Agustus 11, 2018

Istanbul Culinary

Nggak lengkap liburan kalau nggak kulineran. Saya adalah pecinta jajan dan suka banget makan. Jangan tanya kenapa badan ini nggak gendut-gendut😅. Selain karena saya rajin olah raga, kadang metabolisme tubuh saya memang lebih tinggi dari orang lain. Makanya mau makan banyak, yang gendut paling perut doang. Setelah olahraga sebentar, langsing lagi deh perutnya.
Toko-toko makanan
Baiklah, dalam postingan kali ini saya akan menuliskan makanan yang sempat saya cicipi di Istanbul. Berhubung nama Restonya susah dan kebanyakan hanya jajanan saja, saya hanya akan menyertakaan beberapa nama resto saja ya. Udah nggak sabaran kan? Oke, mari disimak!

1. Kebab 🍖
Turki adalah rumah dari kuliner bernama Kebab yaitu olahan daging dimasak dengan bumbu lalu ditempel-tempel bertumpuk secara vertikal. Kalau mau dihidangkan, maka akan dibakar dulu biar gurih dan disajikan panas dengan mayonaise dan sambal khas Turki. Nggak sah ke Istanbul kalau nggak makan Kebab dan rasanya jauhhhh lebih enak dari yang biasa dijual di Indonesia. Saya sangat sering makan kebab di Turki, bahkan saking seringnya udah seperti cemilan yang bisa disantap kapan saja.
Penjual Kebab
Kebab lagi diiris-iris pakai pisau panjang
Kebab Ayam
Kebab di Istanbul bisa disajikan di piring dengan tambahan makanan lain, atau dibalut kertas untuk kita bawa pulang. Jujur aja saya lebih suka makan di piring karena gigi berkawat seperti saya agak susah membuka mulut terlalu lebar untuk menggigit kebab (seperti burger). Lagian, kalau makan dengan bungkusan, mayonaisenya suka keluar dan jadi berlepotan kemana-mana. Oh ya, saya kurang suka sambal Turki, dan alhamdulillah bawa sambal ABC dari Indonesia yang menambah sedap rasa kebab. Jangan pernah melewatkan makan kebab di Turki ya.

2. Es Krim🍦
Salah satu kuliner paling terkenal lainnya adalah es krim. Bukan karena rasa es krimnya yang hampir sama di negara mana pun, tetapi karena atraksi penjual es krim yang keren juga terkadang menyebalkan. Awalnya saya sempat ragu untuk membeli es krim dan udah mempersiapkan diri kalau-kalau nanti bakalan dikerjain sama tukang es-nya. Tapi ide si abang es krim lebih banyak dari persiapan saya, sehingga setiap beli es krim berakhir dengan tangan berlepotan, hidung kena es krim, dan abang tukang es tersenyum nakal sambil mengedipkan mata😉. Oke bang, untung abang ganteng😍.
Abang es krim sedang melakukan atraksi
Silahkan es krimnya 🍦
Kalian sudah pasti akan dikerjain sama tukang es di Turki. Awalnya saya kira orang tua seperti Mama tidak akan dikerjain karena kali aja mereka takut kualat😆. Tapi nggak ngaruh, Mama juga jadi korban dikerjain, hihihi😂. Jadi, nggak usah marah-marah ya kalau dikerjain, anggap saja keisengan yang tidak akan kalian temukan lagi di negara lain.

3. Turkish Delights 🍮
Awalnya saya agak bingung, apaan ya Turkish Delight? Sampai sepupu saya di Abu Dhabi yang baru saja pulang dari Turki bilang kalau Turkish Delight adalah cemilan manis sebagai teman minum teh di Turki. Kalian akan menemukan berbagai macam jenis Turkish Delights dengan berbagai macam rasa dan harga.
Aneka Turkish Delights
Mau yang mana?
Yang paling menyenangkan kalau masuk ke toko Turkish Delights adalah karena kita bisa mencicipi makanan tersebut beraneka macam. Bahkan penjualnya terus-menerus menawarkan kita untuk mencoba makanannya. Biasanya saya suka mencicipi baklava dan salah satu kue lagi yang seperti berisi kacang merah dilapis pastry (lupa namanya). Hanya saja Turkish Delights ini terlalu manis, jadi kadang cepet merasa eneg kalau udah nyobain beberapa macam (ya iyalah eneg udah kenyang soalnya😅).

4. Pretzel dan Wallnut 🍪
Apakah kalian tau Pretzel? Pretzel adalah roti panggang yang berbentuk simpul khas Eropa. Kalau di Indonesia, mungkin kalian tau gerai roti Auntie Anne's yang menjual jenis roti yang sama. Di Istanbul, Pretzel banyak sekali dijual sebagai jajanan di jalanan dengan harga murah sekitar 2 Lira. Kalau mau menambah selai Nutella, harga Pretzel menjadi 4 Lira. Kebanyakan penjaja Pretzel di jalanan tidak bisa bahasa Inggris sampai-sampai kami harus meminta tolong orang lain yang terlihat bisa bahasa Inggris untuk menerjemahkan rasa apa yang kami mau beli. Kalau mau rasa nutella, tinggal tunjuk aja ke stoplesnya.
Penjaja kue anak remaja
Yang sering saya temukan di jalanan selain Pretzel adalah kacang Wallnut. Kacang ini nggak ada di Indonesia dan ukurannya lumayan besar. Saya lupa di New Zealand ada apa nggak tapi yang pasti rasanya kalau dibakar enak banget, nggak keras ketika digigit sehingga untuk gigi berkawat seperti saya aman. Apalagi pedagangnya udah mencelupkan kacang dengan coklat, sehingga rasanya semakin mantap👍. Kalau tidak salah harganya sekitar 5 Lira untuk 10 kacang Wallnut.
Kacang wallnut berbalut coklat
Jangan sampai melewatkan jajan di jalanan kalau berkunjung ke Turki ya. Lumayan untuk menahan lapar sampai makan berat.

5. Steak
Saya sempat menyantap beberapa steak di Turki dan kurang suka dengan bau steak sapi. Rasanya juga agak aneh di lidah. Agak sulit mendeskripsikan rasa steak sapi, tapi yang pasti setiap mengordernya, selalu mengecewakan. Ada rasa sepet gimana gitu di lidah. Padahal, kebab sapi enaknya minta ampun. Makanya saya agak heran kok steak sapi nggak enak ya? Jadi harus dicampur dengan sambal teri agar menetralkan rasa aneh di steak. Kalau saya lebih suka steak ayam karena nggak terlalu bau dan gurih.
Steak sapi nggak enak
6. Starbucks 
Setiap mampir ke sebuah negara, Starbucks adalah satu tempat wajib yang saya kunjungi. Bukan apa-apa, karena biasanya saya suka membelikan oleh-oleh tumbler atau mug untuk para sahabat saya. Saya sendiri tidak mengoleksi barang-barang starbucks tapi suka banget mencicipi rasa Green Tea Latte atau Chocolate Latte bikinan setiap negara. Paling mantap emang Starbucks di Dubai deh, super duper enak rasanya.
Mug
Mug lagi
Kalian bisa lihat sendiri bentuk-bentuk mug yang ada di Istanbul. Nggak ada tumbler yang dijual  di Istanbul seperti sewaktu saya ke New Zealand.

7. Aneka Dessert 🍰
Eropa memang surganya dessert (makanan pencuci mulut) mulai dari puding, cake, dan berbagai macam lainnya. Saya suka mampir ke toko dessert untuk melihat hiasan kue yang cantik-cantik banget dan menggiurkan. Jangan tanya rasanya yang super duper enak dan manis. Kalau sering-sering makan dessert disini, bisa diabetes😂.
Dessert cantik-cantik😍😍
Kebanyakan dari dessert harganya mahal untuk sepotongnya, sekitar 10-30 Lira. Jadi nggak bisa sering-sering beli karena takut kantong bolong dan diabetes *ngeles😂.

8. Mavera Restaurant
Satu-satunya resto mewah yang sempat saya kunjungi di Istanbul dalam rangkaian tur Selat Bosphorus adalah Mavera. Duh kalau membandingkan harga secangkir kopi disini bisa mendapatkan 20 kue Pretzel. Tempatnya memang sangat bagus dengan interior mewah, pelayanan super duper baik, WIFI kencang, dan pemandangan indah.
Kopi Mavera
Resto ini berada di atas bukit sehingga kita bisa melihat kota Istanbul secara 180 derajat. Karena berada di ketinggian, tempat ini juga lebih dingin dan berangin dari tempat-tempat lain di Istanbul. Kalian bisa duduk santai di Resto Mavera sambil mengobrol dengan keluarga dan menikmati keindahan kota Turki. Kalau berkunjung ke Resto di malam hari, kita bisa sekalian menikmati lampu-lampu kota Istanbul yang berkelap-kelip indah.
Pemandangan dari jendela resto
Baiklah, cukup sekian tulisan saya mengenai kuliner di Istanbul. Sudah hampir semua tentang Turki saya tuliskan nih. Sudah saatnya pulang ke negara asal. Di postingan berikutnya, saya akan bercerita tentang perjalanan pulang ke Indonesia. Sampai jumpa!

Beberapa foto dari kamera Iphone 8 plus, Gopro 6 Black Edition, dan kamera Fujifilm Willy Sebastian (Instagram : willyarrows).
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip