Juni 07, 2019

Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah

Saya kira pulang kampung dapat membuat lebih aktif mengisi blog atau riset Amazon. Riset Amazon sih tetap bisa di sela-sela kesibukan mengejar target Ramadhan. Tapi untuk mengisi blog, rasanya sungguh malas sekali. Dulu, saya bisa menulis dua kali sehari. Sekarang hanya bisa seadanya saja, mungkin karena sedang tidak jalan-jalan kemana-mana. Ditambah lagi kalau kepikiran mau melakukan sesuatu (distracted), malah meninggalkan blog dan lanjut melakukan hal itu.

Baiklah, saya akan bercerita sedikit kisah Ramadhan 2019 kali ini. Diawali dengan flu berat di saat-saat menjelang pulang ke Aceh. Karena kecapekan, ditambah nggak bangun sahur, jadilah semakin sakit. Saya termasuk orang yang jarang flu, karena sudah vaksin influenza. Tapi sekalinya flu, lebayyyy banget🤧🤧🤧. Mungkin antivirus ditubuh saya sudah tidak sanggup menahan virus yang pada saat itu sangat hebat. Hampir semua karyawan sakit dan saya jadi tertular.

Karena masih sakit, saya memutuskan untuk tidak puasa ketika akan pulang ke Aceh. Perjalanan menuju rumah juga sangat panjang. Diawali keluar rumah Depok pukul 3.30 pagi menuju bandara. Setiba di bandara, shalat Shubuh sebentar, lalu check in pesawat. Saat itu AirAsia lumayan mengantri, tapi waktu masih cukup panjang sampai boarding. Setelah check in, saya sarapan terlebih dahulu agar bisa minum obat. Kemudian saya ke imigrasi. Sempat berbincang dengan petugas imigrasi tentang mahalnya pesawat domestik yang mengharuskan saya lewat Kuala Lumpur. Petugas sampai geleng-geleng kepala mengingat betapa mahalnya pesawat ke Aceh untuk penerbangan langsung.

Sepanjang perjalanan ke Kuala Lumpur saya tidur (pengaruh obat). Sampai di KL, saya proses ke imigrasi, ambil bagasi, check in lagi, baru makan Subway. Udah kepikiran banget pengen makan Subway. Sayang lemon teanya cuma ada yang dingin, jadi makin pilek. Ada rasa perih di lambung karena pengaruh obat. Sebenarnya perut saya sudah mules sejak di Soekarno Hatta dan tenggorokan semakin gatal. Sudah berusaha ke toilet tapi masih sakit perutnya. Jadi harus ditahan. Setelah zuhur, saya boarding pesawat ke Banda Aceh. Paling nggak enak ketika di pesawat, perut melintir kesakitan. Saya tetap berusaha menahan agar tidak ke toilet pesawat.

Sesampai di bandara Sultan Iskandar Muda, saya berlari ke toilet dan menuntaskan urusan. Mungkin saya ditoilet sekitar 30 menit. Lega sih, tapi badan jadi bertambah lemes. Untungnya adik saya sudah menjemput dan kami akan melakukan perjalanan ke Matang Glumpang Dua (kota tempat saya tinggal) selama 4 jam. Selama di jalan saya tidur. Ketika sampai di gunung Seulawah dimana jalan berkelok-kelok, saya mau muntah. Tumben saya hampir muntah, tapi tetap berusaha ditahan. Adik saya sudah menawarkan minum dan cemilan karena saya nggak puasa, tapi saya nggak mood makan. Kepala pusing, perut sakit, dan badan lemes. Bahkan ketika waktunya buka puasa, saya cuma minum segelas teh dan sepotong martabak saja.

Sekitar jam 9 malam, baru sampai di rumah dan saya teparr😵😵😵. Bayangkan perjalanan saya dari jam 4 pagi sampai jam 9 malam. Untung adik saya dokter dan saya langsung diberikan obat. Rasanya udah hampir nggak sanggup bergerak lagi. Setelah shalat Isya, saya merangkak ke kasur untuk tidur. Badan pegel-pegel dan encok, ditambah lagi hidung merah karena pilek. Alhamdulillah besoknya saya sudah kuat bangun sahur dan berpuasa.

Bagaimana dengan target Ramadhan?
Sudah berapa kali Ramadhan, saya hampir tidak pernah khatam Al-Qur'an karena kesibukan mengejar dunia. Sebelum Ramadhan kemarin, sempat mendengar ustadz Firanda ceramah dan mengatakan kalau mengaji 1 juz sehari itu sebenarnya mudah. Hanya 2 lembar saja seusai shalat Fardhu. Saya jadi berpikir, "iya juga ya mudah." Karena biasanya saya mengaji pakai hp, jadi nggak tau udah berapa lembar mengajinya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengaji di Al-Qur'an saja dan alhamdulillah jadi bisa cepat.

Selama di Aceh, saya jadi bisa mengaji di sela-sela riset Amazon menggunakan Al-Quran. Nggak terasa ternyata bisa lebih dari satu juz sehari. Sekalian mengejar ketinggalan karena mens di awal Ramadhan dan bakalan dapat mens lagi di akhir Ramadhan. Akhirnya, setelah bertahun-tahun, bisa juga khatam. Rasanya bahagia sekaliiii🥰🥰🥰.

Hal menarik lainnya adalah berburu baju lebaran di wearingklamby.com. Kalau bukan karena adik, saya nggak tau sama sekali kalau merek baju yang satu ini sangat diburu oleh orang-orang se-Indonesia untuk membeli baju lebaran. Websitenya sampai down, pembayarannya susah banget, belum lagi antrian pemesanannya bikin bosan menunggu. Kalau tau sudah selaris itu, kenapa nggak meningkatkan infrastuktrur website ya? Jadi orang nggak bete karena nggak kebagian. Saya sih udah males rebutan baju di website itu. Tapi jadi add to cart juga dan mencoba membelinya. Herannya, ntah kenapa saya berhasil beli bajunya padahal orang udah rebutan banget. Hmmm, aneh sekali🤔.

H-2 sebelum Idul Fitri, saya beres-beres rumah. Karena debu dan sarang laba-laba, saya jadi pilek lagi🤧🤧🤧. Pilek ini berlangsung sampai Lebaran kedua yang membuat saya lemas dan demam. Ternyata bukan saya doang yang pilek, hampir seluruh keluarga dan saudara pada pilek semua di hari raya Idul Fitri. Mungkin karena capek beres-beres rumah juga, dan capek perjalanan mudik, jadilah semua pada flu. Apalagi tamu ketika Idul fitri memenuhi rumah dengan anak-anak lari sana-sini. Lengkaplah prosedur pening pala berbie.

Alhamdulillah masih bisa diberikan kesempatan menikmati Ramadhan dan Idul Fitri. Teringat banyak sekali orang-orang yang saya kenal berpulang ke Rahmatullah di bulan Ramadhan, bulan terbaik. Semoga husnul khotimal, diterima amalannya oleh Allah subhanahu wata'ala.
From Rancupid🙏
Akhir kata, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H. Mohon maaf lahir dan batin🙏.
Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa ja’alna minal ‘aidin wal faizin.
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين
"Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian, puasa kami dan puasa kalian. Dan Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah)."
Reactions:

4 comments:

Cipu Suaib Wittoeng mengatakan...

Minal Aidin Wal Faizin Mut, mohon maaf lahir batin. Maaf ya akhir akhir ini jarang blogwalking. Glad to know you are well now. Enjoy the food at home

Meutia Halida Khairani mengatakan...

Hai cipu, makasi sudah mampir lagi setelah lama hahaha.. mohon maaf lahir batin juga yaa 🙏🏻

dunia kecil indi mengatakan...

Wah, banyak yang sedang pilek ya. Semoga cepat sembuh. Aku pun sedang pilek dan batuk sekarang, huhu, kebanyakan pedas dan minum dingin :( Oya, met Lebaran. Maaf lahir dan batin :)

Meutia Halida Khairani mengatakan...

@indi apa kabarnya? maaf lahir batin :)

Follow me

My Trip