Juni 18, 2019

Operasi Gigi Bungsu (Odontectomy)

Akhirnya setelah bertahun-tahun menunda, saya memantapkan hati dan pikiran untuk mencabut gigi bungsu yang tumbuhnya miring. Kenapa sampai harus berpikir terlalu lama untuk mencabut gigi doang? Karena gigi bungsu itu tidak bisa dicabut dengan biasa melainkan harus dilakukan pembedahan😵 atau bahasa kerennya adalah Odontectomy

Odontectomy atau Odontektomi adalah suatu tindakan bedah atau operasi sederhana yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi bungsu yang impaksi. Sebagai pengingat, gigi impaksi adalah gigi yang tidak dapat keluar sama sekali atau tidak dapat keluar secara sempurna pada rongga mulut. Gigi bungsu yang impaksi terjadi karena posisi gigi dan ruang pada lengkung rahang yang tidak memenuhi syarat untuk gigi bungsu tersebut dapat tumbuh sempurna.

Karena gigi saya sudah dibraces, gigi bungsu yang tumbuhnya miring itu sudah mulai sering mengganggu gigi di depannya yang berdampak saya sering sakit gigi. Kadang sampai bikin pipi bengkak, nggak bisa tidur, dan nggak bisa makan. Kalau pas lagi jadwal kontrol behel, Orthodentist pasti bilang, "Ini karena gigi bungsunya miring. Sebaiknya segera dicabut ya." Dan saya tetap nggak cabut. Takuttt 😰😰!

Sebenarnya saya memang bermaksud untuk operasi gigi di Klinik Kutaraja Dental Center di Banda Aceh karena dokternya Syahrial Prosthodontist, Sp.Prost (Spesialis Prosthodonsi/Ahli Gigi Turunan) yang merupakan teman saya dan dulunya dia praktek di Kalibata City. Hampir semua tambalan gigi saya sangat sempurna dibikin olehnya dan karena teman jadi bisa bilang, "Bang, pelan-pelan ya." Trus kalau mau nangis kesakitan, tinggal nangis aja😭😭. Teringat dulu sewaktu cabut gingsul di OMDC, nggak kenal sama dokternya, jadi agak digalakin karena saya sedikit rese' dan ketakutan. Wajar dong takut, namanya juga mau cabut gigi yang notabene pasti sakittt 😭😭.

Saya menelepon Novi sahabat saya, adiknya bang Syahrial, untuk menjadwalkan operasi gigi. Saya bilang ke Novi nggak usah diusahakan banget karena saya sebenarnya takut. Kalau bang Syahrial nggak mau praktek juga nggak apa-apa (pasrah amat) karena kebetulan hari Kamis bukan jadwal praktek Sp. Prost. Ternyata Bang Syahrial mau praktek dan saya disuruh untuk Panoramic Rontgen dulu di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) agar ketauan persis gigi mana yang mau dioperasi.
Panoramic Rotgen
Dari rumah adik saya ke RSGM, saya pakai Grab Car. Setiba di RSGM, malah mati lampu dan saya harus menunggu lampu hidup untuk rotgen. Untung cuma satu jam jadi nggak terlalu lama menungg, sekalian jalan-jalan di RS. Tapi RS kalau mati lampu tuh panas banget. Mana nggak ada genset. Banda Aceh emang super duper panas sih cuacanya. Padahal saya udah mandi, eh malah keringetan parah. Setelah rotgen, saya mengajak Novi untuk makan es campur dulu (menyenangkan hati) sebelum menghadapi operasi. Baru setelah itu kami ke klinik dan saya deg-degan abis😣. Apalagi mendengar pertanyaan bang Syahrial, "Gimana, udah siap?" Rasanya pengen kabur keluar klinik.
Pose dulu
Sebelum operasi, saya, dokter, dan beberapa perawat berfoto dulu. Menurut saya ini peristiwa bersejarah dalam hidup saya, jadi harus difoto. Baru setelah itu, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, akhirnya gusi dan rongga mulut saya dibius. Bius pertama dan kedua sih ngilunya setengah mati, tapi saya tahan. Bius ketiga, karena bius sebelumnya sudah bereaksi jadi nggak sakit lagi. Dokter kemudian memberikan penyangga gigi agar mulut saya nggak reflek menutup. Setelah itu mulailah dikeluarkan peralatan tajam-tajam untuk proses operasi.
Bersama dokter dan dua suster
Sebenarnya operasi adalah hal yang super duper menakutkan bagi saya. Cuma karena obat biusnya banyak, yang saya lakukan hanya buka mulut saja. Dokter dibantu dua suster untuk mengoprek-oprek gigi saya. Paling seram ketika ditunjukkan di layar monitor kalau gusi saya sudah dibelah-belah dan tulang rongga mulut kelihatan. Kaki mendadak lemas😣😣.

Proses operasi berlangsung kurang lebih 1.5 jam. Di waktu 30 menit terakhir saya mulai lemas beneran. Mungkin karena menahan rongga mulut yang sedang diacak-acak. Suara bor, suara air, semuanya berdengung sampai ke kepala. Sampai akhirnya proses operasi selesai setelah gusi dan rongga pipi dijahit 3 jahitan😩. Penyangga mulut dilepas dan rasanya rahang dan sendi saya ikut lepas. Dokter memberikan pijatan ringan di bawah telinga karena memang sendi saya sering berbunyi klik dan sudah hampir tidak berbunyi lagi sejak pakai kawat gigi. Buka mulut selama 1.5 jam memang bikin rahang pegal.

Saya disuruh untuk berkumur. Ternyata bius masih membuat otot wajah susah reflek sehingga saya nggak bisa berkumur. Air baru masuk ke mulut langsung disembur. Sewaktu dokter menyuruh minum paracetamol pun saya kesulitan. Saya paksakan minum agar tidak sakit bekas operasi ketika bius sudah benar-benar hilang. Yang lucunya adalah bibir saya miring dan tidak bisa menutup dengan sempurna. Kata Bang Syahrial sih itu efek bius makanya bibir tidak bisa mengatup di tengah. Deretan gigitan gigi saya sempat diperiksa untuk antisipasi kalau-kalau operasi berdampak ke tempat lain. Alhamdulillah semua berlangsung baik-baik saja dan lancar.

Sebenarnya saya tipe orang yang tahan sakit. Setelah operasi, walaupun masih ngilu, saya nggak mengeluh kesakitan. Sewaktu sujud di dalam shalat, seolah-olah mulut dan rahang mau jatuh ke sajadah. Rasanya perih dan ngilu, tapi masih biasa saja dan mampu saya tahan. Mungkin efek obat-obatan pasca bedah juga yang membuat saya tahan sakit. Besoknya baru deh terlihat banget pipi bengkak seperti orang sedang emut rambutan. Semua saudara saya di Banda Aceh menertawakan wajah saya. Mana kami harus menghadiri pesta pernikahan saudara dan pipi saya harus bengkak sebelah. Saudara-saudara saya mengira kalau saya sudah gendut, tapi pas lihat pipi sebelahnya lagi kok nggak gendut😂? Terkadang juga keponakan saya suka salah nepuk dan kena ke pipi itu rasanya 😩😩😩. Kalau tidur nggak bisa menghadap ke kiri beberapa malam karena pasti ngilu.
Bengkak
Ke acara nikahan jadi pake cadar 😂😂
Sampai tulisan ini di posting, pipi saya masih bengkak tapi tinggal sedikit lagi. Pipi masih terlihat tembem tapi sudah berangsur normal. Nanti akan saya lanjutkan cerita kontrol behel di OMDC ya.

Kutaraja Dental Center Banda Aceh
Odentectomy/Impasi Tipe 1 Rp. 1,550,000
Administrasi Rp. 10,000
Obat-obatan Rp. 167,000

Reactions:

2 comments:

Cipu Suaib mengatakan...

Semoga segera sembuh ya Mut, dan giginya bisa mengunyah lagi seperti sedia kala. Saya juga masih menunda nih buat pasang gigi setelah gigi lama dicabut 🤣🤣🤣

Meutia Halida Khairani mengatakan...

@cipu : wah, jadi ompong dong cipu hehe

Follow me

My Trip