November 25, 2019

Royal Botanic Gardens Victoria

Hari ini kita harus kembali ke Sydney menggunakan pesawat Tiger Airways pukul 15:15. Berhubung agak bingung juga mau kemana lagi karena memang tidak begitu banyak tempat wisata di kota Melbourne, jadinya sengaja masih bermalas-malasan dan sarapan makan mie instan di apartemen. Ketika jam 9 pagi, baru deh kami mandi dan bersiap check out

Nggak enaknya menyewa apartemen adalah kita nggak bisa menitipkan koper ketika check out. Pemilik apartemen menyarankan saya untuk menitipkan koper di BagBNB. Kalau kalian mau menyewa properti melalui AirBnB, ternyata ada juga BagBnB yang menawarkan jasa untuk penitipan koper. Sayangnya karena harga sewa yang lumayan mahal untuk satu koper seharian dan kita hanya butuh beberapa jam saja, mau nggak mau jadi membawa koper kalau jalan-jalan deh. Saya jadi harus googling dulu tempat wisata mana yang jalanannya nggak merusak roda koper. 

Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Royal Botanical Garden yang terlihat nyaman untuk pejalan kaki dan banyak kursi taman. Paling nggak kalau memang nggak bisa menggerek koper, nanti gantian jagain koper sambil duduk di kursi taman. Kami check out dari apartemen dengan menaruh kunci di atas meja makan, lalu memesan Uber seperti biasa menuju Royal Botanical Garden. Tidak memerlukan waktu lama, kami sampai di taman yang merupakan paru-paru kota Melbourne. Supir Uber bertanya kita mau turun dimana karena luassss banget dan kita juga bingung mau turun dimana.
Patung
Saya dan keluarga akhirnya turun di dekat The Shrine of Remembrance. Kami menurunkan koper dari mobil, lalu mencoba menggereknya perlahan. Ternyata enak banget jalannya, roda koper pun bisa melaju cepat. Cuma ya aneh aja kalau mau menggerek koper besar dan banyak untuk mengeliling taman. Kami menaruh koper di pojokan sejenak, lalu mengambil foto. Ada momen unik. Tiba-tiba angin berhembus kencang dan membuat koper-koper kami kabur😂. Hal ini terjadi beberapa kali, bahkan koper sampai jatuh. Jadinya kami menaruh koper di dekat kursi taman dulu dan bergantian dalam menjaga koper agar tidak kabur lagi😂😂😂.
Pohon-pohon hijau
Langit sangat cerah
Royal Botanical Garden didirikan pada tahun 1846. Sebelumnya tempat ini adalah taman milik kerajaan. Pemandangannya yang menakjubkan dengan danau-danau yang tenang, dan koleksi tanaman yang beragam tersusun rapi membuat taman ini menarik lebih dari 1.900.000 pengunjung setiap tahunnya. Taman-taman indah ini adalah rumah bagi hampir 50.000 tanaman individu yang mewakili 8.500 spesies berbeda dan juga memiliki 30 koleksi tanaman hidup yang menakjubkan dan beragam seperti Camelia, flora hutan hujan, sukulen dan kaktus, mawar, dan tanaman dari Cina Selatan. Royal Botanical Garden juga merupakan tempat perlindungan alami bagi satwa liar asli Australia. Luasnya mencapai 36 hektar yang miring ke sungai dengan pepohonan, taman, danau, dan halaman rumput. Tempat ini juga memiliki 1,5 juta tanaman yang diawetkan, ganggang dan jamur, dan perpustakaan botani paling komprehensif di Australia

Kami tidak mungkin mengelilingi seluruh taman karena keterbatasan waktu. Karena itu, kita memang memilih salah satu tempat di taman bernama The Shrine of Remembrance (The Shrine), yang merupakan bangunan untuk memperingati perang di Melbourne, dan untuk menghormati pria dan wanita Victoria yang bertugas dalam Perang Dunia I. The Shrine sekarang berfungsi sebagai tempat peringatan bagi semua warga Australia yang telah melayani dalam perang apa pun. Tempat ini juga menyelenggarakan peringatan tahunan untuk Hari ANZAC (25 April) dan Hari Peringatan (11 November), yang merupakan salah satu peringatan perang terbesar di Australia.
Bisa dibaca sejarahnya
Pilar-pilar besar bangunan
Bangunan The Shrine of Remembrance ini bergaya klasik dirancang oleh arsitek Phillip Hudson dan James Wardrop, yang merupakan veteran Perang Dunia I. Inspirasi bangunan mencontoh Makam Mausolus di Halicarnassus dan Parthenon di Athena, Yunani. Proses pembangunan dimulai pada 1918 dengan proposal awal untuk membangun tugu peringatan Victoria. Batu fondasi diletakkan pada 11 November 1927, dan The Shrine secara resmi dibuka untuk umum pada tahun 11 November 1934.
Melompat
Kalau kalian mau mengambil foto Royal Botanical Garden dengan lebih puas, maka masuklah ke dalam The Shrine bangunan utama, dan naik elevator ke lantai paling atas. Sayangnya karena keterbatasan waktu, saya hanya berfoto-foto di tangga-tangga dan teras bangunan. Nggak bisa berlama-lama juga karena kasihan Mama sendirian duduk di bangku taman karena sudah kecapekan dan juga sekalian menjaga koper. Setelah berfoto, saya dan adik-adik turun tangga lalu masuk ke dalam The Shrine secara bergantian dari pintu bawah, sekedar untuk mengetahui apa isi didalamnya.
Barang-barang di dalam The Shrine
The Shrine
Di dalam The Shrine sangat sepi, bahkan langkah kaki saya pun sangat terdengar. Banyak foto-foto, emblem, lukisan, dan patung, dengan cahaya temaram membuat suasana agak angker. Tidak banyak yang bisa dilihat di dalam. Dalam waktu 15 menit, saya sudah selesai berkeliling semua ruangan di bawah. Saya nggak masuk ke bangunan utama.

Saya duduk di bangku taman (kena giliran jaga koper). Ternyata kalau duduk, diam, nggak ngapa-ngapain jadi terasa udara sangat dingin. Padahal saya sudah memakai sweater tebal dan matahari menyinar sangat terik, tetap saja saya kedinginan. Akhirnya saya jadi jalan-jalan mondar-mandir, hanya untuk merasa lebih hangat.

Setelah semuanya keluar dari The Shrine, kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan di Royal Botanical Garden dan kembali menuju bandara. Sekalian mengucapkan selamat tinggal ke kota Melbourne. 

Sesampai di bandara, kami melakukan self-check in koper-koper. Setelah itu kita makan siang. Karena sedikit sekali variasi makan halal, jadilah kami makan makanan India. Sebenarnya kami sekeluarga nggak begitu suka makanan India, tapi mau bagaimana lagi. Kita makan kentang goreng dicampur ayam dan diberi saus. Sudah sangat cukup untuk mengisi perut, tapi tidak terlalu puas makannya hehehe😀.

Setelah makan, kami masuk ruangan untuk menunggu boarding pesawat. Huff rasanya singkat sekali waktu di Melbourne. Pengennya sih kalau kesini lagi cuma santai-santai aja di apartemen dan ke Victoria Market untuk belanja. Semoga suatu hari bisa berkunjung kesini lagi ya. Aminnn🤲!

Baiklah, nanti saya cerita lagi tentang kota Sydney. Sampai jumpa!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip