Agustus 22, 2018

Idul Adha 1439 H di Depok

Walaupun punya rumah di Depok, ini pertama kalinya saya merasakan Idul Adha di kota ini setelah 3 tahun. Agak bingung juga mau shalat dimana karena yang saya tahu Masjid Jami' cuma ada di Grand Depok City (nama komplek tempat cluster rumah saya) di perempatan jalan. Saya sempat bertanya pada adik dimana biasanya dia shalat Jumat? Katanya sih cuma diseberang komplek dan saya nggak tau dimana. Bukannya nggak pernah ke mesjid. Kalau shalat taraweh biasanya saya di Mushalla dekat rumah atau di mesjid-mesjid Jakarta sepulang kantor. Jadilah nggak pernah shalat di Depok.

Sejak bangun shalat Shubuh tadi pagi saya nggak tidur lagi karena shalat Ied berlangsung pukul 6.30 pagi. Agak aneh karena harus mandi jam 5.30 (biasanya mandi sepagi ini karena mau ke bandara atau keluar kota), lalu berkemas-kemas sambil memanaskan motor. Saya berangkat pukul 6.15 ke Masjid Jami' dan parkir di depan Indomaret. Para jamaah sudah memadati masjid. Saya memilih shalat di dalam Masjid supaya sajadah tidak kotor. Beberapa jamaah wanita rela shalat beralaskan koran di pelataran masjid karena mengira di dalam sudah penuh. Penuh sih, tapi bisa minta digeser-geser supaya pada cukup shaf (barisan shalat).
Jendela mesjid
Seperti hal yang paling sering terjadi di kota besar adalah shaf shalat sama sekali tidak rapat. Sudah kita suruh geser, pada mager (malas gerak) karena udah duduk daritadi😓. Ada juga yang beralasan satu sajadah ya dipakai untuk satu orang, padahal sajadah yang dibawa gede banget. Otomatis selang satu orang ke orang lain jadi bercelah. Jadi teringat di Aceh panitia mesjid ntah berapa kali menyuruh jamaah berdiri untuk merapikan dan merapatkan shaf. Sekalipun banyak yang mager, tetep aja yang lain lebih memiliki kesadaran untuk memenuhi shaf. Orang Aceh pun nggak peduli sajadahnya dipakai orang lain ketika bergeser karena yang penting adalah shaf rapat dan lurus. Belum lagi seharusnya anak-anak perempuan berada di shaf depan wanita dewasa dan anak laki-laki berada di belakang pria dewasa. Saya rasa poin ini perlu disosialisasikan di sekolah-sekolah dari kecil biar nggak salah terus.

“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan shalat.” (Hadist Riwayat Muslim no. 433).
”Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk menegakkan shalat.” (Hadist Riwayat Bukhari no.723).

Shalat Ied dan ceramah hanya memakan waktu satu jam, sehingga pukul 7.15 pagi sudah selesai. Saya pulang ke rumah dan agak bingung mau ngapain. Udah mandi jam segini kayaknya terlalu cepat. Apalagi saya bukan panitia Qurban di komplek jadinya nggak ikutan acara menyembelih sapi. Mau ikutan bantuin, agak nggak enak karena saya nggak berQurban. Sempat melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang sedang gotong royong memotong daging tapi semua namanya ada di daftar peserta Qurban. Tambah nggak enak saya kalau tiba-tiba datang ikutan😗. Akhirnya cuma kerja saja di rumah dan saya jadi merasa produktif. Hampir semua kerjaan jadi selesai tepat waktu.

Sore harinya, satpam komplek datang membawa daging yang memang dibagikan ke seluruh warga komplek tiap tahun. Untung sempat beli beberapa bumbu masak tadi siang dan sambil menulis blog ini saya sedang mempresto Iga daging sapi🍖. Semoga enak ya Allah. Jadi juga lebaran haji kali ini🐂.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1439 H, selamat makan-makan, semoga saudara kita yang sedang berhaji diterima amal ibadahnya dan menjadi haji mabrur. Semoga segera bisa naik haji dan semoga tahun depan tidak sendiri lagi. Aminnn Ya Allah😊😊😊.
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip