November 10, 2018

Connecting The Dot - Workshop ~ Part 1

Sudah 2 minggu yang lalu workshop Connecting The Dot selesai, tapi baru hari ini saya sempat untuk menuliskannya. Mungkin karena sepulang workshop, badan masih capek banget. Ditambah harus ke Kuala Lumpur karena dapat tiket promo 200rban pulang-pergi. Teringat setelah workshop sempat berkeinginan untuk jalan-jalan ke Kuala Lumpur karena kangen teman-teman disana, pengen jalan-jalan banget karena otak udah panas 😫😫😫 gara-gara workshop, dan mau ambil paket makeup yang udah dibeli di Sephora sewaktu diskon 20% bulan lalu. Alhamdulillah doa saya dikabulkan Allah jadinya bisa jalan-jalan dengan tiket murah, ditambah cashback 1 juta rupiah dari kartu kredit Citibank melengkapi uang saku saya selama di Kuala Lumpur. Ditambah menginap gratis di rumah Tina lagi, alhamdulillah. Nanti saya akan posting cerita tersendiri untuk trip ke Kuala Lumpurnya ya✈️.

Tanggal 25 Oktober 2018 yang lalu, saya dan tim Rancupid harus berangkat ke Bandung untuk menjadi pemateri workshop Connecting The Dot (CTD). Sebelumnya, saya meeting dulu di stasiun Manggarai sekitar 2 jam yang membuat otak saya panas banget karena kepenuhan ide😩. Belum lagi peserta Pra Event workshop mengirim banyak banget pesan melalui aplikasi Telegram yang sukses membuat batre hp saya cepat habis dan saya harus menjawab banyak pesan setiap saat. Jam 1 siang sampai di rumah, lalu makan siang dulu baru bersiap ke Bandung. Kali ini saya membawa koper karena baju yang dibawa juga banyak😁😁😁.

Jam 3.30 sore setelah Ashar, saya dan adik berangkat ke Aya Travel. Ternyata saya booking travel yang salah dari Bandung ke Depok, seharusnya Depok ke Bandung😨. Duh, sempet takut banget kehabisan kursi tapi ternyata karena hari kerja, penumpang travel agak sepi. Alhamdulillah nggak jadi mengundur jadwal keberangkatan. Karena udah ngantuk dan capek, sewaktu mobil jalan, saya tidur nyenyak. 1,5 jam berikutnya saya terbangun dan melihat sekeliling masih di KM 30an. Waduh, ternyata macet banget. Sisa waktu sampai ke Bandung, saya jadinya mengobrol dengan adik.

Jam 7.30 malam, saya sampai di Bandung. Perjalanan kami tempuh 3.5 jam masih lumayan masuk akal. Kalau pagi di hari kerja terkadang bisa cuma 2 jam saja ke Bandung, tapi kali ini karena pembangunan di tol membuat macet banget. Dari Aya Travel di Tamansari ke Hotel California cuma 5 menit. Kami check in (panitia workshop memang sudah dibukakan kamar duluan), lalu masuk kamar. Saya ganti baju dan mengajak adik saya ikut jalan-jalan, tapi dia lebih memilih di kamar. Mungkin karena sepanjang jalan ke Bandung adik nggak bisa tidur, jadi kepalanya sedikit pusing. Berbeda dengan saya udah tidur nyenyak, malah jadi segar banget. Saya ganti baju dan pakai jaket, lalu jalan-jalan keliling Bandung pakai motor. Untung pemateri nggak masuk angin besoknya😆.

Jam 8 pagi besoknya, saya dan adik turun sarapan di resto hotel. Saya lihat sudah ada beberapa peserta workshop duduk di lobi hotel karena ruang seminar baru bisa dipakai jam 8.30. Kebanyakan dari mereka datang dari luar kota dan sampai Bandung di pagi hari. Terlihat wajah mereka yang lelah dan lapar tapi semangat banget untuk belajar. 
Para pemateri
Open registration
Pukul 8.30 sudah open registration dan disediakan coffee break. Barulah para peserta mulai segar karena minum kopi/teh, juga sarapan. Peserta mulai datang satu demi satu sampai akhirnya ruang seminar penuh. Duh, rasanya senang banget melihat antusiasme orang-orang untuk acara ini. Apalagi CTD merupakan pilot project dan ntah berapa kali saya ragu kalau acara ini bakalan banyak peminatnya.
Foto di banner
Ruang seminar
Tepat pukul 9 acara dibuka oleh Army Al-Ghifari, CEO Woimedia. Beliau bercerita tentang betapa besar bisnis Amazon di US dan di seluruh dunia. Apalagi, 2 minggu yang lalu Army baru pulang dari US dan langsung melakukan market research disana. Amazon memang Marketplace paling menjanjikan di seluruh dunia, bahkan sampai saat ini bisnisnya terus berkembang. Army berhasil membakar semangat peserta workshop untuk berbisnis di Amazon. Setelah Army selesai berbicara, Khanti melanjutkan materi tentang keseluruhan bisnis Amazon. Presentasinya begitu memukau peserta apalagi ditambah video dan juga dia menunjukkan pencapaian terbaik Rancupid di Amazon sampai mata para peserta jadi terbelalak😮😮😮.
Khanti bersiap memberikan materi
Jadi pembicara
Workshop di selingi dengan makan siang, coffee break, dan ramah-tamah antara peserta dan pemateri. Pada saat workshop berlangsung, masih banyak banget peserta yang akun amazonnya belum terbuka dan kita panita jadi agak pusing juga memikirkan jalan keluar agar mereka tetap bisa belajar. Kita sudah menyediakan satu akun amazon cadangan yang diberikan user permission, sehingga semua peserta bisa mengaksesnya. Peserta wajib bisa mengakses akun amazon ketika adik saya Achmad melakukan presentasi untuk menunjukkan overview tentang Amazon dashboard.
Achmad sedang presentasi
Siap menjawab pertanyaan
Salah satu materi yang paling seru adalah product research yang dibawakan oleh Satrio, salah satu teman yang tanpa sengaja bertemu di acara Payoneer. Satrio menurut saya adalah Data Scientist paling keren selama saya di dunia IT dan cara dia membawakan materi di workshop sangat santai. Mungkin karena dia adalah artis yang udah sering tampil di depan umum, jadi nggak demam panggung. Belum lagi materinya membuat para peserta terus berpikir (bahkan panitia juga jadi ikutan 'mikir) dan ini adalah hal paling seru. Oh ya, di hari pertama workshop, saya tidak mengisi acara dan hanya menjawab beberapa pertanyaan dari para peserta.
Satrio memberikan materi
Seharusnya di hari pertama jadwal workshop sampai pukul 9.30 malam. Tetapi saya dan teman-teman panitia melihat para peserta banyak yang terlihat lelah, jadi kita mencoba memadatkan materi sehingga setelah jam 6 sore para peserta bisa beristirahat di kamar masing-masing. Walaupun sebenarnya ketika sesi Satrio, peserta diberikan PH (Pekerjaan Hotel) untuk mencari supplier dan bisa dikerjakan di kamar masing-masing. Kebanyakan dari peserta pada mandi dulu, baru balik lagi ke lantai dua (area ruang seminar) untuk makan malam. Berbeda dengan saya yang makan malam dulu sambil mengobrol dengan beberapa peserta, baru setelah itu kembali ke kamar untuk mandi. Setelah mandi, saya ganti baju dengan gaya yang lebih santai karena malam itu mau jalan-jalan.  Adik saya sudah pusing kepalanya dan memilih untuk beristirahat di kamar.

Sebelum pergi nongkrong, saya sempat kembali ke ruang seminar untuk ngobrol dengan beberapa panitia dan peserta yang masih betah disana. Mereka bahkan ada yang bekerja di kantor lama saya yaitu Metrodata, sehingga kalau ngobrol lebih cepat nyambung. Jadi kangen deh sama Metrodata, kantor terakhir dengan segudang pengalaman indah. Obrolan saya dan mereka harus dihentikan sementara karena saya sudah dijemput. Biarlah para peserta beristirahat dan saya jalan-jalan keliling Bandung lagi😄.
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip