Agustus 03, 2018

Opname Karena Rotavirus

Bulan Juli yang lalu, Mama, adik, dan keponakan saya bernama Irsyad main ke Depok. Ini pertama kalinya Irsyad ke rumah saya dan dia sangat antusias. Kerjaannya lari-larian di depan rumah, nyari kucing, ke Taman Bermain hampir tiap hari, dan main ke Mall. Namanya juga anak-anak yang usianya hampir 2 tahun, jadi kerjaannya kalau bukan berantakin rumah, makan, ya lari-larian. Tapi saya sayang banget sama Irsyad karena dia lucu dan menggemaskan. Seolah-olah kalau dia mau berantakin rumah sesering apa pun, saya rela-rela aja😋. 

Karena saya ada meeting di Bandung, saya juga mengajak keluarga untuk ikut. Biasanya kalau sedang ada keluarga di rumah, pasti saya bawa main ke Bandung. Kota yang satu ini memang paling nikmat untuk jalan-jalan, makan, belanja, dan yang pasti bersilaturahmi ke saudara. Saya juga sempat membawa Irsyad ke Farm House Lembang dan lelah sekali menjaganya karena main terus. Lari sana-sini, naik perosotan, lompat-lompat di trampoline, naik mobil-mobilan, pokoknya berhasil membuat Mami (panggilan Irsyad untuk saya) tambah kurus. Belum lagi kalau sedang nge-Mall, berbagai macam susu kita beli untuk Irsyad cicipin. Padahal Mama dan Maminya juga minum😂.

Sepulang dari Bandung, saya kerja seperti biasa ke kantor. Adik saya tiba-tiba menitip beliin obat karena Irsyad muntah-muntah. Saya agak heran karena tadi sewaktu saya tinggal ke kantor masih sehat banget. Ya sudah, saya belikan obat sesuai resep dari adik (dokter) saya. Sewaktu sampai rumah, saya agak prihatin melihat Irsyad kondisinya lumayan lemas. Tengah malam juga beberapa kali adik saya terbangun karena Irsyad muntah sampai 'nyembur. Disitu saya mulai ngeri. Aneh sekali caranya muntah. Setelah diminumkan obat, sudah agak mendingan kondisinya.

Paginya Irsyad terlihat sangat lemas dan nggak mau makan. Saya jadi sedih melihat kondisinya seperti itu. Belum lagi dia mulai diare. Saya bawa jalan-jalan dan menjaga agar kondisi rumah tetap dingin sehingga semua AC dinyalakan. Sampai di sore hari Irsyad demam, tetapi saya dan Mama sedang ke ITC Depok. Adik saya menelepon sambil nangis dan katanya Irsyad sudah diare berulang kali. Saya mulai ketakutan😖. Saya teringat teman-teman pernah bilang kalau anak kecil paling gampang meninggal kalau dehidrasi. Saya langsung googling untuk mencari jadwal dokter anak di RS Mitra Keluarga Depok (cuma teringat RS ini saja) dan alhamdulillah malam ini dokternya praktek. Saya mengantarkan Mama ke rumah pakai Grab Car, lalu menjemput adik saya dan Irsyad yang terlihat sangat lemas😣. Saya meminta supir Grab untuk membawa kita balik ke RS Mitra Keluarga tanpa order di aplikasi Grab dulu (takut kelamaan menunggu) dan supirnya mau. Supirnya juga nggak mematok bayar berapa, seikhlasnya aja. Mungkin beliau tau karena kita juga sedang panik.

Sepanjang jalan Irsyad saya peluk. Dia terlihat sangat lemas dan terkadang tertidur. Karena mobil sangat gelap (malam hari), saya tidak bisa melihat Irsyad sedang tertidur atau nggak. Pikiran-pikiran buruk mulai merayap ke kepala saya dan saya hanya bisa beristighfar. Sekali-kali saya bangunkan Irsyad hanya untuk memastikan kalau dia masih merespon panggilan saya.

Sampai di RS Mitra Keluarga, adik mendaftar poli anak dan saya duduk mengajak Irsyad jalan-jalan. Terkadang saya duduk di ruang tunggu sambil menatapnya. Rasanya saya tidak siap untuk kehilangan dia (semua orang pasti tidak siap untuk kehilangan orang yang disayang) dan pada saat itu saya sampai menitikkan air mata seraya terus menatap wajahnya yang imut. Irsyad sadar kalau Maminya sedang nangis dan dia tersenyum. Mungkin karena tidak pernah melihat ada air yang keluar dari mata saya sehingga dia berusaha meraih tetesannya di pipi saya seraya tersenyum. Saya menyeka air mata dengan kerudung dan dia senyum lagi. Dia kira saya sedang mengajaknya main Cilukba. Saat itu rasanya sedih sekali.

Kami mengantri di poli anak. Sambilan menunggu, saya bermain tebak-tebakan bersama Irsyad agar dia bisa berpikir. Ketika nama Irsyad dipanggil masuk poli, Dokter Spesialis Anak Susi Putri yang memeriksanya. Dr. Susi langsung menyuruh Irsyad untuk diopname karena sudah dehidrasi akut. Kami setuju saja karena kalau diinfus walaupun anaknya nggak mau makan tetap aja ada nutrisi dan cairan yang masuk.

Hal yang paling tidak tega lagi adalah melihatnya diinfus. Karena masih kecil, perawat agak susah memasangkan infus. Jadi harus menusuk di kedua belah tangan dan membuat Irsyad nangis terus. Jangan tanya perasaan saya, apalagi Mamanya. Rasanya teriris-iris melihat Irsyad menangis seraya menunjukkan tangan yang kesakitan karena tertusuk jarum infus. Setelah mendapat kamar, sekitar Shubuh badan Irsyad panas banget sehingga harus diinfus parasetamol baru turun demamnya. Haduh rasanya sedih sekali.

Dari hasil pemeriksaan Lab, Irsyad kena Rotavirus. Memang kalau di Aceh agak susah vaksin virus yang satu ini, sehingga Irsyad jadi kena. Kata dokter, pasien anak dalam 2 bulan terakhir ini adalah karena rotavirus bahkan ada yang sudah divaksin. Irsyad bisa diare sampai 17 kali sehari, tapi pasien dokter bulan lalu bahkan sampai 31 kali diare perhari dan umur anaknya masih 8 bulan. Kecil banget 😣😣😣. Kebayang betapa lemasnya anak usia segitu kalau diare sampai 31 kali perhari.
Infus dan balon
Saya dan Mama bergantian menemani adik saya di RS. Waktu itu ada adik cowok juga di Depok, jadi dia yang bertugas mengantarkan makanan. Biasanya saya mengurus rumah dulu, 'nyuci baju Irsyad yang terkena kotaran, baru ke RS. Biasanya kalau saya yang jagain Irsyad di RS, saya akan bawa dia jalan-jalan biar nggak bosen. Terkadang kalau dia udah nggak nyaman, Irsyad bisa tantrum. Karena Irsyad nggak pernah tantrum, kami jadi bingung mau diapain. Apalagi kalau yang bezuk rame banget dan dia mendadak tantrum. Tambah bingung lagi mau 'gimana.

Alhamdulillah hari demi hari kondisinya semakin baik. Apalagi ketika Ayah Irsyad datang, kondisi Irsyad mendadak jauh lebih baik. Mungkin faktor kangen Ayah juga, makanya ketika Ayah datang, Irsyad jadi cepat sembuh. Setelah dirawat 5 malam, Irsyad bisa pulang. Alhamdulillah kondisinya baik sekali sampai nafsu makannya meningkat tajam. Semua makanan di lahap dan kita jadi nggak khawatir untuk mengembalikan berat badannya yang sempat turun karena diare.

Saya nggak bisa memberikan rincian seluruh biaya RS karena semua kwitansi ada di adik saya. Saya tuliskan saja yang saya ingat ya. Semoga membantu apabila ada dari anak-anak kita yang sakit dan ingin berobat ke RS. Mitra Keluarga Depok.
Poli Dr. Spesialis Anak Rp. 215,000
Laboratorium Rp. 1,700,000
Kamar permalam (sekamar bertiga) Rp. 440,000
Total biaya selama dirawat 5 malam adalah Rp. 8jutaan.

Semoga bermanfaat, semoga anak-anak kita selalu sehat. Aminnnn💕
Reactions:

2 comments:

YeN mengatakan...

Rotavirus itu apa mbak?

Meutia Halida Khairani mengatakan...

@yen : kan uda dijelasin diatas

Follow me

My Trip