Agustus 21, 2018

Bali Culinary

Kali ini saya akan memposting hanya 2 tempat makan saja selama di Bali. Berhubung kemarin lebih sering makan di pinggir jalan karena mengejar waktu juga. Jadwal perjalanan selama ke Bali dan Lombok waktu itu lumayan padat. Terkadang kalau macet, kami malah mampir dimana aja untuk makan. Oh ya, dulu saya pernah menuliskan Kuliner di Bali pada tahun 2013. Semoga bisa jadi referensi buat kalian juga ya.

Dirty Duck Dinner (Bebek Bengil)
Resto ini selalu menjadi favorit saya setiap berkunjung ke Bali. Kalau sudah jalan-jalan di Ubud, sudah pasti mampir kesini. Alamatnya di Jl. Hanoman Padang Tegal, Ubud. Kenapa saya suka ke Resto ini? Pertama, makanannya enak, bebeknya empuk, porsinya banyak, tempatnya nyaman banget apalagi di saung yang menghadap ke sawah. Ada Musholla juga dan toiletnya super bersih.
Makanan banyak dan enak
Kami menghabiskan waktu sejam lebih disini mengingat harus buru-buru ke Pura Uluwatu. Padahal enak banget leyeh-leyeh sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang terkadang bikin ngantuk. Kalau udah ngantuk, jadi malas beranjak pergi. Tapi tidak boleh, perjalanan ke Uluwatu macet banget sehingga kita nggak bisa bermalas-malasan.

Berikut harga makanan yang kami pesan:
Fresh Young Coconut Rp. 35,000
Ice Orange Rp. 27,000
Bebek Bengil Nasi Rp. 127,500
Steamed Rice Rp. 10,000

Pada tahun 2013, harga seporsi Bebek Bengil masih Rp. 95,000. Naik Rp. 32,500 selama 5 tahun, berarti pertahun naik Rp. 6500. Masih wajar nggak ya?

Nasi Tempong Indra
Tempat makan yang satu ini terletak beberapa meter saja dari hotel kami di Legian yaitu Fontana Hotel. Lokasinya berada di Jl. Dewi Sri No. 788, Legian. Ini pertama kalinya saya makan disini. Pengunjungnya rameeee bener.  Kami tiba di Nasi Tempong Indra sekitar jam 9 malam dan makanannya sudah pada ludes😨. Jadi bingung mau makan apa.
Bunga Anggrek di meja makan 
Saya memesan Nasi Tempong Ayam Rp. 30,000 dan teh manis Rp. 6,000. Dua orang teman saya yang sudah sejak tadi menunggu pesanannya belum datang bilang kalau disini pelayanannya lamaaaa banget. Benar saja, setelah memesan makanan, udah habis obrolan, tetap belum datang makanannya. Memang sih pengunjungnya rame, tapi mereka nggak mengadaptasikan game dinner dash seperti Bebek Kaleyo. Kalian pasti tau seramai apa pengunjung Bebek Kaleyo tapi pesanan selalu cepat datang.
Nasi dengan leher ayam😥
Setelah lama menunggu, akhirnya makanan saya tiba. Saya pesan nasi ayam tapi yang datang kayaknya leher ayam😓. Dagingnya sedikit banget. Teman saya yang awalnya sudah pesan, belum datang juga dan dia tambah kesel karena ternyata pesanan dia kehabisan. Maunya kan pelayannya bilang dari tadi. Jadilah dia harus menyantap Nasi Tempong Original Rp. 15,000 dengan lauk ikan asin. Enak sih, tapi mana kenyang😅. Kami jadi harus beli cemilan lagi setelah ini.

Beberapa malam kemudian, teman saya sempat makan lagi di Nasi Tempong dan datang lebih awal sekitar jam 6 sore. Barulah disana dia dapat mencicipi Nasi Tempong dengan lauk yang masih lengkap tapi tetep pelayanannya lama😓. Semoga ke depannya bisa diperbaiki cara melayani pengunjung supaya nggak menunggu lama karena biasanya kalau lapar kan kita gampang emosi😂.

Baiklah, selanjutnya saya akan bercerita tentang Nusa Penida. See you!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip