Juni 30, 2019

Amnesia

Cerita yang ditulis kali ini mengambil sudut pandang seorang cowok. Seperti biasa, ini adalah cerita yang terinspirasi dari kehidupan pribadi yang dibumbui agar cita rasanya semakin mantap👍🏻. Mari disimak!

***

Sudah lebih dua bulan gw jalan dengannya. Cewek bernama Rika ini ini cepat sekali klik sama gw, padahal gw baru putus dan dia menjadi tempat curhat gw. Awalnya kita memang cuma berteman, tapi gw rasa dia suka sama gw bahkan sejak gw belum putus. Mungkin salah satu penyebab gw putus dengan cewek gw yang lalu adalah karena Rika, tapi Rika nggak tau kalau gw punya pacar. Mungkin kalian mengira kalau gw adalah cowok kampret yang udah punya cewek tapi malah ngedeketin Rika? Bukan begitu ceritanya.

Pada awal cerita, gw melihat Facebook Rika yang akan memberikan seminar di Bandung (kota gw berasal). Kita sudah kenal dari dulu, sewaktu gw masih kuliah. Ntah kenapa jadinya gw mengonteknya lagi setelah 10 tahun karena gw pengen belajar bisnis darinya. Kita chatting di Facebook Messenger, kemudian berteleponan, baru bisa janjian ketemu di sela-sela dia memberikan training.

Pertama kali aku melihatnya lagi setelah 10 tahun, kita saling bertatapan lama. Nggak ada yang berubah dari wajahnya. Justru semakin bertambah umur kenapa semakin cantik? Mungkin perawatannya mahal dan dia memang sudah sangat mapan. Selama dua hari dia di Bandung, kita makan malam bareng dan bercerita banyak hal. Yang aneh adalah kenapa tampaknya kita pernah begitu dekat? Nggak canggung sama sekali. Padahal terakhir kita bertemu di pentas seni kampusnya.

Rika pulang ke Jakarta dan gw melanjutkan hidup seperti biasa. Hanya saja kita jadi sering chatting dan telponan sampai akhirnya cewek gw tau. Cewek gw ini manja banget, selalu curiga, selalu nyariin gw, sampai-sampai kalau lagi nge-date, dia ngecekin hp gw. Bahkan dia sampai menghubungi Rika untuk bilang jangan ganggu gw lagi sewaktu kita di bandara menunggu boarding mau ke Jogja. Rika sampai kaget. Selama ini kalau telponan dengan Rika memang gw seolah-olah nggak punya pacar karena Rika juga enggak pernah nanya. Sampai sewaktu dia tau kalau gw punya pacar, sepulang dari Jogja, dia berhenti menghubungi gw.

Singkat cerita, gw akhirnya putus dengan cewek gw, fiuhh😓~

Gw menghubungi Rika lagi setelah berminggu-minggu hilang kontek. Rika tetap mengangkat telpon gw dan meladeni gw. Gw langsung cerita kalau gw baru putus dan Rika tampaknya tidak tertarik mendengar cerita gw. 
Rika kemudian bertanya, "Kamu inget Nadia ngga? Dulu kita bertiga pernah main bareng." Gw jawab enggak. 
Rika bilang, "Dulu sewaktu aku main ke kosan kamu, aku pernah ajak Nadia." 
Gw heran, "Ha? Main ke kosan? Kapan?"
"Dulu~," Rika berhenti sejenak, "sewaktu kita masih bareng."
"Emang kita pernah bareng?"
Rika terdiam, "Kamu nggak ingat?"
Gantian gw yang terdiam seraya berpikir keras.
Rika melanjutkan, "Kamu bilang sama aku kalau terakhir kita ketemu sewaktu di pentas seni perpisahan kampus aku. Disitu kita bercerita seru sambil tertawa sebelum aku pindah ke Jakarta."
"Iya, aku ingat." Jawab gw.
"Sebelumnya, kamu ingat kalau kita suka nongkrong makan bakso di warung Mang Basuki?"
"Emang iya?" tanya gw balik.
Rika kemudian mengirimkan screenshot Facebook dimana gw dan Rika berbalas Wall dan terlihat hal itu terjadi 11 tahun yang lalu. Gw berpikir keras, tapi sama sekali nggak ingat.
Rika tertegun, "Kamu nggak sedang pura-pura amnesia kan?"
"Aku nggak ingat apa-apa Rika."
"Baiklah, aku nggak akan memaksamu untuk mengingat." Kemudian Rika menutup telepon.

Gw jadi sakit kepala. Gw membuka Facebook dan ternyata memang benar kalau dulu kita sering kirim Wall. Dulu gw memanggil Rika dengan sebutan Icha. Gw baca satu-persatu Wall yang pernah gw kirim ke dia, seolah-olah itu bukan gw banget yang menulis Wall seperti itu ke cewek. Agak mesra dan agak alay, iuuhh🤢. Masa gw begini semasa kuliah? MASA GW GA INGAT RIKA?

Kita memang kuliah di kampus yang berbeda, tapi dari foto-foto hasil tag, tampaknya gw suka main ke kampusnya begitu juga sebaliknya. Gw lihat terus Facebook gw dan Rika sampai pada saat Rika summer school ke Jepang sekitar beberapa bulan dan setelah itu hampir nggak ada Wall lagi antara kita. Apa yang terjadi? Yang ada pada saat bulan itu, tahun itu, gw inget gw suka sama cewek bernama Lidya dan sampai sekarang gw masih ingat tentang Lidya. Lydia teman sekampus gw dari awal sampai sekarang dia sudah menikah dengan orang lain pun kita masih sering kontek.

Gw lihat lagi Facebook Rika setelah pulang dari Jepang, ada beberapa status galau seperti, "Aku pulang, tapi dia pergi." Gw nggak ngerti apa status itu maksudnya untuk gw apa bukan? Gw sudah pusing malam itu dan memutuskan untuk tidur saja. Mungkin besok gw dapat ilham agar bisa mengingat Rika kembali.

Besoknya gw mulai berniat untuk mencari tau sendiri apa yang terjadi dulu, sebelum gw menelepon Rika lagi. Gw memetakan beberapa bulan sebelum Rika summer school dan hal yang gw ingat tentang Lydia. Berarti gw pacaran sama Lydia setelah Rika pergi summer school. Gw ngecek Facebook dan teringat kalau dulu gw kerja sebagai kasir mini market untuk menambah uang jajan. Gw sering pulang kampus bareng Lydia dan mengantarnya pulang dulu, baru bekerja. Saat itu, Rika masih summer school. Dulu nggak ada Whatsapp, hanya ada email. Pasti dulu kita sering berkirim email. Tapi email yang mana? Mana gw ingat lagi.

Tidak ada clue sama sekali... Gw masih terus melihat FB Rika dimana ada gw. Tunggu, Rika lulus 2010, tapi kenapa gw 2011? Padahal kita satu angkatan. Kalau dia summer school, seharusnya gw bisa lulus duluan. Ini kok gw jadi telat 2 tahun? Seingat gw sempat nggak kuliah dulu karena.... eh? Karena gw sakit. Gw terkena infeksi radang otak. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh total karena penanganan dokter ahli. Gw mulai browsing mengenai radang otak seharian dan gw jadi paham kalau penyakit ini membuat amnesia tapi hanya sebagian. Amnesia yang menghilangkan seluruh ingatan gw tentang Rika.

Gw terduduk terdiam di atas kasur. Apa pun yang gw usahakan tidak akan mengembalikan ingatan gw tentang Rika. Yang gw ingat, terakhir ketika gw ke pentas seni kampusnya bukan karena gw diajak olehnya. Tapi karena teman di kampus gw ingin menonton pentas seni dan mengajak gw ikut. Disitu terakhir gw ketemu Rika. Kita mengobrol dan tertawa, seolah-olah gw sudah biasa melakukannya dulu. Tapi tetap, gw nggak ingat lagi. Apa yang pernah terjadi dulu bersamanya, gw nggak akan pernah ingat lagi. Sekuat apa pun gw berusaha.

Seminggu kemudian gw bertemu Rika. Gw meminta maaf tentang hal yang terjadi 10 tahun yang lalu karena gw sudah tidak ingat lagi. Rika sama sekali nggak tau kalau gw sakit dulu. Dia memang nggak salah, karena masih berada di Jepang. Tapi gw yakin dia pasti sakit hati banget sewaktu pulang dan tau kalau gw malah pacaran dengan Lydia. Pasti dia menyangka gw jahat banget pada saat itu.
"Masih suka Gundam nggak?" tanya Rika tiba-tiba setelah lama termenung mendengar cerita gw sakit. Gundam nama robot dari Jepang.
Gw mengangguk.
Rika mengeluarkan miniatur Gundam di dalam kaca dari tasnya. "Ini aku beli dulu sewaktu summer school. Sewaktu mengantarkan aku ke bandara, kamu berkali-kali mengingatkan aku untuk membeli Gundam. Karena uang jajanku masih terbatas, aku cuma bisa beli yang kecil."
Aku menerima miniatur Gundam dan melihat tahun pembuatannya adalah 2009. Dia sudah menyimpannya 10 tahun dan tidak rusak sama sekali.
"Dulu aku bergegas ke kosan kamu sepulang dari Jepang tapi kamu nggak ada di kosan. Besoknya aku ke kampus kamu dan kamu sedang bersama seorang cewek berdua saja di kantin sambil suap-suapan makanan. Terus kalian pulang bareng dan kamu memboncengnya di sepeda motor." 

Rika kemudian tersenyum, "Tenang saja, aku udah move on. Bahkan semenjak pindah ke Jakarta aku beberapa kali pacaran dan aku sayang sama pacar-pacar aku. Cuma ntah kenapa kita bisa ketemu lagi. Dan seperti biasa, setiap aku ketemu lagi denganmu, pasti kamu punya pacar."
"Sekarang nggak punya," lanjut gw.
"Gw bakal pergi lagi nih, " kata Rika, "minggu depan."
"Kemana?"
"Ke Jepang lagi dalam waktu beberapa bulan. Sepertinya kejadian 10 tahun yang lalu akan berulang."
Gw menggeleng. "Kita masih bisa video call, skype, dan lainnya. Dunia sekarang sudah canggih."
Rika mengeluarkan hpnya, lalu mendadak foto selfie dengan gw. Foto tersebut dikirim ke hp gw. "Tolong disimpan ke Cloud, dan gw juga akan menyimpannya di Cloud. Kalau ada yang terjadi antara kita yang menyebabkan kita lupa, setidaknya ini foto selfie terakhir kita."
Kenapa gw jadi sedih mendengar pernyataan dia, "Rika... Jangan bilang begitu."
Rika kemudian beranjak dari duduknya, "Sampai jumpa lagi..."

Dan sampai sekarang kita sudah hilang kontek...
Reactions:

4 comments:

N Firmansyah mengatakan...

Mengenaskan sekali ...

By the way, bagian amnesia tapi hanya sebagian, tapi menghilangkan seluruh ingatan tentang satu orang aja, itu kayaknya agak aneh ya hehe

Meutia Halida Khairani mengatakan...

dan itu beneran terjadi

Mr.D mengatakan...

Ini asli atau imajinasi ? Please be smart jgn smartphone aja tapi smart user jga dong wkwk

Cipu Suaib mengatakan...

Jadi kapan bikin novel lagi Mut

Follow me

My Trip