Desember 06, 2018

Mendadak ke Kuala Lumpur

Awal November kemarin, tepatnya setelah melepas lelah dari workshop Connecting the Dot (CTD), saya sempat berencana mau main ke Kuala Lumpur. Selain karena udah menitip banyak kosmetik Sephora yang diskon 20% kepada Tina (jadi pengen cepat dipakai😚), rasa penat di kepala masih terasa dan saya butuh liburan🏝️. Tanpa sengaja, saya melihat postingan teman di Facebook kalau sedang ada tiket super duper murah Malaysia Airlines seharga 200rb pulang-pergi ke Kuala Lumpur, tanpa banyak mikir lagi, saya langsung mengecek kalender dan beli tiket. Baru sadar kalau saya beli tiket terlalu cepat yaitu seminggu setelah CTD dan jadi bingung sendiri, ini beneran mendadak banget😨? Well, rejeki kadang datang memang tiba-tiba dan harus langsung diambil.

Saya memberi kabar beberapa teman di Kuala Lumpur kalau saya (mendadak) datang. Alhamdulillah bisa menginap juga di tempat Tina dan mengirit biaya hotel. Saya mengambil penerbangan siang supaya sampai ke Kuala Lumpur agak sore, jadi nggak usah menunggu Tina terlalu lama pulang kerja dan nggak perlu bangun terlalu pagi, hehehe. Karena pesawat fullboard seperti Malaysia Airlines bisa cek in duluan, sayang langsung memilih kursi di depan dan dekat jendela.

Hari keberangkatan pun tiba. Jujur aja sudah lama banget nggak pegang passpor (terakhir bulan April, berarti udah 7 bulan). Saya naik Hiba Utama dari Depok ke Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 yang memakan waktu 1,5 jam.  Setelah itu cek in bagasi yang beratnya cuma 7 kg saja, lalu sempat nyari sarapan dulu dan menemukan toko cemilan (lupa namanya) yang ngasih diskon 50% pakai Gopay. Lumayan banget! Setelah makan, saya proses cek barang kabin, lalu ke imigrasi (saya lebih suka melewati autogate biar nggak banyak ditanya petugas imigrasi). Setelah itu saya berjalan menuju gate dan duduk santai menunggu pesawat boarding. Tanpa menunggu lama, saya pun naik pesawat.
Boarding👋👋
Saya sudah berusaha tidur di pesawat tapi nggak begitu ngantuk. Saya coba menyalakan tv dan menonton Red Sparrow yang tidak saya mengerti jalan ceritanya😵, lalu makan siang, tertidur, bangun dan lanjut nonton lagi, sampai akhirnya mendarat. Alhamdulillah tidak ada turbulensi yang signifikan. Saya proses ke imigrasi, mengambil bagasi, lalu agak kebingungan karena sampai terlalu cepat. Akhirnya saya memutuskan belanja dulu di Mitsui karena bisa menitip koper secara gratis.

Saya naik shuttle bus dari KLIA1 ke Mitsui Outlet . Udah lama nggak kesini (terakhir sepulang dari India) dan saya merasa sangat antusias untuk belanja. Mall yang satu ini memang besar banget dan membuat saya hampir nyasar. Ntah karena terlalu bersemangat masuk hampir ke semua toko dan beli ini-itu, jadi lupa pintu keluar. Saya agak kalap melihat barang bermerk dan diskon, bahkan harganya sepertiga dari di Indonesia. Kalau bukan karena mengingat bakalan report nenteng belanjaan naik bus, mungkin saya udah belanja habis-habisan.
Udah murah, diskon pulak.
Sekitar pukul 5 sore waktu Kuala Lumpur, saya menyudahi belanja di Mitsui dan kembali ke KLIA2 untuk membeli tiket bus menuju KL sentral. Waktu saya tiba di KLIA2 ngepas banget dengan jadwal keberangkatan bus yang tinggal 1 menit lagi. Saya jadi buru-buru beli tiket dan berlari menuju bus. Untung barang yang ditenteng cuma sedikit. Saya duduk di kursi depan sambil menghela napas. Beberapa menit kemudian saya tertidur. Saya bangun satu jam setelahnya dan keheranan dengan kemacetan di Kuala Lumpur yang hampir sama dengan Jakarta. Jarak ke KL Sentral cuma 400 meter lagi tapi nggak sampe-sampe😅 deh. Baru sekitar pukul 7 malam, saya sampe dan disambut oleh Tina. Kami langsung berpelukan. Ah rasanya kangen sekali.

Saya dan Tina makan malam di Penang Road Famous Theochew Chendul (nama restonya panjang bener😆) sambil menunggu Willy datang. Rasanya seru sekali mengobrol dengan Tina karena sudah lama sudah tidak bertemu sambil menikmati mie dan teh tarik. Sejam kemudian Willy datang dan obrolan kami jadi semakin seru. Semua diperbincangkan sampai hampir lupa waktu. Kami menyudahi reuni kecil-kecilan ini pada pukul 9 malam dan saya ikut tina pulang ke apartemennya yang lumayan luas menurut saya. Saya dapat kamar sendiri untuk beristirahat sejenak, lalu mandi.
Mie dan Teh Tarik
Sekitar pukul 12 malam, saya mendengar suara ledakan super duper menggelegar yang mengagetkan😱😱😱😱. Ditambah lagi pintu kamar saya diketuk Tina. Saya kaget 😱😱😱😱 dan buru-buru buka pintu kamar. ADA APA??? Ternyata oh ternyata, ada kembang api diseluruh langit karena besok adalah libur nasional di Kuala Lumpur karena perayaan Diwali (Festival of Lights). Wahhh, sudah lama nggak ngeliat kembang api 🎆🎆🎆sebanyak ini dari segala penjuru menghiasi langit. Sayangnya saya nggak ngeluarin kamera untuk mengambil gambar karena saking takjubnya🤩🤩🤩.

Setengah jam setelah festival kembang api berlangsung, saya pun tidur. Udah capek juga karena perjalanan dari Jakarta ke Kuala Lumpur, ditambah macet, dan menenteng koper kemana-mana. Besok saya cerita lagi tentang tempat-tempat yang saya kunjungi ya. Stay tuned!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip