November 26, 2018

Gigi Miring

Sudah sebulan ini saya merasa gigi agak miring. Kalau ditarik garis secara vertikal sih masih lurus ya. Bahkan kalau saya tersenyum, barisan gigi sudah jadi pas banget dengan bukaan bibir😄. Bisa dibayangkan nggak? Hahaha😅. Mungkin ini namanya Perfect Smile yang masih on the way. Walaupun tampaknya gagal Perfect Smile 2018 karena ternyata memperbaiki gigi saya nggak segampang itu, tapi masih ada Perfect Smile 2019 yang mulai saya canangkan dari sekarang. Semangat💪!!

Kali ini saya kontrol dokter di hari minggu malam jam 19.30. Tapi karena banyaknya pasien, jadi delay sampai ke jam 20.30 (udah kayak pesawat aja delay) karena jadwal saya di hari selasa yang biasanya sudah penuh. Jujur saya kurang suka kontrol gigi di malam hari karena pasti agak molor dari waktu yang ditentukan. Belum lagi harus pulang malam bikin lebih capek sampai rumah. 

Ketika kontrol tadi malam, saya bilang ke dokter akhirnya. "Dok, gigi atas bagian kanan kayaknya miring deh." Berhubung dokternya super duper baik, beliau langsung menanggapinya dengan serius dan menatap gigi saya dari depan secara lurus lalu menyuruh saya miring ke kiri dan kanan. Dokter kemudian mengangguk-angguk dan bilang, "Karena saya tarik dari sisi sebelah sini (ntah 'sini' yang mana) jadi gigi atas kanan nggak tegak berdiri. Semula dokter udah menyuruh perawat mengambil karet dengan kode sekian, tapi karena saya bilang gigi agak miring jadi diganti lagi ke kode sekian. "Saya ubah lagi ya susunannya biar kedepannya nggak berabe." Ha? Berabe? Kok bisa? Pada akhirnya saya tetap pasrah apa pun yang dilakukan dokter ke gigi saya.

Dokter juga mengganti kawat indikator yang bawah walaupun saya merasa nggak ada yang salah dari gigi bawah. Setelah diganti, geraham saya jadi nyut-nyutan banget sampai sekarang. Jadi susah mengunyah, tapi karena baru sembuh diare jadi memang malas makan. Trus gigi bagian sisi kanan atas jadi kenceng banget.
Sudah lumayan
Pada akhirnya saya mau berkesimpulan, sepandai-pandainya dokter, kita bisa ikut membantunya dengan mengatakan kalau ada bagian gigi yang kurang sesuai. Misalnya di kasus saya, semula saya berpikir palingan nanti dokter bakalan tau kalau gigi saya miring. Mungkin dokter punya fokus sendiri misalnya dengan merapatkan celah gigi supaya langsung rapi, tapi sebenarnya kita lebih tau kalau kita ingin susunan gigi seperti apa. Kalau sudah dibilang ke dokter, nanti dokter akan cari cara supaya gigi tetap rapat dan nggak miring.

Untuk menghindari jadwal kontrol gigi di weekend, akhirnya saya minta dijadwalkan kontrol gigi sampai 2 bulan berikutnya. OMDC sekarang pasiennya banyak banget. Kalau dulu bisa dijadwalkan sebulan sebelum (ini aja udah lama banget), sekarang harus 2 bulan sebelum. Semoga ketika harus dijadwalkan 3 bulan sebelum, gigi saya sudah rapi🙈. Aminnn ya Allah.

Kontrol Saphire Braces Rp. 265,000

November 24, 2018

Connecting The Dot - Workshop ~ Part 3

Hai, akhirnya kembali lagi menulis di sela-sela kesibukan yang membuat saya diare sejak senin kemarin. Ada yang bilang saya kecapekan, tapi kok saya nggak merasa capek🤔. Kegiatan memang lumayan banyak seperti ikut kuliah fotografi, meeting di luar, terus besoknya menghadiri pernikahan teman, masuk kantor, jadi tuan rumah acara Maulid Nabi Muhammad ﷺ , dan berakhir dengan demam tinggi. Saya bahkan udah nggak ingat lagi kapan terakhir demam setinggi itu sejak saya di vaksin flu. Tapi alhamdulillah sekarang sudah baikan dan siap menulis kelanjutan cerita workshop kemarin di Bandung.

Pada malam kedua seusai shalat magrib dan makan malam, workshop Connecting The Dot dilanjutkan. Kali ini kita membahas satu-persatu peserta yang kesulitan membuat akun Amazon dan berbagai problematika yang dihadapi peserta. Panitia sudah seperti dokter yang bertanya, "Amazon kamu keluhannya apa?" 😝😝😝 Dan hampir semua peserta memiliki permasalahan yang berbeda🤦‍♀️. Ada yang aneh banget seperti alamat di Billing Statement berbeda RT dan RW, nama komplek, nomor rumah, dan sebagainya. Ada juga yang passpornya terdiri dari 3 nama karena beliau pernah umroh, sedangkan di buku bank hanya 2 nama. Ampun dah😣!
Kepenatan malam itu
Kita memang berusaha membantu mereka untuk mencari solusi karena setiap permasalahan seperti itu bisa menjadi bahan pembelajaran untuk Rancupid agar kedepannya apabila menghadapi problamatika yang sama jadi tau harus bagaimana menghadapinya. Hanya saja karena begitu banyak masalah, bahkan hampir semuanya belum pernah kita hadapi sebelumnya, jadi bingung juga mencari solusinya😣. Tim Rancupid akan menampung semua pertanyaan yang nggak bisa kami jawab untuk menjadi bahan riset nantinya. 

Kalian tau, membahas permasalahan seperti ini saja membuat kelas workshop kita bubar jam 10 malam. Kakros juga udah mulai bergabung di workshop malam itu sehingga kita ada tambahan bala bantuan untuk memikirkan solusi para peserta yang akun Amazonnya belum tembus. Jadi terasa capek banget🥴. Ketika kembali ke kamar pun rasanya udah nggak sanggup ngapa-ngapain lagi. Palingan mandi, lalu masuk ke selimut dan tidur. Hari itu otak dan tenaga benar-benar terkuras. Alhamdulillah masih berjalan lancar.
Sampai jam 10 malam 💪
Masih harus bangun pagi di hari ketiga, materi workshop tentang Laporan Keuangan diisi oleh Kakros (nama aslinya Ade Rosiva, tapi saya suka panggil dia Kakros). Untuk urusan keuangan memang Kakros yang paling menguasai bahan karena dia adalah mantan auditor di PWC. Kita sengaja membuat materi ini di pagi hari agar pikiran masih fresh (padahal ngantuknya setengan mati😪), sehingga diharapkan orang-orang bisa menerima ilmu dengan baik. Materi yang satu ini agak sulit, sehingga panitia pun ikut memperhatikan dengan seksama.
Presentasi laporan keuangan
Peserta langsung hening
Setelah Kakros, Satrio melanjutkan presentasi. Kali ini dia mengajarkan peserta cara membaca data di menu Sales and Traffic Amazon. Jujur aja saya sendiri tidak begitu jago dalam membaca data dan ketika Satrio presentasi, saya jadi fokus memperhatikan setiap presentasi. Untung saja dia memberi penjelasan dengan detail, mudah, dan santai, sehingga gampang diterima oleh orang awam. Jadi lebih mengerti tentang hal teknis masalah data sebagai pembelajaran saya juga ketika nantinya RancupidTravel Marketplace sudah launching. Insya Allah.
Giliran Satrio presentasi
Ada pertanyaan?
Setelah Satrio presentasi, kami membagikan angket untuk survey kepuasan peserta. Sempat deg-degan dengan hasilnya karena ini adalah pilot project tapi alhamdulillah 97% puas dengan workshop kali ini. Acara ditutup dengan foto bareng dan makan siang. Untuk yang masih mau konsultasi masalah data, kita bisa layani sampai pukul dua siang. Setelah itu kami bersalam-salaman dengan peserta dan berterima kasih untuk keikutsertaannya dalam acara ini. Insya Allah batch dua akan dilaksanakan bulan Januari 2019.
Gaya baik dan benar
Setelah semua peserta pulang, Tim Rancupid dan Woimedia mengadakan meeting evaluasi. Karena acara berjalan lancar, evaluasi hanya memakan waktu 20 menit saja. Tidak ada hal yang terlalu signifikan yang dibahas karena alhamdulillah acaranya seru, peserta puas, makanan banyak, venue oke, dan tim dapat bekerjasama dengan sangat baik. Walaupun ini pertama kali Rancupid bekerja dengan Woimedia, alhamdulillah tidak ada hal buruk terjadi. Semuanya baik dan lancar, sehingga kita pasti bisa bekerja sama lagi di kemudian hari.
Gaya minta duit menurut saya
Terima kasih untuk semua pihak yang mendukung terlaksananya acara ini dengan baik. Sampai jumpa di bulan Januari 2019, Insya Allah❤️❤️❤️.

November 15, 2018

Connecting The Dot - Workshop ~ Part 2

Karena semalem nongkrong sampai larut, saya nggak ikutan sarapan di hotel. Adik saya Achmad sepertinya sudah turun duluan karena kasurnya 🛏️ sudah tak berpenghuni. Saya lihat jam di hp ternyata sudah pukul 7.30 pagi. Duh, rasanya masih ngantuk banget 😴 tapi harus bangun dan cuci muka. Saya lalu makan roti 🥐 hadiah tadi malam sambil menikmati pemandangan Bandung yang indah di pagi hari dari kamar hotel. Bandung memang selalu menenangkan🥰. Setelah itu sekitar jam 8 pagi saya mandi dan berkemas untuk turun ke lantai 2 tempat workshop diselenggarakan. Oh iya, hari ini kami wajib memakai kaos Connecting The Dot agar seragam.

Sewaktu saya turun, ruang seminar malah masih kosong. Karena kemarin banyak yang kesulitan melihat slide presentasi yang buram dan peserta duduk jauh dibelakang, jadinya di hari kedua semua peserta langsung saya pindahkan duduk di depan. Satu meja saya taruh 3 nama biar lebih efektif. Tadi malam juga layar proyektor sudah dipindahkan lebih ke depan supaya terlihat oleh semua orang. Biarlah para panitia saja yang duduk di belakang.
Semangat hari kedua💪
Coffee break sudah tersedia di depan ruang seminar dan saya ambil beberapa kue dan secangkir teh untuk dibawa ke dalam ruangan. Workshop dimulai tepat pukul 9 pagi dan Achmad mengisi materi presentasi pertama. Kali ini dia mengajarkan cara mendaftar produk di Manage Inventory Amazon dan para peserta dapat langsung mencoba di laptop masing-masing. Saya, Khanti, dan Satrio jalan berkeliling memantau para peserta apabila ada pertanyaan atau kesulitan dalam menambah produk. Beberapa peserta bertanya hal yang unik dan lucu seputar produk. Ada juga yang 'nyasar masuk ke Amazon Mexico 😅tapi nggak berani bertanya bagaimana pindah ke Amazon US karena takut ditertawakan😂, tapi akhirnya bertanya juga dengan wajah memelas🙁. Jujur aja saat itu saya tertawa juga😂.
Achmad mengisi materi
Setelah selesai sesi Achmad, peserta dipersilahkan untuk refill makanan ke piring yang sudah kosong😛, lalu masuk ke ruang seminar lagi. Kali ini sesi perkenalan dengan tim Rancupid dibantu oleh Mas Dzaky sebagai MC. Saya, Khanti, Achmad, dan Satrio duduk berjajar di depan untuk ditanyai satu demi satu oleh Mas Dzaky persis seperti sebuah acara talkshow. Obrolan dibuka oleh Khanti yang bercerita latar belakang bisnisnya sampai akhirnya bergabung dengan Rancupid. Setelah itu giliran saya, lalu Achmad, dan terakhir Satrio. Kita membuat acara obrolan kali ini lebih santai dengan memberikan berbagai pengalaman dari semula membuat Amazon ditahun 2015 sampai sekarang, jatuh bangun bisnis, banyak akun Amazon dan Paypal yang suspend, dan juga dari sisi mental dimana mendadak kaya dan juga mendadak miskin, hahahaha🤣🤣🤣. Begitulah pengusaha, siap kaya, siap miskin, asalkan bisa mengatur keuangan dengan baik, rajin bersedekah, dan berdoa, insya Allah bisnis kita akan dijaga oleh Yang Maha Pemberi Rezeki.
Talkshow
Bercerita pengalaman pribadi
Waktu makan siang tiba. Biasanya diwaktu-waktu seperti ini, saya dan tim Rancupid sering diserbu oleh para peserta dan ditanya berbagai macam pertanyaan seputar bisnis dan Amazon. Seru juga mendengar cerita mereka yang pernah menjalankan bisnis, tetapi capek juga menjawab pertanyaan yang super banyak. Kalau sudah begitu biasanya saya pasti makan belakangan dan sedikit saja, karena nanti pasti ada coffee break lagi. Agak susah juga menjawab pertanyaan peserta sambil makan, makanya saya menaruh makanan sekedarnya saja. Kalau lapar, nanti tambah lagi, daripada langsung banyak tapi terbuang sia-sia.

Setelah makan siang, sesi berikutnya adalah perkenalan peserta. Bukan cuma peserta yang ingin tau bagaimana Rancupid, sebaliknya kami juga ingin tau bagaimana peserta. 19 orang mulai menceritakan diri mereka masing-masing, bisnis sebelumnya apa, motivasi ikut workshop, dan lainnya. Banyak dari para peserta sudah sukses duluan dan ikut workshop karena mau membesarkan bisnis. Ada juga yang ingin mengekspor barang ke Amerika seperti proyek jangka panjang Rancupid dan Woimedia yang sudah direncanakan. Bahkan ada pengusaha properti yang malah ingin pindah bisnis ke Amazon.
Para peserta
Setelah perkenalan, sesi dilanjutkan oleh Khanti yang membahas tentang Confirm Orders di Amazon. Agak susah sebenarnya menceritakan bagaimana cara Confirm Orders karena akun Amazon para peserta masih baru dan belum ada orderan sama sekali. Tetapi Khanti cukup meyakinkan dalam presentasi, sehingga lumayan mencuri perhatian para peserta. Hanya saja, sesi ini jadi berlangsung begitu cepat karena peserta tidak bisa hands on ke laptop masing-masing.
Khanti presentasi
Setelah sesi Khanti, barulah saya yang presentasi. Dari kemarin belum presentasi dan hari ini kebagian 2 sesi berturut-turut. Semula saya deg-degan tapi sedikit, beda banget ketika jaman kerja di Metrodata dulu dimana saya selalu stres kalau mau presentasi. Mungkin karena dulu nggak begitu paham dengan materi, sehingga presentasi adalah hal yang paling menakutkan😱. Berbeda dengan materi sekarang yang sangat saya sukai dan insya Allah saya pahami juga. 

Saya membahas sesi Managing Team atau Freelancers yang sukses membuat pertanyaan bertubi-tubi datang dari para peserta. Ada peserta yang dari awal 'ngantuk dan terdengar tidak antusias, tapi di sesi ini beliau sampai bertanya terus-menerus berkali-kali. Bahkan, tiap saya mengganti slide, pertanyaan terus-menerus timbul dan saya senang dengan antusiasme mereka. Walaupun saya jadi pegal memegang mic yang berat dan jadi jalan-jalan ke kiri dan ke kanan, tapi saya senang🥰. Materi yang saya bawakan memang bukan teknis dan lebih ke pengalaman sehari-hari bagaimana membentuk tim yang solid untuk membantu bisnis ini.
Saya presentasi
Waktu coffee break tiba dan saya langsung menghela napas panjang. Lelah sekali rasanya memegang mic yang berat. Saya mengambil cemilan dan minum teh, agar energi pulih kembali. Setelah istirahat, Rezki memandu para peserta bermain game terlebih dahulu biar nggak stres🤯. Udah 2 hari belajar melulu nanti malah pusing, makanya kita butuh refreshing sejenak. Permainan kali ini adalah tebak kata yang sukses membuat satu ruangan tertawa terbahak-bahak 🤣🤣🤣 dengan gaya mereka yang serius tapi lucu. Peserta dibagi dalam 4 tim untuk diadu menyebutkan huruf perkata. Semua peserta sangat serius bermain game walaupun hadiahnya tidak seberapa. Jadi senang banget melihatnya. Alhamdulillah semua langsung gembira pada saat itu dan siap menerima materi dari saya lagi.
Tim Rezki
Tim Mas Dzaky
Ketika saya memulai presentasi, seluruh ruang mendadak hening😶. Kali ini materinya memang agak sulit yaitu tentang Performance di Amazon dan mereka harus menyimak dengan seksama. Tidak seperti materi sebelumnya, para peserta tidak terlalu bertanya di sesi ini. Mungkin karena akun mereka baru 'lahir' dan menu Performance belum ada dosanya😅. Maka dari itu materi ini diberikan agar para peserta bisa menjaga akun terus dalam kondisi sehat agar tidak terkena Suspend dari Amazon.

Waktu Magrib dan makan malam tiba. Para peserta boleh kembali ke kamar masing-masing dulu atau mau makan juga dipersilahkan. Hari ini sesi workshop akan dilanjutkan sampai pukul 10 malam. Saya tidak kembali ke kamar karena banyak peserta yang menyerbu saya dengan berbagai pertanyaan. Seolah-olah waktu 1,5 jam untuk beristirahat tidak cukup karena kami harus kembali lagi ke ruang seminar.

Baiklah, saya cukupkan dulu blognya sampai disini. Nanti saya lanjutkan ke Part 3 karena sesi workshop malam ini dan besok sebenarnya masih ada kaitannya. Stay tuned!

November 10, 2018

Connecting The Dot - Workshop ~ Part 1

Sudah 2 minggu yang lalu workshop Connecting The Dot selesai, tapi baru hari ini saya sempat untuk menuliskannya. Mungkin karena sepulang workshop, badan masih capek banget. Ditambah harus ke Kuala Lumpur karena dapat tiket promo 200rban pulang-pergi. Teringat setelah workshop sempat berkeinginan untuk jalan-jalan ke Kuala Lumpur karena kangen teman-teman disana, pengen jalan-jalan banget karena otak udah panas 😫😫😫 gara-gara workshop, dan mau ambil paket makeup yang udah dibeli di Sephora sewaktu diskon 20% bulan lalu. Alhamdulillah doa saya dikabulkan Allah jadinya bisa jalan-jalan dengan tiket murah, ditambah cashback 1 juta rupiah dari kartu kredit Citibank melengkapi uang saku saya selama di Kuala Lumpur. Ditambah menginap gratis di rumah Tina lagi, alhamdulillah. Nanti saya akan posting cerita tersendiri untuk trip ke Kuala Lumpurnya ya✈️.

Tanggal 25 Oktober 2018 yang lalu, saya dan tim Rancupid harus berangkat ke Bandung untuk menjadi pemateri workshop Connecting The Dot (CTD). Sebelumnya, saya meeting dulu di stasiun Manggarai sekitar 2 jam yang membuat otak saya panas banget karena kepenuhan ide😩. Belum lagi peserta Pra Event workshop mengirim banyak banget pesan melalui aplikasi Telegram yang sukses membuat batre hp saya cepat habis dan saya harus menjawab banyak pesan setiap saat. Jam 1 siang sampai di rumah, lalu makan siang dulu baru bersiap ke Bandung. Kali ini saya membawa koper karena baju yang dibawa juga banyak😁😁😁.

Jam 3.30 sore setelah Ashar, saya dan adik berangkat ke Aya Travel. Ternyata saya booking travel yang salah dari Bandung ke Depok, seharusnya Depok ke Bandung😨. Duh, sempet takut banget kehabisan kursi tapi ternyata karena hari kerja, penumpang travel agak sepi. Alhamdulillah nggak jadi mengundur jadwal keberangkatan. Karena udah ngantuk dan capek, sewaktu mobil jalan, saya tidur nyenyak. 1,5 jam berikutnya saya terbangun dan melihat sekeliling masih di KM 30an. Waduh, ternyata macet banget. Sisa waktu sampai ke Bandung, saya jadinya mengobrol dengan adik.

Jam 7.30 malam, saya sampai di Bandung. Perjalanan kami tempuh 3.5 jam masih lumayan masuk akal. Kalau pagi di hari kerja terkadang bisa cuma 2 jam saja ke Bandung, tapi kali ini karena pembangunan di tol membuat macet banget. Dari Aya Travel di Tamansari ke Hotel California cuma 5 menit. Kami check in (panitia workshop memang sudah dibukakan kamar duluan), lalu masuk kamar. Saya ganti baju dan mengajak adik saya ikut jalan-jalan, tapi dia lebih memilih di kamar. Mungkin karena sepanjang jalan ke Bandung adik nggak bisa tidur, jadi kepalanya sedikit pusing. Berbeda dengan saya udah tidur nyenyak, malah jadi segar banget. Saya ganti baju dan pakai jaket, lalu jalan-jalan keliling Bandung pakai motor. Untung pemateri nggak masuk angin besoknya😆.

Jam 8 pagi besoknya, saya dan adik turun sarapan di resto hotel. Saya lihat sudah ada beberapa peserta workshop duduk di lobi hotel karena ruang seminar baru bisa dipakai jam 8.30. Kebanyakan dari mereka datang dari luar kota dan sampai Bandung di pagi hari. Terlihat wajah mereka yang lelah dan lapar tapi semangat banget untuk belajar. 
Para pemateri
Open registration
Pukul 8.30 sudah open registration dan disediakan coffee break. Barulah para peserta mulai segar karena minum kopi/teh, juga sarapan. Peserta mulai datang satu demi satu sampai akhirnya ruang seminar penuh. Duh, rasanya senang banget melihat antusiasme orang-orang untuk acara ini. Apalagi CTD merupakan pilot project dan ntah berapa kali saya ragu kalau acara ini bakalan banyak peminatnya.
Foto di banner
Ruang seminar
Tepat pukul 9 acara dibuka oleh Army Al-Ghifari, CEO Woimedia. Beliau bercerita tentang betapa besar bisnis Amazon di US dan di seluruh dunia. Apalagi, 2 minggu yang lalu Army baru pulang dari US dan langsung melakukan market research disana. Amazon memang Marketplace paling menjanjikan di seluruh dunia, bahkan sampai saat ini bisnisnya terus berkembang. Army berhasil membakar semangat peserta workshop untuk berbisnis di Amazon. Setelah Army selesai berbicara, Khanti melanjutkan materi tentang keseluruhan bisnis Amazon. Presentasinya begitu memukau peserta apalagi ditambah video dan juga dia menunjukkan pencapaian terbaik Rancupid di Amazon sampai mata para peserta jadi terbelalak😮😮😮.
Khanti bersiap memberikan materi
Jadi pembicara
Workshop di selingi dengan makan siang, coffee break, dan ramah-tamah antara peserta dan pemateri. Pada saat workshop berlangsung, masih banyak banget peserta yang akun amazonnya belum terbuka dan kita panita jadi agak pusing juga memikirkan jalan keluar agar mereka tetap bisa belajar. Kita sudah menyediakan satu akun amazon cadangan yang diberikan user permission, sehingga semua peserta bisa mengaksesnya. Peserta wajib bisa mengakses akun amazon ketika adik saya Achmad melakukan presentasi untuk menunjukkan overview tentang Amazon dashboard.
Achmad sedang presentasi
Siap menjawab pertanyaan
Salah satu materi yang paling seru adalah product research yang dibawakan oleh Satrio, salah satu teman yang tanpa sengaja bertemu di acara Payoneer. Satrio menurut saya adalah Data Scientist paling keren selama saya di dunia IT dan cara dia membawakan materi di workshop sangat santai. Mungkin karena dia adalah artis yang udah sering tampil di depan umum, jadi nggak demam panggung. Belum lagi materinya membuat para peserta terus berpikir (bahkan panitia juga jadi ikutan 'mikir) dan ini adalah hal paling seru. Oh ya, di hari pertama workshop, saya tidak mengisi acara dan hanya menjawab beberapa pertanyaan dari para peserta.
Satrio memberikan materi
Seharusnya di hari pertama jadwal workshop sampai pukul 9.30 malam. Tetapi saya dan teman-teman panitia melihat para peserta banyak yang terlihat lelah, jadi kita mencoba memadatkan materi sehingga setelah jam 6 sore para peserta bisa beristirahat di kamar masing-masing. Walaupun sebenarnya ketika sesi Satrio, peserta diberikan PH (Pekerjaan Hotel) untuk mencari supplier dan bisa dikerjakan di kamar masing-masing. Kebanyakan dari peserta pada mandi dulu, baru balik lagi ke lantai dua (area ruang seminar) untuk makan malam. Berbeda dengan saya yang makan malam dulu sambil mengobrol dengan beberapa peserta, baru setelah itu kembali ke kamar untuk mandi. Setelah mandi, saya ganti baju dengan gaya yang lebih santai karena malam itu mau jalan-jalan.  Adik saya sudah pusing kepalanya dan memilih untuk beristirahat di kamar.

Sebelum pergi nongkrong, saya sempat kembali ke ruang seminar untuk ngobrol dengan beberapa panitia dan peserta yang masih betah disana. Mereka bahkan ada yang bekerja di kantor lama saya yaitu Metrodata, sehingga kalau ngobrol lebih cepat nyambung. Jadi kangen deh sama Metrodata, kantor terakhir dengan segudang pengalaman indah. Obrolan saya dan mereka harus dihentikan sementara karena saya sudah dijemput. Biarlah para peserta beristirahat dan saya jalan-jalan keliling Bandung lagi😄.

November 01, 2018

Asian Para Games 2018

Awal bulan Oktober kemarin, negara kita mendapat kehormatan lagi untuk menjadi tuan rumah acara perhelatan Pesta Olah Raga Difabel, Asian Para Games 2018. Berbeda dengan Asian Games, ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Difabel Asia. Acara ini baru diadakan tiga kali di dunia dan tahun 2018 adalah yang ketiga kalinya. Asian Para Games diadakan di Jakarta dan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kali ini Palembang tidak termasuk kota sebagai penyelenggara.
Selamat datang
Cabang olah raga yang dipertandingkan
Seperti Asian Games 2018, saya sangat menanti Opening Ceremony-nya. Walaupun nggak beli tiket nonton langsung, saya tetap bela-belin nonton di tv. Upacara pembukaan dan penutupan diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Acara tetap spektakuler dengan mengusung tema laut, tapi menurut saya kembang apinya kurang banyak. Beberapa kursi stadion terlihat kosong padahal tiket yang dijual sudah sold out. Tidak semua stasiun tv menayangkan acara Opening dan Closing Ceremony. Hanya TVRI dan Metrotv saja yang menjadi official broadcaster. Kalau bukan karena mengikuti berita di Instagram, mungkin saya tidak tau stasiun tv mana yang menayangkan acara ini.
Suasana di stadion
Bukalapak sponsor utama
Saya baru bisa datang ke GBK hari Jumat tanggal 5 Oktober 2018. Awalnya mau nonton pertandingan, tapi sudah kehabisan tiket di jam pagi sedangkan saya harus ke kantor di siang hari. Bukalapak menjadi official sponsorship di acara besar ini. Kalian bisa melihat hampir semua dekorasi outdoor GBK sangat 'Bukalapak' sekali dengan warna merah menyala. Sekarang acara-acara besar sudah sanggup dibiayai perusahaan IT. Teringat dulu sponsor terkuat adalah perusahaan rokok yang terkadang tidak cocok dilibatkan di acara olah raga😯. 

Pada saat saya berkunjung ke GBK, kawasan stadion agak sepi. Booth makanan nggak sebanyak di Asian Games. Untung saya udah makan dulu di FX, jadi nggak kebingungan cari makan siang. Bahkan banyak booth kosong, padahal masih pagi menuju siang hari. Pengunjungnya juga lebih sepi dari Asian Games 2018. Ntah karena sudah hari kelima dan besok Closing Ceremony.
Booth paling pinggir saya yang terisi
Saya sempat mampir di Super Store yang tidak terlalu mengantri (teringat pas Asian Games antrian sudah seperti ular naga panjangnya). Souvenir di dalamnya banyak banget beraneka ragam dan diserbu oleh para pengunjung. Kalau saya hanya suka magnet kulkas saja, yang lain nggak begitu menarik. Harganya juga lumayan mahal. Boneka kecil saja bisa Rp. 275,000. Masing-masing pengunjung diberikan jatah waktu 10-15 menit di Super Store untuk bergantian dengan pengunjung lain yang sudah mengantri diluar.

Berhubung saya tidak menonton pertandingan, jadi nggak bisa mereview keseruannya. Mungkin karena acara terlalu singkat dan untuk orang-orang kantoran seperti saya harus mencari waktu yang enak baru bisa ke GBK. Sewaktu Asian Games, saya dan teman-teman sengaja datang di weekend untuk menonton pertandingan, sedangkan di Asian Para Games malah hari Sabtu sudah Closing Ceremony.

Walaupun nggak sempat nonton pertandingan, alhamdulillah para atlet Indonesia tetap mendapatkan hasil gemilang di posisi 5 besar. Mungkin karena euphoria tuan rumah, sehingga atlet jadi lebih bersemangat. Apalagi dengan suporter yang pastinya heboh banget berteriak untuk membakar semangat atlet yang bertanding agar memberikan yang terbaik.

Congratulations Indonesia! Prok! Prok! Prok! 🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Follow me

My Trip