September 26, 2019

From Ende to Labuan Bajo

Alhamdulillah trip overland Flores berakhir dan kami selamat, walaupun sangat terombang-ambing dengan jalan berkelok-kelok yang membuat saya muntah separah-parahnya🤮. Kami menyelesaikan pembayaran mobil sewa dan mengucapkan selamat tinggal kepada Bapak supir Gusri yang telah setia menemani selama perjalanan dan menyetir dengan kencang sekali😣, tapi seru juga sih kalau dipikir-pikir sekarang.

Saya dan teman-teman lalu check in pesawat Trans Nusa. Kami semua kelebihan bagasi (bagasi gratis hanya 10 kg), tapi hanya membayar Rp. 20,000/kilo. Masih murah banget dibandingkan Lion Air. Sewaktu panggilan boarding, kita masih sibuk merekam video dan jingkrak-jingkrak di landasan pesawat karena senang melihat gunung yang indah di sekitar bandara. Sampai-sampai petugas pesawat bilang, "Woi penumpang, naek sana!" Kami kaget karena diomelin😮, lalu berlarian masuk ke pesawat😂😂😂. 
Boarding pass
Sampai di dalam pesawat, saya dan Kakros duduk sebelahan. Ntah kenapa kita diam saja tidak mengecek hp dan baru sadar kita sudah di dalam pesawat, bukan di mobil lagi yang akan menelusuri Pulau Flores. Selama perjalanan di Flores, kita memang hampir tidak pernah main hp di mobil karena bisa mabok perjalanan seketika. Padahal saya bukan tipe mabok darat, malah saya-lah yang muntah paling parah😂. Benar-benar pengalaman berharga. Perjalanan dari Ende ke Labuan Bajo naik pesawat kecil hanya 50 menit saja. Selama di pesawat, saya mengobrol dengan Kakros dan nggak terasa akhirnya kita sampai di Banda Komodo (lagi). Alhamdulillah!

Kami menyewa mobil Innova seharga Rp. 250,000 untuk 4 jam (mahal menurut saya) yang sudah menjemput kita di bandara dan mengajak kami jalan-jalan. Ntah kenapa menurut saya sewa mobil di Labuan Bajo itu mahal-mahal. Berbeda dengan di Malang dan Yogyakarta. Supir mengantarkan kami ke Exotic Komodo Hotel untuk check in dan menaruh koper. Setelah itu kita nyari makan malam di sekitar pelabuhan. Labuan Bajo terkenal dengan seafoodnya dan disini kalian harus pintar menawar harga.

Sebelumnya, kami jalan terlebih dahulu di sekitar pelabuhan untuk mencari makanan yang agak murah tapi tidak ditemukan. Memang sih kita belum menawar, tapi saya rasa semua kemahalan. Masa' mereka menawar lobster gede 900rb😱? Saya bertanya pada supir dimana tempat seafood enak dengan harga agak miring dan beliau mengantarkan kami kesana. Sayangnya karena sudah malam, lobster dan kepiting sisa sedikit, itu pun kecil-kecil. Akhirnya kami balik lagi deh ke Pelabuhan. Kali ini harus berusaha menawar sampai harganya murah. Sejak ada marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, saya sudah hampir tidak pernah menawar barang seperti di Tanah Abang. Jadi agak kagok juga kalau mau menawar harga sekarang.
Lobster
Mantab
Akhirnya setelah proses tawar-menawar kurang lebih 15 menit dibantu dengan teman-teman, sampailah pada kesepakatan. Kami memesan 2 kepiting berukuran sedang, Lobster, ikan, cumi, jus buah-buahan, dengan total sejuta rupiah, jadi perorang 200rb. Tapi porsi kali ini banyakkkk banget sih. Mungkin kita balas dendam karena selama overland Flores nggak makan makanan enak karena khawatir tidak halal dan tidak sesuai selera. Jadilah makan kali ini sudah seperti orang kelaparan🤤🤤🤤. Mana sambalnya mantab bener lagi.
Ikan bakar
Lobster Bakar
Kepiting saos padang 
Selamat makannnn
Waktu yang dibutuhkan untuk makan kurang lebih sejam, saking banyak yang harus dihabiskan😋. Alhamdulillah kita kenyang bukan kepalang dan perut langsung buncit semua. Karena masih capek banget, kita tidak melanjutkan kemana-mana lagi setelah makan tapi langsung balik ke hotel. Sampai di hotel kita mandi dan bekerja sejenak, lalu tidur. 
Muka capek dan bahagia menemukan makanan enak
Besoknya kami bangun, mandi, dan harus sarapan sekitar jam 8an. Sengaja makan banyak di hotel karena sesuai selera. Pukul 9 tepat, kita sudah dijemput untuk Sailing Komodo. Sebenarnya badan ini masih capek banget, tapi rasa antusias untuk petualangan berikutnya mengalahkan rasa capek. Kita akan bermalam di kapal dan hal ini adalah pertama kali dalam hidup saya (tidak termasuk bermalam di kapal ketika dulu akan pergi ke Jakarta sekeluarga) untuk menjelajahi pulau nonstop. Uhhh rasanya nggak sabar! 😆

Baiklah, saya akan tulis tentang pengalaman Sailing Komodo di postingan selanjutnya. Sampai jumpa!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip