah-olah kita bisa mendarat
Apabila pilot menyalakan api, maka balon akan terbang lebih tinggi. Menurut yang saya baca, kalau angin sangat baik di pagi hari, maka balon bisa terbang sampai dengan 1 km diatas permukaan tanah. Saat itu pemandangan jadi sangat indah dan menarik karena kami berada di ketinggian yang cukup untuk melihat seluruh balon udara sejauh mata memandang. Langit jadi tampak berwarna-warni karena dihiasi balon yang berbagai warna.
Titik tertinggi melihat Cappadocia
Pose diantara balon udara
Kami melakukan penerbangan sekitar 1 jam dan sampailah pada waktu untuk mendarat. Pilot terus menurunkan balon sampai akhirnya beliau menyuruh kami untuk melakukan landing position. Supaya tidak terlalu sempit, saya berdiri di depan adik saat landing position, sehingga keranjang jadi agak lebih lapang. Dari atas saya melihat mobil tur sudah menyusul ke tempat balon mendarat, sehingga kita tidak perlu lagi untuk kembali ke tempat pertama untuk terbang. Alhamdulillah pendaratan sukses dan mulus.

Peristiwa dramatis berikutnya adalah menurunkan Mama dan tante dari keranjang😅. Saya dan Willy turun duluan, sedangkan adik membantu Mama dan tante untuk memanjat dinding keranjang, duduk di sisi keranjang, dan dibantu oleh dua orang petugas balon (berbadan cukup besar khas orang bule') agar Mama dan tante bisa turun dengan selamat tanpa encok dan sakit lutut😂😂😂. Saat itu, saya tertawa terus😂😂😂 tanpa berhenti (Willy juga😝) karena sungguh dramatis prosesnya sampai dilihat oleh semua orang. Saya sarankan untuk yang membawa orang tua agar bersiap ketika menghadapi peristiwa dramatis ketika naik balon walaupun nanti dibantu oleh petugas. Bahkan waktu itu, pilot pun seolah ingin ikut membantu. Alhamdulillah selesai dengan selamat proses pendaratan itu. Kalau diingat sekarang saya masih tertawa😁😁😁.

Sebagai perayaan, pilot membuka champagne untuk kita minum bersama. Awalnya saya nggak mau, tapi pilot bilang champagne ini tidak beralkohol dan mereka juga muslim. Saya percaya pada mereka jadinya saya ikutan minum. Kami semua cheers🍻 dan selesailah perjalanan menggunakan balon udara. Saya mendapat souvenir dan medali tanda bukti bahwa pernah ikut mengendarai balon udara.
Halal champagne
Medali
Kami akhirnya pulang ke hotel masing-masing. Tiba-tiba saya mendapatkan email bahwa hotel yang sudah saya pesan di Istanbul dibatalkan oleh booking.com secara mendadak. Padahal nanti malam kami sudah harus terbang ke kota itu. Duh, rasanya langsung pusing tapi masih mencoba santai. Mungkin setelah sarapan nanti, pikiran kami bisa lebih jernih untuk berpikir cara menanggulangi pembatalan hotel ini.

Nanti saya akan cerita kronologisnya ya. Sampai jumpa!

Beberapa foto dari kamera Iphone 8 plus, Gopro 6 Black Edition, dan kamera Fujifilm Willy Sebastian (Instagram : willyarrows)
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip