Desember 09, 2019

Sydney Culinary

Sesuai dengan postingan sebelumnya yang membahas Sydney Transportation, ternyata mood saya lebih cenderung untuk membahas makanan duluan, baru setelah itu bahas tentang belanja-belanja. Akhirnya sebentar lagi postingan tentang Australia selesai juga, fiuhhh. Sudah hampir 4 bulan tidak kunjung selesai. Tunggu dulu, antrian postingan lainnya masih panjang. Jangan sedih dulu ya☹️!

Beberapa dari tempat makan yang saya bakalan ceritain ini memang cocok untuk nongkrong saja, bukan untuk mengenyangkan perut. Kalau mau menuliskan tentang Nando's yang paling sering kami santap, kayaknya sewaktu ke Kuala Lumpur juga postingannya Nando's deh. Jadi saya memutuskan untuk tidak menuliskannya lagi ya.

Salah satu makanan yang paling saya suka adalah COKLAT🍫. Hampir setiap negara yang saya kunjungi, yang paling saya cari adalah COKLAT🍫. Jadi jangan heran di beberapa postingan berikut nantinya saya akan membahas banyak tentang minuman atau kue coklat. Hal ini membuat saya langsung bersemangat.

1. Lindt Chocolate
Katanya, Cafe yang satu ini adalah salah satu paling hits di Australia. Bahkan coklatnya sampai di ekspor ke mancanegara. Awalnya tidak berniat mampir ke Lindt Chocolate. Sewaktu kami sudah capek berjalan-jalan mengeliling Darling Harbour, dan menemukan jejeran cafe-cafe yang keren, kami memutuskan untuk menghampiri salah satu cafe.
Coklat warna-warni🍫🍫
Coklat lagi🍫🍫
Mata saya langsung berbinar-binar melihat coklat warna-warni yang dipajang di pintu masuk Lindt Chocolate Cafe. Saya (terpaksa) masuk, seolah-olah coklat-coklat itu memanggil-manggil. Keluarga saya pun ikutan masuk. Kami jadi memilih-milih banyak coklat untuk dibungkus sebagai oleh-oleh.  Rasanya ingin beli semuanya karena bentuk dan warna kemasannya warna-warni. Memang pinter ya mereka mengemas produk agar menarik pengunjung. Lokasi Lindt Chocolate Cafe berada di 104-105 Cockle Bay Wharf, Sydney NSW 2000, Australia.
Suasana Cafe
Setelah belanja coklat, kami duduk di kursi dan memesan minuman coklat☕. Kalau ke cafe ini jangan sampai nggak minum coklatnya deh. Enak banget soalnya. Kalian akan dihidangkan secangkir kecil coklat hitam dan susu murni dalam teko yang lebih besar. Kalau mau meminum coklat pahit, kalian bisa mencampur susu ke coklat dalam jumlah sedikit. Kalau saya kurang suka yang pahit-pahit, jadi saya mencampur coklat dan susu yang lumayan banyak. Bahkan susunya saya minum terpisah.
Cangkir, susu, dan dark chocolate
Kami hanya bisa menikmati minuman coklat dan nongkrong di cafe kurang lebih satu jam saja. Mengingat masih ada jadwal penerbangan ke Melbourne nanti malam. Kalau mau nongkrong cantik nanti malah ketinggalan pesawat. Saya jadi menyisakan minumannya karena memang nggak bisa buru-buru menikmati coklat. Nanti malah terlalu eneg. Seharusnya kita minum coklat di hari dimana nggak ada jadwal penerbangan, biar lebih santai.

2. Metro Pita Kebab
Menemukan resto siap saji yang satu ini sebenarnya tidak sengaja. Kita memang sedang mencari-cari resto halal di daerah Haymarket, dekat Central Station. Akhirnya menemukan Metro Pita Kebab. Kebetulan saya memang ingin makan pizza. Aneh banget pergi ke resto kebab malah mencari pizza, hehehe. Lokasi resto berada di Shop 3/851 George Street, Haymarket, Sydney, NSW. Sertifikat daging halal sudah ditempel di dinding dekat pintu masuk, jadi kita nggak usah ragu untuk makan.
Chicken Fresh Pizza
Ke negara bule' memang kurang lengkap tanpa makan pizza🍕🍕, dan kebanyakan pizza di Australia pasti tidak halal. Hal ini yang menjadi salah satu alasan saya untuk makan pizza di resto kebab, karena biasanya yang memasak kebab pasti seorang muslim. Kami memesan menu andalan di resto ini yaitu Chicken Fresh Pizza yang ternyata rasanya tiada duanya. Enakkk banget. Bayangkan daging Australia segar, halal, dijadikan pizza. OMG!!! Enakkkk banget.
Mari kita mamam 🍕🍕🍕
Sebagai pelengkap makanan, kami juga memesan kentang goreng yang dicampur daging ayam (Chicken Snack Pack). Porsinya gede banget, cukup untuk berempat. Seandainya sausnya adalah saus sambal ABC atau Indofood, pasti enak banget. Tapi karena pakai saus mereka, plus mayonaise, rasanya jadi 'gimana 'gitu. Kurang enak, cenderung aneh. Tetapi daripada mubazir, kita bawa pulang ke apartemen. Mana tau bisa untuk sarapan besok. Walaupun besoknya pas sarapan kita cuma makan sedikit karena memang tidak sesuai selera.

3. Haigh's Chocolate
Lokasi tempat oleh-oleh khusus coklat ini berada di Queen Victoria Building, 52/455 George St, Sydney NSW 2000, Australia. Saya sudah senang banget masuk kesini dan sudah mengambil keranjang belanjaan. Tiba-tiba Bang Suryadi bilang kalau Haigh's masuk dalam daftar makanan tidak memiliki sertifikat halal di Australia. Mama saya langsung nggak memperbolehkan kita untuk beli, padahal kalau nggak salah saya inget pernah dikasih oleh-oleh coklat ini oleh seorang teman dari Australia dan saya yakin teman saya itu juga nggak mungkin memberikan saya coklat nggak halal.
Haigh's
Karena batal beli coklat, mood saya langsung berantakan. Mungkin karena udah masukin keranjang belanjaan, udah memilih coklat yang unik-unik, malah nggak boleh beli. Kan kesel ya😖. Sampai pulang ke Jakarta, saya ngajak makan malam bareng si Rifqy yang pernah kuliah di Adelaide. Dia bilang kalau belum bersifikat halal bukan berarti tidak halal. Rifqy bilang, "Heigh's Chocolate jelas banget kok menulis coklat yang ada rhum atau enggak". Tuh 'kan bener, jadi tambah menyesal kenapa nggak beli kemaren itu. HUFF! Ya sudahlah, mau 'gimana lagi. Udah pulang pun sekarang, hahaha😁.

4. Guylian Belgian Chocolate Cafe
Keluarga saya sempat ragu mau nongkrong di Guylian, tapi kali ini saya bersikeras mau makan disini. Karena di Kuala Lumpur saya sering banget makan es krim Guylian. Kuala Lumpur 'kan peraturan tentang halal-haram sangat ketat, lebih ketat dari Indonesia. Jadi kalau keluarga saya nggak mau nongkrong disini, ya sudahlah, saya tetap mau disini. Walaupun semua akhirnya ikut saya untuk nongkrong disini hahaha😁.
Aneka roti-roti
Ada beberapa Cafe Guylian di Sydney, tapi lokasi Cafe yang kita datangi adalah Opera Quays, Shop 10/3 Macquarie St, Sydney NSW 2000, Australia. Karena konsepnya Cafe, jadi kalian bisa menemukan lebih banyak variasi makanan disini. Bisa sekalian makan berat juga. Nah, khusus Cafe Guylian ini, tempatnya agak kecil dan pengunjung sangat rame. Jadi harus duduk mepet-mepet biar cukup. Kurang nyaman jadinya kalau mau nongkrong berlama-lama. Mungkin karena berada di dalam Mall jadi tempatnya terbatas.
Pesanan kita
Kita memesan beberapa minuman seperti Guylian hot Chocolate dan Ice Orange Chocolate. Tidak lupa memesan beberapa potong kue-kue yang terlihat sangat lezat dan juga croissant. Saya agak lupa nama-nama kuenya karena ternyata struk cafe ini sudah dibuang. Jadi nggak bisa menuliskan nama makanan dengan akurat. Yang pasti Chocolate Cake dan Fruit Punch Pie itu enakkkk banget deh🤤🤤. Nggak bikin eneg sama sekali.
Chocolate Cake
Fruit Punch Pie
Kalau kalian ingin minum coklat panas, nanti bakalan ada sebatang coklat Guylian yang biasanya kita bisa beli sebagai souvenir, ditaruh di dasar cangkir, lalu kita seduh dengan coklat panas. Nanti coklat batangan itu akan meleleh dan menyatu dengan minuman coklat. Walaupun menurut saya dari segi rasa nggak ada bedanya minuman coklat yang sudah dicampur dengan coklat batangan atau pun enggak😅. Hanya saja kalian bisa memilih mau coklat batangan yang Milk Chocolate atau Dark Chocolate.
Coklat batangan di dasar cangkir, beserta croissant
5. Chinese Halal Restaurant
Setelah seharian jalan-jalan dan Mama sudah capek juga, kami berpamitan kepada keluarga Bang Suryadi untuk pulang ke apartemen. Sebenarnya waktu itu Mama udah nggak mau kemana-mana lagi karena sudah capek, tapi kalau kita langsung pulang nanti malah nggak ada makanan di apartemen. Saya dan Amad udah sepakat untuk pergi makan dulu, tapi Mama nggak tau. Amad bertanya pada temennya dimana Resto halal terdekat yang menyediakan 'nasi'. Akhirnya kami memutuskan untuk perdi ke Resto Chinese Uighur halal yang berlokasi di 105 Rawson St, Auburn NSW 2144, Australia.

Sesampai di resto, Mama masih ngedumel karena ingin pulang. Tapi mau 'gimana lagi, pulang sendiri 'kan nggak mungkin hahaha😅. Mungkin Mama mereasa terjebak. Akhirnya Mama (terpaksa) ikutan makan. Kami memesan nasi sapi lada hitam dan sejenis mie kwe tiau ayam. Cuma pesan dua piring karena tadi sore 'kan baru ngemil Guylian.

Pengunjung resto ini ramai sekali. Ada orang Chinese, bule', dan India. Ntah mereka semua beneran muslim atau memang mau makan malam saja. Yang menyebalkan adalah pelayan restonya seksi banget. Dia memakai baju dengan belahan dada sangat rendah dan rok sangat pendek. Padahal nggak cantik sih, apa dia kepanasan ya makanya pakai baju serba minim. Cuma 'kan kita kurang enak melihatnya.
Nasi sapi lada hitam
Kwetiau ayam
Kami makan dengan lahap. Mungkin karena ketemu nasi dan mie, jadi sesuai selera banget. Untung porsinya banyak, jadi walaupun kita sharing makannya, tetap cukup. Mungkin porsi bule' kali ya, makanya banyak sekali. Alhamdulillah malam itu kita kenyang banget dan puas makannya karena enak. Kita berjalan kaki pulang ke apartemen. Kalau mau naik Uber harus bayar $10 dimana jarak resto ke apartemen cuma 700 meter. Mama sebenarnya sudah capek banget, kita jadi harus membujuk Mama untuk berjalan kaki saja, daripada bayar Uber segitu mahal. Lagian berjalan malam pelan-pelan sambil menikmati kota juga seru kok. Kalau capek, tinggal berhenti untuk duduk dan berfoto-foto, lalu lanjut jalan lagi. Oh iya, di sekitar Resto Chinese Halal ini, banyak sekali resto halal lainnya. Ada resto Thailand halal dan resto India juga.

6. Masakan Rumah
Tidak ada yang menandingi masakan rumahan walaupun hanya nasi goreng dan telur dadar. Suatu hari kami capek banget setelah jalan-jalan dan memutuskan untuk makan di rumah Bang Suryadi aja karena pengen banget makan nasi. Mau mencari resto halal juga udah nanggung malam itu karena kita bisa naik bus satu kali untuk sampai ke apartemen Bang Suryadi. Kami akhirnya memutuskan makan di apartemen saja.
Telur dadar
Nasi goreng
Sesampai di rumah, saya membantu Dora (istri bang Suryadi) untuk mengupas dan mencingcang bawang, cabe, dan daun bawang. Kita masak nasi goreng dan telur dadar. Menu sederhana ini enak banget. Dimakan selagi panas di kala suasana kota Sydney yang begitu dingin ditemani secangkir teh manis. Ahh, serasa berada di negara sendiri deh. 

Sebenarnya kalau kalian mau menghemat uang makan, bisa masak di apartemen kok. Peralatan masak semuanya lengkap. Tinggal belanja saja ke pasar atau supermarket untuk sayur-mayur dan buah. Kalau mau beli daging halal, kalian harus pergi ke Lakemba, NSW. Disana memang sarangnya masyarakat muslim. Bahkan ada Masjid yang sangat besar juga disana. Kami tidak sempat ke Lakemba kemarin karena keterbatasan waktu.

Baiklah, tulisan tentang kuliner di Sydney sudah selesai. Selanjutnya saya akan menceritakan tentang tempat belanja. Kira-kira tinggal dua postingan lagi bisa selesai Insya Allah. Sampai jumpa!
Reactions:

3 comments:

Claude C Kenni mengatakan...

Setelah 8 tahun tinggal di negara yang makanannya sebagian besar makanan Eastern, setiap kali lihat pizza, saya selalu jadi ngiler, hahaha. Aduh, kangen banget makanan Western yang authentic.

Meutia Halida Khairani mengatakan...

@Claude : haiii apa kabar? uda lama ga liat lu mampir

Claude C Kenni mengatakan...

Kabar baik. Saya masih di China, udah hampir 8 tahun sekarang. Waktu saya pertama tiba di China, makanan western itu lumayan jarang, dan harganya mahal. Satu slice cake saja harganya bisa sekitar 50.000 rupiah, dan rasanya pun belum tentu enak. Sekarang makanan western kayak cake, coklat, pizza, di mana-mana sudah banyak, dan harganya mulai terjangkau. Tapi ya itu, rasanya kurang authentic, haha. Setiap pulang ke Indo, pasti kangen makan pizza, pasta, dll. Tapi tetep, paling kangen tuh makan makanan Indonesia seperti batagor, martabak, masakan Padang, dll.

Follow me

My Trip