Agustus 14, 2018

Kesimpulan Perjalanan ke UAE dan Turki

Seperti yang biasa saya lakukan ketika akan mengakhiri rangkaian cerita perjalanan ke negara baru yaitu dengan menarik kesimpulan. Selain sebagai referensi pribadi, supaya saya nggak lupa juga berbagai pengalaman selama disana. Semoga kesimpulan ini dapat menjadi acuan buat kalian kalau ingin pergi ke negara yang sama seperti saya. Perlu diingat bahwa seluruh isi postingan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan tidak ada sangkut-pautnya dengan orang lain.

Tiket Pesawat
Ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat Emirates. Awalnya tidak berpikir sama sekali mau menginap semalam di United Arab Emirates (UAE). Sebelum beli tiket pesawat, saya masih ragu dengan jadwal tiket Emirates yang murah, pasti waktu transitnya lama banget. Udah berapa hari menunggu tiket dengan jadwal atau maskapai lainnya turun harga, tapi tidak turun juga. Mungkin ini isyarat dari Allah untuk saya dan keluarga supaya bisa mampir ke UAE untuk melihat kondisi negara yang kaya raya dan bersilaturahmi dengan para saudara disana.

Gara-gara transit begini, saya malah jadi ketagihan. Kemarin sempat cek dan ricek tiket ke Amsterdam dengan maskapai Qatar Airways yang bisa membuat saya transit di Qatar dua hari. Atau tiket ke New York menggunakan Air China bisa transit di Beijing. Hmm, sepertinya menarik sekali bisa berkunjung ke dua tempat (negara) dalam satu kali perjalanan. Mungkin bakalan lebih capek, tapi bisa jadi lebih efektif buat kalian yang ingin menambah daftar negara yang pernah dikunjungi.

Visa
Berpergian ke UAE dan Turki tentu saja memerlukan Visa. Visa Turki sih gampangnya setengah mati. Tinggal masuk aja ke website https://www.evisa.gov.tr/, isi data, bayar $20, selesai! Bahkan sama sekali nggak ada susahnya.

Nah, yang agak ribet adalah Visa UAE. Karena menggunakan maskapai Emirates, sebenarnya kita sudah dipermudah dengan bisa mengajukan Visa melalui website. Jadi Emirates yang menjadi jaminan kalau kita hanya berlibur di UAE dan sudah pasti pulang. Kalau kalian mau mengajukan Visa dari VSF Global bisa juga sih, cuma agak ribet dengan persyaratan dokumen yang banyak dan waktu Visa selesai yang agak lama. 

Saya sudah menuliskan di postingan Dear UAE and Turkey, I'm Coming! tentang proses pembuatan Visa kedua negara ini dan juga harganya. Semoga bisa memudahkan kalian ketika akan mengajukan Visa yang sama.

Makanan
Alhamdulillah Turki dan UAE adalah negara mayoritas Muslim, jadi nggak usah takut karena semua makanan halal. Bahkan pemerintah kedua negara ini sangat keras terhadap halal-haramnya makanan. Kalian bisa bebas mencicipi segala macam makanan disini. Sewaktu di UAE, saya makan di rumah sehingga makanannya masih cita rasa Indonesia. Kalau menu yang disajikan di pesawat Emirates kebanyakan bergaya Eropa dengan rasa yang hambar (plain)😅.

Bagaimana dengan Turki? Ya kurang lebih sama saja hambar rasa makanannya😆.  Keju, roti, sosis, salad, daun-daunan, dan lainnya kita makan tanpa sambal. Malah mereka menyarankan untuk menyiram makanan dengan minyak zaitun supaya enak. Saya sempat nyobain makan salad pakai butter dan minyak zaitun, tapi rasanya bukan saya banget😅. Lidah nasi padang soalnya disuruh makan begituan. 

Saran saya kalau mau ke Turki mending bawa sambal teri atau sambal Indofood/ABC biar terasa makanannya. Kayaknya kalau makan sandwich atau sosis besar nggak pakai sambal tuh seperti ada cita rasa yang kurang. Saya saja menyesal kemarin bawa sambal di botol ukuran kecil untuk sekeluarga. Tau 'gitu saya bawa yang botol gede😆.

Keadaan Cuaca
Paling pas ke Turki di musim semi. Selain karena udara yang sejuk, kalian akan melihat bunga-bunga tulip 🌷🌷🌷bermekaran yang Masya Allah indahnya😍. Ini adalah pengalaman saya pertama kalinya merasakan musim semi dengan bunga dimana-mana. Bahkan dulu saja pas ke Jepang belum sampai melihat Sakura sepenuh taman. Mungkin karena dulu ke Jepang pada saat Sakura baru mekar sebagian.

Bagaimana dengan UAE? Duh rasanya panasssss banget. Padahal kata saudara saya kalau cuaca hari itu nggak begitu panas karena kalau musim panas bisa lebih dari 50 derajat celcius. Duh, kalau ke negara Timur Tengah harus pinter-pinter nyari jadwal dimana suhu udara sedikit adem. Alhamdulillah setelah pulang dari dua negara ini saya nggak sakit.

Transportasi
Selama di UAE, saya selalu pakai mobil karena ikut saudara. Tapi di bandara saya melihat ada Stasiun Metro yang bisa kalian naiki untuk ke pusat kota. Jangan ditanya betapa mulus dan bagusnya jalanan di kota Dubai dan Abu Dhabi. Saking mulusnya, kalian bakalan nggak sadar kalau sudah menyetir dengan kencang atau malah jadi ngantuk.
Naik Tram
Selama di Turki, saya mencoba naik MRT, Tram, dan Taksi:

  • Tram : Transportasi ini paling sering saya naiki karena haltenya dekat banget dengan hotel di Istanbul. Tiket masuk juga bisa dipakai untuk 5 orang sampai beberapa kali. Selain bisa berhemat, rutenya juga banyak. Pernah suatu malam saya dan keluarga khusus naik Tram sampai ke halte terakhir. Bahkan kami jadi penumpang terakhir di dalam Tram. Setelah turun, kami menunggu Tram berikutnya untuk balik lagi ke daerah Hotel. Saat itu pas jam orang pulang kerja, sehingga suasana dalam Tram agak penuh. Saya suka menikmati suasana kehidupan sebenarnya orang-orang di suatu negara dan hal ini akan terlihat apabila kita naik transportasi umum. Jadi merasa blend in sama orang lokal.
  • Tramnya keren
    Ayuk naik
    Suasana di dalam tram
  • MRT : Saya baru tau kalau Istanbul ada MRT karena yang saya tau hanya Tram saja. Stasiun MRT terletak di bawah tanah dan benar-benar sangat di bawah tanah. Ntah berapa kali eskalator super panjang harus kami naiki sampai akhirnya sampai di peron kereta dan saya takjub ada stasiun yang super duper luas di bawah tanah. MRT Istanbul memiliki rute yang jauh lebih panjang dari Tram dan jarak tempuhnya lebih cepat. Suasana di dalam MRT kurang lebih sama dengan di negara-negara Malaysia atau Singapore.
MRT
  • Taksi: Jangan sampai kalian naik taksi berwarna kuning di Istanbul😖😖😖! Saya dan keluarga kena scam taksi kurang ajar ini. Ceritanya kami dari Taksim Square mau kembali ke Hotel. Ada taksi kuning di pinggir jalan dan kami mencoba naik. Awalnya sih supirnya ramah dan bilang kalau bakalan pakai argo. Sewaktu sudah sampai tujuan dan kita mau bayar, dia minta uang pecahan besar trus tanpa kasat mata eh malah diambil. Saya sampai nggak sadar kok uang Willy waktu itu hilang. Padahal saya udah mau ngasi uang pas dan dia minta pecahan gede supaya gampang kembaliannya. Alhasil kami dibentak-bentak sopir karena minta kembaliin uang yang dia tilep, dan berakhir kami harus turun dari taksi. Yang pinternya, dia sengaja berhenti ditengah jalan supaya kita nggak nyaman dengan klakson mobil lain yang membuat kita pengen buru-buru turun. Taksi yang adik saya naiki pun sama kurang ajarnya (waktu itu pakai dua taksi. Mama sama adik, saya bertiga dengan Willy dan tante). Setelah kejadian itu langsung Googling. Ternyata banyak yang cerita kalau taksi kuning di Istanbul emang kamfr*t!😡
Semoga kalian sempat baca blog saya dulu sebelum berangkat ke Istanbul, jadi nggak akan pernah naik taksi kuning.

Budget
Nah, berikut ini yang sepertinya paling ditunggu-tunggu. Mari disimak!

Pesawat (Rp. 11,415,667): 

Tiket Emirates Rp. 8,476,280
TURKISH AIRLINES Rp. 495,355
Atlas Global Rp. 690,164
TURKISH AIRLINES Rp. 570,568
Over bagagge 24.5 Lira x 3400 = Rp. 83,300
Pesawat Malaysia Airlines PP Rp. 1,100,000

Visa (Rp. 1,370,927):
Visa Dubai Rp. 1,015,860
Visa Turki Rp. 355,067

Tur (Rp. 10,216,167):
Tur di Cappodacia (1975 EURO) Rp. 7,711,895
Tur Ephesus 45 EURO x 17000 = Rp. 765,000
Tur Pamukkale 270 Lira x 3400 = Rp. 918,000
Evre Tour Bosphorus Rp. 821,272

Hotel (Rp. 2,365,892):
Nicea Hotel Rp. 522,608
Hotel Dekat Bandara Izmir Rp. 476,484
Hotel Istanbul 402 Lira x 3400 (Rp. 1,366,800)

Grand Total Rp. 25,368,653

Angka diatas belum termasuk makan sehari-hari diluar rangkaian tur dan belanja ya. Agak mirip dengan total budget ke New Zealand dulu.

Berikut link tour di Turki:
Tur Cappadocia: turkeyinsiders.com
Tur Ephesus : www.bookingephesustour.com
Tur Selcuk : http://selcukephesus.com/
Tur Bosphorus : http://www.bosphorustour.com/

Baiklah, setelah 4 bulan lamanya menulis blog tentang Turki diselingi dengan cerita sehari-hari, akhirnya selesai juga. Semoga bermanfaat untuk kita semua ya. Sampai jumpa di postingan saya berikutnya tentang Nusa Penida dan Lombok.
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip