Desember 01, 2019

Featherdale Wildlife Park

Kegiatan hari ini adalah kita mau mencari Koala🐨 dan Kangguru🦘, yeay! Mengunjungi kebun binatang di Australia sudah menjadi agenda saya sejak membeli tiket pesawat di bulan Februari. Kenapa? Karena pengen banget ketemu hewan menggemaskan yaitu Koala dan juga melihat Kangguru. Setiap ke suatu negara, saya pasti menyempatkan melihat flora atau fauna khas seperti Panda di China, burung Kiwi di New Zealand, Sakura di Jepang, Tulip di Turki, dan lainnya. 

Pagi itu sebenarnya saya masih ingin bermalas-malasan di apartemen sambil menyantap roti yang kita beli semalam untuk sarapan. Tapi kasihan juga waktu bakalan terbuang begitu saja. Sudah mengontak Bang Suryadi juga untuk jalan-jalan bersama. Rencananya kita mau sewa mobil karena memang kebun binatangnya agak jauh dari kota Sydney.

Seperti biasa, kita pesan Uber ke Eastlakes, tempat tinggal Bang Suryadi. Kita berdiskusi dan googling dulu mau ke kebun binatang mana sampai akhirnya memutuskan untuk ke Featherdale Wildlife Park yang berjarak satu jam dari kota Sydney. Sebelumnya, kita sewa mobil dulu melalui aplikasi, dan harus diambil dulu ke tempatnya. Proses pengambilan mobil saja sudah menyita waktu kurang lebih hampir satu jam karena lokasi pengambilan lumayan jauh. Harga sewa mobil sekitar $50-60 perhari tergantung ukuran dan tahun rilis.

Kami pun berangkat ke Featherdale. Karena duduk di belakang, saya dan Tara jadi terombang-ambing parah banget. Jadi teringat perjalanan overland di Pulau Flores. Untung kali ini saya nggak muntah😅. Sempat nyasar juga karena saya belum terbiasa membaca GPS di Australia. Teringat dulu di New Zealand saya bertugas sebagai navigator pembaca GPS. Sekitar pukul 1 siang, kami mampir dulu ke sebuah Mall untuk membeli makanan. Cuma Bang Suryadi dan Amad yang turun ke Mall, sedangkan kami menunggu di mobil

Saya heran, kok Amad dan Bang Suryadi lama banget belum kembali juga ke parkiran. Udah main Pokemon, 'ngobrol, tapi mereka belum balik juga. Ternyata mereka membeli makan saja harus mengantri panjang. Waktu jadi terbuang lagi deh. Pokoknya kita tiba di kebun binatang sekitar pukul setengah 3 sore dan merasa waktu itu udah sore banget. Semoga masih keburu kalau mau jalan-jalan karena Featherdale tutup jam 5 sore.
Pintu masuk
Sebelum mengeksplorasi kebun binatang, kita harus membayar tiket masuk seharga $34 untuk dewasa, senior $29 (orang tua diatas 55 tahun, bisa dibuktikan dengan menunjukkan passpor) dan anak-anak $19. Ada paket untuk orang tua dan satu anak senilai $76. Tiketnya lucu juga berupa passport berwarna hijau ditambah kupon untuk memberi makan kangguru.
Tiket masuk
Kupon memberi makan kangguru
Featherdale Wildlife Park dibuka pada tahun 1972 oleh Bruce dan Margaret Kubbere di lahan seluas 7 hektar milik orang tuanya, yang sebelumnya dioperasikan sebagai peternakan unggas. Pemilik kebun binatang saat ini adalah Elanor Investors Group dan telah berkembang menjadi salah satu tempat wisata terbaik Australia di Greater Western Sydney yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan negara bagian.

Sewaktu masuk ke dalam kebun binatang, kesan pertama adalah tempat ini tidak terlalu luas tapi penataan tata letak kandang membuatnya bisa ditinggali banyak hewan. Jangan berharap tempat ini seluas Taman Safari ya. Featherdale begitu bersih, hewan-hewannya juga sangat terawat dan gemuk-gemuk. Sebenarnya ada waktu-waktu para petugas memberi makan hewan tapi kami tidak terlalu perhatian kapan waktunya. Kita sibuk bereksplorasi berjalan berkeliling kebun binatang.
Burung-burung
Wombat
Saya melihat kawanan burung mirip bangau sedang bertengger di dahan pohon, bersama-sama burung lainnya yang sedang menikmati suasana sore di kolam. Saya lanjut berjalan dan menemukan hewan yang bernama Wombat. Hewan ini lucu banget deh, ukurannya segede babi tapi mukanya seperti hamster. Kerjaannya tidur saja dan kalau kita pegang pun nggak berkutik. Saya baru tau kalau ada hewan yang begitu imut sama seperti koala😍.
Kangguru kecil
Setelah dari Wombat, saya menuju kandang Kangguru. Saya baru tau kalau ternyata kangguru banyak jenisnya. Ada yang cuma setinggi kucing, ada juga yang gedeee banget. Kayaknya kalau di kartun-kartun yang saya tonton sewaktu masih kecil dimana kangguru bisa bermain tinju dan tinggi itu berarti memang yang ukuran gede. Kita bisa memberikan makan kangguru atau langsung berfoto bareng. Sayangnya semua makanan kangguru sudah habis (mungkin karena sudah terlalu sore), jadi kita nggak ada pancingan untuk membuat kangguru mendekat. Kita memang bisa melihat kangguru melompat-lompat liar diluar kandang sih, tapi tetap harus waspada karena takut ditendang😆.
Ukuran Medium
Ukuran besar
Ada beberapa kandang Kangguru di Featherdale tergantung ukurannya. Sewaktu saya kesana, ada petugas yang sedang memberi makan para Kangguru dengan biji-bijian. Mereka makan dengan tangannya jadi seperti manusia. Lucu banget deh😍! Kalian juga bisa melihat Kangguru yang membawa anak di kantong, tapi saya nggak sempat memotretnya karena asyik berlarian saja. Setelah puas memotret dan merekam video aktifitas Kangguru, sekarang waktunya ke kandang Koala. Duhhh, hewan ini gemesssss bangettt deh😍😍😍. Kerjaannya diatas pohon dan mengunyah terus.
Mamam melulu
Sedang ditimbang
Saya baru tau kalau yang dimakan sama Koala itu adalah daun Eucalytus. Saya kira pohon bambu (emangnya panda🐼). Koala bisa memakan 500 gram daun perhari. Setelah kenyang biasanya mereka poop 💩 dan tidur😴. Koala memang perhari bisa tidur sampai 20-22 jam sambil memeluk dahan pohon. Nggak jatoh ya🤔? Saya juga mengunjungi kandang Koala dimana petugasnya sedang menimbang beratnya. Lucu banget bisa digendong sepeti bayi. Mana petugasnya ganteng pulak.

Saya dan keluarga terus berkeliling melihat-lihat ada hewan apa saja disini. Kalian bisa melihat para reptil, burung-burung mulai dari yang kecil sampai besar, serigala (foxes), dan berbagai macam lainnya. Beberapa saya ambil fotonya dari hp jadi agak blur karena mereka bergerak terus. Mau mengeluarkan kamera agak males karena merekam video pakai hp, jadi keterusan pakai hp aja.
Katak ijo
Ini lagi berantem
Duduk berjajar rapi. Sebenarnya ada 4, satu lagi keburu terbang.
Hati-hati ini serigala😱
Setelah puas berkeliling, kita baru teringat kalau belum makan siang. Akhirnya mencari tempat untuk makan dulu, sekalian shalat juga. Kita makan di meja dan kayu dari dahan kayu, sunggu unik. Semakin sore tempat ini semakin sepi dan udara semakin dingin. Kami makan seadanya saja karena udah lewat jam makan siang jadi nggak terlalu lapar lagi. Yang penting perut sudah terisi saja biar nggak masuk angin.
Toko souvenir
Buat kalian yang mau membeli souvenir boneka khas Australia bisa juga disini tapi harganya agak mahal. Boneka kecil saja sekitar Rp. 200rban. Saya lebih suka belanja di Queen Victoria Market atau tempat souvenir biasa karena harganya lumayan murah, jadi bisa beli banyak. Bisa minta diskon juga.

Baiklah, cerita berkeliling kebun binatang sudah selesai. Nanti saya sambung lagi untuk menceritakan hal lainnya. Sampai jumpa!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip