Oktober 02, 2018

Meteor Garden 2018 VS Real Life

Hi semua. Belakangan ini saya merasa terlalu disibukkan dengan urusan kantor yang sangat memusingkan. Bahkan postingan Asian Games di Jakarta belum sempat tersentuh. Seolah-olah ingin melarikan diri dari dunia kerjaan, saya memutuskan untuk menonton drama. Sebenarnya saya sangat nggak punya waktu untuk nonton serial dan nggak mau memulainya supaya nggak ketagihan juga. Tapi berhubung sangat penat isi kepala ini, pada suatu malam, saya memutuskan untuk menonton serial Meteor Garden. Agak kaget juga melihat jumlah episodenya 49 dan saya berpikir ntah kapan selesai menontonnya.
Pada dasarnya alur cerita masih sama persis seperti drama Meteor Garden yang dulu pernah diperankan oleh Barbie Tsu dan Jerry Yan. Cerita masih seputar cinta Dao Ming Se ke San Cai dan persahabatan F4. Hanya saja di serial tahun ini tidak ada bullying (mungkin karena peraturan internasional menghilangkan tontonan apa pun tentang bullying) dan banyak hal di tampilkan lebih kekinian. Saya akan jabarkan satu persatu.

1. Diterima di Universitas Ming De
Dulu ceritanya adalah San Cai diterima kuliah di universitas berisi anak-anak kaya semua. Karena dia miskin, jadi San Cai menjadi bahan bullying. Tapi sekarang, hanya anak-anak pintar saja yang bisa masuk Universitas Ming De. Hubungan pertemanan antar mahasiswa juga terlihat lebih baik dan F4 dikenal bukan hanya sekedar kaya, tapi juga mahasiswa paling berprestasi di kampus. Beberapa episode menunjukkan kalau mereka bisa memberikan inovasi terhadap bisnis orang tuanya dan bisa menjadi contoh untuk anak-anak muda jaman sekarang. 

2. Social Media dan Social Messenger
Sekarang eranya digital dan hal ini berdampak juga pada serial Meteor Garden. Foto-foto Sancai dengan cowok lain bisa dengan cepat tersebar luas lewat aplikasi sosial media seperti Weebo. Mereka menggunakan social messenger juga yang sepertinya tidak begitu tren di Indonesia. Apalagi tipe pengiriman pesan lewat Voice Message juga jarang sekali di Indonesia. Orang Indonesia lebih suka langsung menelepon daripada kirim Voice Message😆. Tapi ada serunya juga pakai Voice Message karena kalau kita kangen orang tersebut dan ingin mendengar suaranya, bisa diputar ulang😊.

3. Aplikasi Pendukung
Beberapa episode menunjukkan kalau Sancai memesan perabotan rumah di aplikasi penjualan barang bekas, atau melakukan reservasi penginapan melalui aplikasi yang saya kurang tau apa karena pakai bahasa Mandarin. Menurut saya ini adalah hal yang cukup menarik karena belum ada tipe iklan aplikasi seperti ini di film-film atau sinetron Indonesia dan saya rasa sangat tepat sasaran. Penonton Meteor Garden kebanyakan anak muda dan suka meniru idolanya. Pasti mereka langsung tertarik dengan aplikasi yang dipakai idolanya. Ada juga aplikasi cicilan bank tanpa kartu kredit dan berbagai macam lainnya yang sangat menarik menurut saya. Mungkin banyak perusahaan berbasis teknologi yang menjadi sponsor di serial ini.

4. Iklan produk
Berbeda dengan serial Meteor Garden lainnya, disini terasa banget iklan produk. Kalian bisa melihat produk minuman seperti Yakult dan satu lagi lupa yang menjadi sponsor utamanya. Sampo Clear dan produk kosmetik China. Parfum Chanel dan mobil BMW. Tapi kalau mobil memang hampir semua film Hana Yori Dango di negara berbeda pasti ada sponsor utamanya. Teringat dulu serial versi Jepang di sponsori oleh Mazda.

5. Pakaian dari merk ternama
Ntah karena saya baru menyadari sekarang, keluarga Dao Ming Se dan teman-temannya F4 juga cewek-cewek yang kaya semua memakai pakaian, sepatu, tas, kacamata dari merk seperti Gucci, Dior, LV, Fendi, dan lainnya. Jadi membuat style mereka terlihat high class dan kece banget. Ada harga ada rupa sih, tapi kalau dibandingkan dengan Meteor Garden 2001 kok kayaknya stylenya jelek ya😂. Sepertinya pada saat itu pasti style Jerry Yan udah yang paling keren di Asia.

7. Scene nggak masuk akal
Terlepas dari beberapa poin diatas, banyak juga adegan yang nggak masuk akal. Misalnya Dao Ming Se setelah dipukulin babak belur bisa cepat banget sembuh. Habis operasi bisa tertawa lepas tanpa merintih kesakitan. Sancai nggak sadar-sadar si Dao Ming Se suka sama dia padahal udah sebegitunya😓.  Dan ketika Sancai menunggu Dao Ming Se di depan rumahnya berhari-hari, kehujanan, di musim gugur yang udaranya sangat dingin, dia bisa bertahan. Memangnya dia nggak pengen ke toilet? Emangnya ada yang kuat bertahan basah-basahan di suhu dibawah 5 derajat berhari-hari tanpa makan dan minum walaupun dengan kekuatan cinta? Yah namanya juga film, hahaha.

8. Adegan percintaan tidak keluar batas
Mungkin karena genre remaja dan Asia termasuk benua yang masih menjunjung tinggi adat ketimuran, jadi adegan percintaan hanya sebatas ciuman. Adegan pacarannya juga masih termasuk biasa aja nggak macam-macam. Sesering apa pun F4 ke Bar, tapi mereka adalah anak baik-baik dan beretika. Berbeda dengan serial remaja barat seperti Vampire Diaries yang agak kurang pantas di tonton untuk anak-anak usia abege. 

Baiklah, beberapa poin diatas lumayan menyita perhatian saya. Mungkin karena saya bukan abege lagi, jadi menilai serial ini dari sisi yang berbeda. Terutama dari cerita cinta mereka sih. Jujur aja kekuatan cinta mereka itu kuat banget dan saya sampai nangis juga (oke, mungkin berdasarkan pengalaman pribadi). Dulu pas masih sekolah nonton Meteor Garden lebih melihat si Jerry Yan ganteng dan kaya, tapi saya nggak terasa sama percintaannya. Kalau kali ini terasa banget. Saya seolah tau banget rasa sakitnya dan bahagianya, makanya malas nonton beginian.

Sebenarnya dalam kehidupan nyata, cowok sempurna yang kaya, ganteng, pinter, galak, tiba-tiba jatuh ke pelukan cewek sederhana itu agak sering terjadi. Terkadang saya berpikir kalau cowok udah sempurna, tinggal cari aja cewek mana pun, dikejar sesaat, pasti dapat. Dan jaman sekarang nggak ada kisah cinta yang begitu susahnya sampai orang tua nggak setuju anak cowoknya menikah dengan wanita biasa. Selama cewek itu baik, dari keluarga baik-baik, orang tua mana yang nggak setuju.

Tapi, bagaimana kalau yang kaya itu adalah ceweknya? 

Disini justru permasalahannya. It happens to me all the time. Padahal cewek tersebut nggak sekaya Dao Ming Se, tapi ketika orang melihat profilnya di social media yang sudah tidak mungkin disembunyikan karena keperluan bisnis, malah menjadi boomerang. Banyak cowok yang cewek itu kenal sebagai teman tanpa embel-embel bisnis, malah pergi menjauh dan sering membahas, "Direktur enak ya hidupnya..." Apalagi kalau mau ngetrip bareng, cewek bawa koper dipermasalahkan karena orang kaya nggak sanggup bawa ransel. Cewek itu memakai jaket-jaket mahal yang tahan udara dingin sampai suhu minus 20 pun dipermasalahkan. Semua postingan di instagram cewek tersebut yang pernah mendatangi tempat-tempat indah di dunia membuat mereka memberikan jarak. Bahkan terkadang pergi.

Yang paling menyedihkan adalah ketika sudah janjian tapi nggak datang. Dan terakhir cewek itu tau kalo si cowok takut tidak sanggup mengimbangi. Padahal, cowok itu juga menyiksa dirinya sendiri dengan nggak datang dan menahan sakit dengan mencari tau tentang cewek tersebut dari semua social media. Terkadang dia mau sekedar mengobrol menggunakan social messenger, tapi mempertimbangkan chatnya bakalan dibalas apa nggak oleh si cewek juga berakhir hanya diam saja. Si cewek juga sama, melihat cowok jarang merespon, jadi mengurungkan niat untuk menyapa duluan. Kalau begini, mana ada habisnya?

Apabila seperti ini keadaannya, mungkin ceweknya akan berbalik menjadi Dao Ming Se yang mengejar Sancai habis-habisan. Tidak peduli bagaimana akhirnya, yang penting usaha dulu karena tetap hasil tidak akan mengkhianati usaha. Wajar kalau cewek tersebut tidak akan menurunkan standar. Dia harus menjaga perusahaannya agar tetap bisa menggaji seluruh karyawan sehingga membutuhkan pendamping yang  hebat. Dia membutuhkan cowok yang masuk standarnya dari segi pendidikan, keluarga, dan agama. Tidak perlu kaya, yang penting bisa dipercaya, dan hal itu sudah sangat sulit di jaman sekarang. Kalau sang cewek sudah merasa menemukan orang yang tepat, bukan tidak mungkin dia akan mengejar cowok tersebut seperti Dao Ming Se mengejar Sancai atau Xiao Yuo mengejar Ximen.

Overall, serial ini sangat menghibur dan memperpendek waktu saya ketika harus berada di dalam kereta berangkat atau pulang dari kantor. Agak malu juga kalau menonton adegan ciuman tapi sedang berdesak-desakan di kereta, atau adegan lucu yang membuat saya ketawa sendiri yang membuat beberapa orang di sekitar saya jadi ngeliatin. Untung adegan yang sedih sampai membuat saya menangis biasanya saya tonton ketika sedang berada di rumah, sehingga tidak membuat orang keheranan kok saya nangis di kereta😅😅😅.

Baiklah, selamat menonton. Hati-hati lupa waktu tapi bagus sebagai hiburan. Sampai jumpa!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip