April 04, 2020

Birthday Letter

Happy Birthday to me🎂!

Ini adalah pertama kalinya saya merasakan berulang tahun ditengah wabah yang sedang melanda. Rasanya agak berbeda. Biasanya paling nggak saya menghadiahi diri sendiri dengan makan enak atau pergi kemana 'gitu. Tapi hari ini cuma di rumah saja sambil mengontrol Webminar yang diselenggarakan Rancupid tadi siang. 

Sebenarnya saya ingin banget bisa berulang tahun di Disneyland Shanghai (keinginan sejak tahun lalu), tapi kalau melihat kondisi sekarang, saya merasa nggak ada gunanya merayakan ulang tahun seperti itu. It seems that Disneyland not even magical anymore. Rasanya lebih baik menyumbang ke Kitabisa.com atau https://indonesiadermawan.id// untuk membantu masyarakat yang berdampak karena Corona. Saya rasa ini teguran juga dari Allah untuk saya kalau tidak ada gunanya harta dan benda kalau tidak ada manfaat untuk orang lain. Saat ini mungkin memang kita semua harus #stayathome atau #dirumahaja, dengan makanan yang cukup, bahkan sudah merasa bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Kebayang nggak dengan pekerja harian yang kalau nggak kerja, nggak dapat uang, ya nggak makan. Belum lagi para pedagang kecil yang udah mengeluarkan modal untuk menjajakan dagangannya tapi nggak laku dan kemudian jadi basi. Hiks, jadi sedih lagi memikirkannya😭.

Dari sisi perusahaan, Alhamdulillah Rancupid kebanjiran orderan di semua Marketplace Amazon. Ini merupakan rezeki dari Allah juga untuk saya dan perusahaan. Tapi saya jadi berpikir lagi, mungkin Allah hanya menitipkan rezeki ini kepada Rancupid untuk dibagi-bagi kepada masyarakat yang berdampak. Rencana ingin beli ini itu, jadi berpikir ulang dua kali. Mending disumbangin aja duitnya. Allah padahal baru mengangkat nikmat keluar rumah, nikmat shalat berjamaah di mesjid, nikmat bertemu keluarga dan teman, tapi kita semua jadi pusing tujuh keliling dan stres. Apalagi sekarang lafadz adzan sudah berubah menjadi: 

أَلَا صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ
"salatlah di rumah-rumah kalian".

Baiklah, kita tidak usah membahas hal itu karena pasti bakalan sedih terus😢. Keadaan seperti ini membuat kita sebagai masyarakat Indonesia jadi bersatu. Terlihat banyak sekali nominal sumbangan dari para dermawan. Ditambah lagi para sukarelawan yang membantu menjahitkan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker untuk tenaga medis. Saya bahkan takjub melihat jumlah orang yang mendaftar menjadi relawan. Mereka rela membantu para tenaga medis, walaupun hanya menyupir ambulan, mengangkat pasien, bersih-bersih rumah sakit darurat, dan sebagainya. Rasanya hati ini kembali tersentuh karena begitu banyak orang baik di Indonesia. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua dengan pahala yang berlipat. Saran saya nggak usah baca komentar netizen yang jahat, kebayang betapa banyak mereka menumpuk dosa di situasi seperti ini.
Poster super cute
Harapan saya semoga tahun ini diberikan rezeki yang berlipat, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat. Semoga Rancupid nggak pernah krisis keuangan lagi. Pusing banget kalau Amazon suspend dan mendadak krisis keuangan. Semoga kita bisa terus berinovasi untuk membantu Indonesia menjadi lebih baik. Semoga diberikan jodoh yang shaleh, ganteng, dan yang suka travelling, supaya bisa diajak melihat dunia hahaha😂. Mantan-mantan terdahulu kadang cuma shaleh dan ganteng, ehh nggak suka travelling. Ganteng dan suka travelling, ehh nggak shaleh. Pusing kan?😅

Kalau harapan terdekat sih pengen pulang kampung. Ya Allah, semoga lebaran bisa mudik. Aminnn🤲. Tapi kalau tetap nggak bisa, ya sudah bersabar saja. Allah Maha Mengetahui yang terbaik😊.

Maret 21, 2020

Mengurus Visa Taiwan

Seharusnya ditanggal ini saya sudah terbang ke Taipei, tapi qadarullah belum bisa. Saya juga agak bingung mau menuliskan peraturan mengenai Bebas Visa ke Taiwan untuk pemegang Visa Jepang, Australia, New Zealand, Canada, dan United States dimasa-masa seperti ini. Kalau kalian buka website Kedutaan Taiwan, sudah pasti sedang tidak bisa berkunjung ke negara ini dan berlaku untuk semua passpor. Jadi, di masa Force Majeure seperti ini, bisa jadi peraturan-peraturan akan terus di update di website kedutaan. 

Saya sebenarnya sudah agak ragu mau ke Taiwan sejak awal Maret dimana muncul kasus positif Corona di Indonesia. Tapi masi optimis kalau negara Taiwan sangat siap menghadapi pandemi ini karena mereka juga pernah berdampak dengan wabah ditahun-tahun sebelumnya. Sampai pada H-3, Taiwan memberlakukan pelarangan masuk untuk semua Warga Negara Asing (WNA) demi menekan penyebaran wabah. Ya sudahlah, mungkin ada hikmah dibalik semua ini.

Walaupun saya batal ke Taiwan karena pandemi Virus COVID-19, tapi saya ingin menuliskan proses pengajuan Travel Authorization Certificate (TAC), sebutan bebas Visa untuk WNA dengan Visa negara tertentu, sebagai dokumentasi pribadi. Insya Allah nanti bisa kesana lagi. 

Berikut langkah-langkahnya
1. Saya masuk ke website https://niaspeedy.immigration.gov.tw/nia_southeast/ dan memilih bahasa.
Pilih Bahasa
2. Setelah itu nanti ada Workflow yang bisa dibaca baik-baik, lalu tinggal klik tombol Next.

Workflow
3. Nah, menurut saya Additional Requirements ini lumayan penting mengenai Visa apa saja yang bisa disertakan untuk mengurus bebas TAC ke Taiwan. Silahkan dibaca dengan seksama.

Dibaca yaaa!
4. Setelah selesai dibaca dan klik tombol Next, maka kalian harus mengisi data-data sesuai passpor.  Saya memutuskan untuk menyertakan Visa New Zealand. Gampang sih proses pengisian data ini, nggak sampai 5 menit juga jadi.
Diisi baik-baik
5. Setelah masukkan data, klik Process Flow, maka selesailah pengurusan TAC. Saya aja sampai heran kok bisa gampang banget ya? Gratis lagi. Mungkin para pemegang Visa negara-negara kuat sudah ribet duluan mengurus Visa untuk masuk ke negara tersebut, sehingga Taiwan udah percaya saja atas prosedur dari negara-negara itu.
Sudah jadi, tingal klik Print
Melihat foto ini masih agak sedih sih karena nggak jadi ke Taiwan. Tapi kalau dipikir-pikir dengan kondisi sekarang, jangankan mau ke Taiwan ya, mau pulang ke Aceh aja nggak bisa. Saya menuruti himbauan pemerintah untuk tidak mudik dan di rumah saja. Walaupun sudah bosan sekali ini😖😖😖.
TAC milik saya 😢
Baiklah, sekian dari saya. Nanti saya ingin menuliskan tentang kegiatan dan perasaan saya selama Social Distancing. Sampai jumpa!

Maret 18, 2020

Kontrol Gigi Saat Social Distancing

Hari Selasa kemarin adalah jadwal saya untuk kontrol gigi yang sudah dibuat sejak dua bulan yang lalu. Padahal sedang ada himbauan untuk #dirumahaja oleh pemerintah, tapi karena ini harus ke dokter jadi saya anggap darurat. Semalam sebelumnya, teman-teman saya sudah mengingatkan untuk berhati-hati. Belum lagi kabar Malaysia Lockdown yang membuat saya langsung nggak enak hati. Yang ada dipikiran saya adalah ketika keluar rumah, maka virus Corona sudah menunggu😵. Hal ini membuat saya nggak bisa tidur sampai jam 1 malam. Haduwh, kenapa begini banget ya?

Akhirnya saya bisa tidur dan bangun Shubuh. Karena masih dalam kondisi ketakutan, padahal masih kurang tidur, saya nggak mau tidur lagi. Saya mengecek kerjaan di Amazon, lalu melihat taman (sangat efektif mengurangi stress), sarapan, mandi, dan akhirnya berangkat lebih awal. Tidak lupa menggunakan masker. Saya memesan Grab menuju stasiun Depok Lama. Nah, di jalan saya baru merasa agak tenang karena aktivitas orang-orang terlihat seperti biasa. Jalanan masih ramai, apalagi ke arah stasiun seolah-olah seperti hari kerja biasanya. Mungkin karena nggak semua perkantoran memberlakukan Work From Home, jadi masih ramai orang-orang yang menggunakan KRL sebagai moda transportasi. Saya naik kereta dan tetap berusaha menjaga jarak. Kebetulan di dalam kereta agak lengang, jadi tetap bisa menerapkan social distancing.

Sesampai di stasiun Pasar Minggu, saya memesan Grab menuju OMDC. Sempat ngobrol sama abang Grab yang katanya sepi banget orderan. Biasa ada anak-anak sekolah yang memesan mereka. Hiks, jadi sedih juga😢😢😢. Tapi mau bagaimana lagi, pemerintah memang tengah berupaya untuk menekan penyebaran wabah virus Corona dengan meliburkan sekolah dan menghimbau perkantoran untuk bekerja dari rumah. Mari kita bersabar bersama-sama.

Sesampai di OMDC, saya menggunakan hand sanitizer bahkan saya lumuri juga ke hp. Suasana klinik masih sama seperti biasa, jam pagi memang agak sepi. Setelah giliran saya tiba, saya melihat Orthodentist menggunakan pakaian lengkap dengan masker, baju khusus, dan pelindung wajah. Wajar sih harus selengkap ini alat tempurnya, karena penularan virus melalui droplet yang biasa di ludah atau ingus.
Sudah rapi
Huft, gigi saya masihhhhh saja ada celah. Dokter sampai gemes sendiri. Saya pun gemes karena nggak rapat-rapat gigi ini. Padahal dalam sebulan ini saya hampir selalu memakai karet elastis, tapi tetap aja bercelah yang disebelah kiri. Kalau barisan gigi kanan sudah rapi dan memang hanya tinggal menunggu gigi kiri jadi rapat. Dokter juga sudah tidak memberikan karet elastis lagi karena seharusnya bulan depan sudah bisa rapat, insya Allah.

Service Charge Rp. 40,000
Kontrol Orthodentist Rp. 275,000

Sepulang dari dokter gigi, saya sempat membeli duku dan buah naga di stasiun Pasar Minggu. Setelah sampai di stasiun Depok, saya membeli nasi padang untuk disantap di rumah. Sesampai di rumah, saya makan siang, lalu pergi sebentar ke tukang kebun untuk membeli pupuk. Saya sengaja masih dengan pakaian yang sama dan belum diganti karena masih mau beraktivitas diluar. 

Setelah pulang dari tukang kebun, saya masukkan semua baju ke keranjang kotor, mencuci tangan dan muka, kemudian berwudhu. Saya shalat Zuhur dulu baru tidur siang. Di situasi seperti sekarang ini, saya berusaha untuk cukup tidur (istirahat) agar imunitas tubuh tetap terjaga. Apalagi tadi malam baru bisa tidur jam 1, jadi harus mengganti waktu tidur yang kurang.

Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah subhanahu wata'ala. Aminnnnn🤲!

Maret 14, 2020

Vaksin Influenza di Kantor

Sepertinya kasus Virus Corona (COVID-19) semakin hari semakin mengkhawatirkan, terlebih untuk saya yang selalu menggunakan transportasi umum pada saat pulang pergi dari dan ke kantor. Saya juga sering dinas ke luar kota, terutama Bali. Sejak bulan Januari kemarin, saya sudah menyuntik vaksin influenza sekedar untuk berjaga-jaga kalau (naudzubillah) kena virus Corona, paling tidak, bisa bertahan dengan flu yang tidak parah. Kalau dipikir-pikir, gejala virus Corona itu mirip seperti saat asma saya akan kambuh dimana saya bakalan flu, sakit tenggorokan, demam, lalu sesak napas dan batuk berdahak. Teringat dulu dokter Spesialis Paru yang biasa menangani asma saya pernah bilang, "Vaksin aja, paling nggak nanti nggak flu dulu, jadi nggak sesak deh!" Baiklah...

Tahun 2015 saya pernah di opname sepulang dari Hong Kong karena demam tinggi, flu, dan sesak napas. Ntah saya kena virus apa, tapi dari semua teman-teman yang ikut ke Hong Kong, cuma saya doang yang diopname. Sejak saat itu saya jadi sangat menjaga imunitas tubuh mulai dari berolah raga, istirahat cukup, dan makan teratur, sebelum melakukan perjalanan jauh. Saya mulai vaksin flu di tahun 2016 ketika akan umroh untuk pertama kali. Karena pada saat itu suhu di kota Madinah mencapai 12 derajat di siang hari, maka dokter menyarankan saya untuk vaksin flu. Alasannya sama, paling nggak nanti nggak flu dulu. Sejak saat itu, saya rutin vaksin flu setahun sekali karena memang terbukti (di tubuh saya), saya sangat jarang flu dan jadi tidak pernah sesak napas lagi.

Sebelum memutuskan vaksin sekantor, saya baca-baca artikel di media online tentang vaksin influenza yang berdampak sangat besar untuk meningkatkan imunitas tubuh. Saya sempat ngobrol juga dengan seorang teman yang bekerja di Kuala Lumpur yang mengatakan kalau vaksin flu di klinik-klinik terdekat sudah habis. Bahkan banyak yang bawa hand carry dari luar negeri karena stok semakin menipis. Hal ini agak berbanding terbalik dengan beberapa teman saya di Indonesia yang nggak mau vaksin. Mereka pada bilang, "Untuk apa vaksin flu? Nggak ada gunanya." Ihhh, saya kesel banget sewaktu dijutekin begitu🙄🙄🙄. Memang sih influenza dan Corona itu beda, bedaaaaa sekali. Tapi paling nggak nanti nggak flu dulu, sehingga kemampuan tubuh melawan penyakit bisa lebih baik. Paham?

Terserah orang mau bilang apa. Saya tetap mau menjaga lingkungan saya dan orang-orang yang saya sayangi agar terhindar dari penyakit seperti para karyawan saya yang sehari-hari ke kantor pasti naik transportasi publik. Tepat pada hari Rabu kemarin, seluruh karyawan Rancupid saya wajibkan untuk vaksin flu. Mau menolak? Mana bisa... Kan yang suruh langsung pemilik perusahaan😂. Saya datangkan dokter langsung ke kantor untuk vaksin sekaligus mengedukasi para karyawan betapa pentingnya menjaga imunitas dikala virus-virus seperti ini. Untungnya para karyawan semua 'nurut aja. Palingan ada beberapa yang nggak berani disuntik bukan karena nggak mau atau menyepelekan, tapi karena takut jarum suntik 😂😂😂😂. Ini bikin saya ngakak.
Dokter mempersiapkan obat
Suasana penyuntikan cukup ramai dan seru. Ada yang nggak berani duluan, ada yang pasrah banget, ada yang sampai harus dipegang oleh 2 karyawan cowok. Saya hanya tertawa melihat tingkah laku mereka. Padahal saya termasuk orang yang takut juga dengan jarum suntik, tapi karena saya sudah vaksin jadi nggak ditertawakan sama teman-teman yang lain😆. Dokter juga ternyata membawa vitamin C dan kolagen, sehingga beberapa karyawan yang tetap ingin glowing bisa langsung disuntikkan. Alhasil, udah terbebas dari flu, glowing lagi😂.

Ada yang selow aja disuntik
Ada yang ketakutan setengah mati 🤣
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Saya juga menyarankan buat teman-teman yang membaca postingan ini agar bisa vaksin juga, sebelum vaksin influenza menjadi langka. Kalau pun kita (naudzubillah) kena Corona, tubuh bisa lebih siap untuk menghadapinya dan mengurangi resiko kematian. Tidak ada salahnya berikhtiar untuk pencegahan penyakit.

Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah subhanahu wata'ala. Aminn ya Rabbal 'alamin🤲.

Maret 07, 2020

Infuse Glowing Premium di ZAP

Tidak terasa sudah lama juga nggak menulis blog. Sementara memang disibukkan dengan kerjaan di kantor untuk menyambut musim semi di Amerika, bolak-balik dinas ke Bali, dan virus Corona yang mulai merebak. Sampai postingan ini saya tulis, sudah ada 4 orang WNI yang terkena virus Corona. Tapi saya sangat yakin dengan pemerintah yang pasti dapat merawat orang-orang yang terjangkit. Mari kita berdoa agar wabah virus Corona segera berlalu. Amin🤲.

Sebenarnya 2 minggu lagi saya akan pergi ke Taiwan. Walaupun sampai hari ini masih galau bakalan pergi apa enggak, tapi yang pasti saya ingin memproteksi diri dulu agar tidak gampang sakit. Sudah vaksin flu juga di akhir Januari yang alhamdulillah lumayan membuat saya kebal terhadap flu. Sekantor pada sakit, saya tidak, alhamdulillah (tidak bermaksud takabur).

Karena masih punya series di ZAP yang di bulan Februari lalu nggak saya pakai, jadinya bulan ini bisa saya pakai double. Saya memang rutin melakukan perawatan di ZAP tapi nggak bisa diposting semua karena kelihatan aurat, hahaha😂😂😂. Jadi khusus perawatan ini saya bisa tuliskan.

Sekitar 2,5 tahun yang lalu saya pernah mencoba suntik vitamin C sepulang umroh dan berakhir saya muntah parah dan vertigo. Dokter curiga salah satu penyebabnya adalah karena perut saya kosong. Saya sarapan jam 7 pagi, lalu suntik vitamin C jam 11 siang. Mungkin perut sudah kosong lagi. Hal ini membuat saya takut untuk memasukkan cairan sejenis vitamin C lagi ke tubuh. Sampai waktu saya baca sebuah artikel dimana kulit kusam memang lebih baik infuse glowing aja. Saya merasa memang kulit sedang kusam banget. Flek jadi terlalu kelihatan, kulit belang-belang, duh, nggak keren banget deh pokoknya😣.

Akhirnya saya beranikan diri ke ZAP untuk infuse glowing. Saya konsultasikan ke dokter dan bilang kalau saya pernah muntah sewaktu suntik vitamin C. Awalnya ketika booking perawatan memang disuruh makan dulu yang banyak dan saya sampai makan nasi padang (kurang banyak apa lagi). Dokter bilang seharusnya saya baik-baik aja dan akan sangat diawasi oleh dokter ketika nanti cairan infusednya masuk ke tubuh. Baiklah, bismillah saya coba juga akhirnya.

Kemarin saya melakukan 3 perawatan sekaligus yaitu Underarm Hair Removal (Rp. 199,000 per sekali datang, tapi saya punya paket Lifetime seharga Rp. 2,999,999), Photo Facial (Rp. 749,000), dan Infused Glowing (Rp. 749,000). Photo Facial dan Infused Glowing sudah saya bayar dengan paket series, jadi kemarin cuma bayar konsultasi dokter Rp. 50,000 dan Facial Wash Rp. 75,000.
Dapat Lifetime Medal
Perawatan pertama adalah Underarm Hair Removal. Seperti biasa ketiak bakalan di shaving (dicukur) melayang dan disisakan 1mm untuk indikator sinar laser. Proses ini hanya berlangsung 5 menit saja. Setelah itu tangan saya dicarikan nadi untuk dimasukkan infus, sambil wajah saya di Photo Facial. Ada 1 dokter dan 2 perawat yang mengerjakan semua perawatan di tubuh saya. Agak seram sebenarnya, tapi tawakkal aja sama Allah.
Lagi di Infused
Setelah cairan infus dimasukkan, sekitar 5 menit kemudian dokter bertanya apakah saya pusing, sesak napas, atau ada keluhan apa gitu? Alhamdulillah saya baik-baik saja. Dokter masih mengerjakan Photo Facial sampai selesai, sementara cairan infus terus masuk ke tubuh saya. Ketika hampir selesai pun, dokter masih bertanya ada reaksi nggak ke tubuh? Dan Alhamdulillah saya masih baik-baik saja. Setelah selesai Photo Facial, infus pun selesai. Kepala saya mulai agak pusing, tapi menurut saya ini karena mata saya ditutup untuk laser, dan ketika buka mata langsung melihat lampu yang terang. Setelah semua perawatan selesai, saya bayar ke kasir lalu duduk menunggu sekitar 15 menit untuk melihat reaksi ke tubuh. Alhamdulillah masih baik-baik aja.

Setelah keluar dari ZAP, saya membeli roti untuk mencegah asam lambung naik karena vitamin C dosis tinggi yang masuk ke tubuh. Setelah makan roti, saya jadi sendawa beberapa kali. Saya pulang ke rumah naik busway dan kereta, lalu beli makanan lagi. Sesampai di rumah, saya minum air putih yang banyak agar tidak memberatkan kerja ginjal. Warna pipis pun jadi kuning banget, jadi saya terus-menerus minum air yang banyak.

Untuk mencegah kelebih vitamin dalam tubuh (Hipervitaminosis), sebaiknya dua hari setelah perawatan nggak usah minum vitamin (saya jadi rutin minum vitamin sejak merabaknya wabah virus Corona). Minum air putih aja yang banyak untuk membersihkan ginjal. Sampai tulisan ini saya posting, tubuh saya jadi segar banget, warna pipis sudah bening, dan kulit di punggung tangan terlihat sekali lebih cerah (biasanya sangat hitam dan kucel, kesel deh😑). Dokter bilang, kalau mau mencerahkan tubuh sampai ke tahap "tercerah" (biasanya bisa dilihat di area kulit dekat ketiak), bisa melakukan infused glowing biasa (Rp. 499.000) seminggu sekali. Tapi saran dokter sih mending 2 minggu sekali saja dimana sekali yang premium karena berisi multivitamin untuk stamina tubuh dan sekali lagi yang glowing biasa. Jadi sebulan 2 kali aja. Cuma ya perawatan ini menurut saya lumayan mahal, tapi kalau mau mempunyai kulit mulus, lembab, dan cerah, bisa dicoba.

Oke deh, nanti kapan-kapan saya cerita lagi tentang perawatan yang saya lakukan. Sampai jumpa.

Februari 19, 2020

Celah 1 Milimeter

Seperti biasa, saya akan menuliskan laporan kontrol gigi di bulan Februari.  Kalau dilihat sekilas, gigi saya sudah rapi, rahang sudah pas menutup, mengunyah jadi lebih enak. Sayangnya masih ada celah di gigi atas sebelah kiri yang hanya 1 milimeter saja. Huffttt😑! Padahal dua bulan lalu dokter udah bilang bakalan bisa lepas kawat gigi 2 bulan lagi, tapi karena masih ada celah jadi ya tetap dua bulan lagi😅. Duh, jangan-jangan kalau bulan depan kontrol dan masih ada celah, jadi diundur ke dua bulan lagi dan lagi dan lagi. Tidak!
Sudah rapi kan?
Mungkin hal ini disebabkan karena saya agak malas menggunakan karet elastis. Karena lilitan karet pengikat kawat gigi diubah oleh orthodentist, jadi kalau saya pasang karet elastis sering banget lepas. Baru mengunyah sedikit, udah lepas lagi. Pernah sewaktu lagi ngobrol di meeting, eh karetnya copot dan berbunyi "pletak". Orang-orang di meeting sampai bertanya kenapa karena suaranya kedengaran. Saya jadi malu kan?! Apalagi kadang karet lepas dan tertelan. Ups🤭! Saya sampai tanya dokter, bahaya nggak kalau tertelan? Dokter bilang sih, aman kok. Duh, makanya malas banget pakai karet elastis yang penuh drama ini.

Akhirnya tadi malam saya mengakali agar karet tidak gampang lepas. Saya kaitkan di dua gigi saja. Paling nggak, kalau pengait gigi yang satu lepas, masih ada kaitan lainnya yang membuat tidak berbunyi 'pletak'. Tapi masih ragu juga nih, sebenarnya boleh nggak sih kalau dikaitkan di dua gigi? Nanti malah jadi amburadul lagi giginya🤭. Semoga kali ini karet elastisnya nggak rese', jadi tidak membuat saya malu di depan umum. Semoga cepat lepas behel ya Allah... aminnn 🤲.

Service Charge Rp. 40,000 (naik dari Rp. 25,000)
Kontrol Sapphire Braces Orthodentist Rp. 275,000
Karet Elastis 60 pasang Rp. 60,000

Oh ya, kalau di kontrol sebelumnya OMDC sudah merenovasi lantai satu, sekarang lantai lantai dua pun sudah terlihat sangat Jepang sekali. Menurut saya malah jadi seperti Restaurant di Jepang berwarna pink. Nama poli-polinya aja sesuai nama makanan seperti Poli Sushi, Poli Ramen, dan lainnya. Cukup unik sih, mengingat hampir 99% klinik di Indonesia hanya berwarna putih atau hijau saja. Mungkin OMDC juga ingin kliniknya terlihat instagramable agar lebih gampang dibagikan di sosial media.
Hiasan sushi di dinding klinik
Jujur aja kalau saya lebih suka dengan klinik bernuansa putih. Tapi inovasi membuat klinik yang unik memang sudah dilakukan OMDC sejak dulu dimulai dengan membuat klinik gigi bernuansa pink. Mungkin tema Jepang ini akan berlangsung bertahun-tahun ke depan dan insya Allah saya sudah lepas behel dan mendapatkan Perfect Smile. Aminn🤲!

Februari 15, 2020

Sepinya Pertokoan di Bali

Menulis blog tentang belanja di Bali ini setelah saya kembali dari Bali (lagi). Sepertinya Januari dan Februari ini saya sibuk sekali. Saya melakukan riset hampir seharian dan berusaha sangat keras untuk mempersiap perusahaan menghadapi penjualan yang membludak di musim semi🌷. Awalnya saya masih malas-malasan untuk menghadapi musim semi, tapi penjualan terus meningkat dan membuat cash flow perusahaan menjadi agak berantakan. Daripada nanti salah prediksi lagi seperti tahun lalu, lebih baik saya mengorbankan beberapa waktu senggang saya untuk riset juga belajar lagi dan lagi.

Ini kali kedua saya diundang untuk memberikan seminar tentang Ekspor oleh Pertamina University. Lokasi seminar masih tetap sama, yaitu di Bali. Berhubung jadwal saya juga semakin padat, jadi pengaturan jadwal ke Bali sudah harus dari seminggu sebelum acara. Bahkan sepertinya saya bakalan rutin ke Bali untuk memberikan seminar. Sebenarnya saya senang banget ke Bali, bisa sekalian liburan. Tapi karena sendiri, jadi aneh aja. Enakan kalau ke Bali bersama keluarga, pasangan, atau teman-teman. Karena cuma sendiri, jadinya cuma berkeliling untuk belanja.

Baiklah, saya akan menuliskan tempat belanja satu persatu yang saya kunjungi di bulan Desember 2019 dan Februari 2020. Mari disimak.

1. The Keranjang
Salah satu tempat belanja oleh-oleh baru dengan gedung yang benar-benar berbetuk keranjang belanja. Lokasinya berada di Jl. By Pass Ngurah Rai No.97, Kuta. The Keranjang merupakan milik penyanyi Melly Goeslaw, jadi jangan heran kalau di dalam gedung ini akan terdengar suara Melly dimana-mana menyanyikan soundtrack tempat ini.
Pose dulu
Candid
Tempat ini didesain sangat instagramable agar bisa dibagikan di sosial media. Memang pengaruh sosial media sangat besar sih untuk menarik pengunjung. Kalian bisa berfoto di patung-patung yang berada di depan toko terlebih dahulu, baru masuk ke dalam. Tenang saja, patungnya banyak kok. Jadi kalau satu patung banyak yang mengantri foto, kalian bisa pilih patung lainnya.
Jalan menuru ke lantai berikutnya
Etalase
Toko ini terdiri dari 3 lantai yang lumayan luas. Kalian harus berjalan di jalan yang melingkar untuk naik atau turun ke lantai berikutnya. Sepanjang jalan penghubung lantai pun bisa dijumpai banyak barang yang bisa kalian beli. Variasi barang untuk oleh-oleh juga banyak sekali mulai dari makanan, keripik, pakaian, aksesoris, dan lainnya. Disini saya hanya membeli lulur saja karena lebih murah Rp. 500 dari Krisna Bali.

2. Krisna Oleh-Oleh Bypass
Siapa yang nggak tau tempat oleh-oleh paling ngehits seantero Bali ini. Baru-baru ini dibangun Krisna terbaru di Jl. By Pass Ngurah Rai, Kuta, yang berkonsep premium. Tempatnya berada di seberang The Keranjang, jadi bisa hanya jalan kaki saja kesini.
Etalase di dalamnya
Konsep Krisna yang satu ini seperti Mall. Bangunannya juga terdiri dari 3 lantai yang sangat luas dilengkapi eskalator dan elevator. Begitu banyak barang yang dijual disini sehingga menjadi one stop shopping untuk kita. Saya harus menghabiskan waktu minimal satu jam kalau datang kesini karena memang suka melihat-lihat barang yang dijual. Variasinya sangat banyak dan super lengkap.
Tempat favorit
Yang paling saya suka adalah lantai dua, yaitu sarangnya produk perawatan kulit dan aroma terapi. Kalau sudah berada di lantai ini, saya mendadak jadi wangi. Saya suka banget mencoba testernya baik berupa parfum atau body butter. Belum lagi mbak-mbak pelayannya selalu menawarkan ini dan itu membuat saya nggak kuat untuk menahan nggak membeli🙊. 

Saya suka banget ke Krisna Premium ini. Ketika kunjungan ke Bali yang kedua kali kemarin juga tetap kesini lagi. Cuma karena isu penyebaran virus Corona, Krisna jadi agak sepi kalau dibandingkan bulan Desember kemarin. Kasihan pramuniaganya jadi nganggur atau mengobrol dengan temannya karena pengunjung menurun drastis. Jadi terlihat seolah-olah pramuniaga lebih ramai daripada pengunjungnya.

3. Discovery Shopping Mall
Ini pertama kalinya saya ke tempat yang berlokasi di Jl. Kartika Plaza, Kuta. Karena bingung mau kemana, kebetulan hotel tempat saya menginap ada free shuttle bus ke Mall ini, jadi saya ikut saja. Katanya, Mall ini menghadap ke laut sehingga membuat kita bisa bermain dan menikmati suasana pantai.

Perjalanan dari Hotel The Patra Bali ke Discovery Shopping Mall hanya memakan waktu 10 menit dengan mengendarai mobil. Saya langsung heran karena sepiiii sekali Mall ini😧😧😧. Pengunjungnya hanya beberapa orang saja. Apa memang biasa seperti ini atau karena kasus virus Corona? Saya sempat berkeliling Mall sejenak untuk melihat-lihat ada barang apa saja disini. Setelah itu saya mampir makan siang dulu di Ta Wan, baru melanjutkan jalan ke pantai.
Salah satu tempat nongkrong yang begitu sepi
Sebenarnya Mall ini memiliki banyak pub dan club yang mungkin hanya akan ramai di malam hari. Tapi enggak juga sih, biasanya siang-siang juga banyak yang nongkrong di bar. Penutupan rute dari dan ke China oleh pemerintah sepertinya memang memukul pariwisata di Bali. Bahkan para bule' pun tidak seramai bulan Desember ketika saya pertama kali memberikan seminar di Pertamina. Padahal hanya selang dua bulan saja, tapi penurunan pengunjung sangat signifikan.

Dari Discovery Shopping Mall, saya berjalan kaki di pinggir pantai mulai dari pantai Kuta, Legian, sampai Seminyak. Baru kali ini saya menyadari kalau Pantai Kuta sangat bersih. Perasaan dulu kotor banget deh. Bali memang tidak seperti biasanya, sungguh sepi. Pelayan toko-toko kecil hanya duduk saja sambil bermain hp karena tidak ada pengunjung. Bali pun jadi nggak macet, ntah karena hari kerja juga. 
Pantai bersih sekali
Semoga wabah virus Corona segera mereda dan perekonomian segera membaik. Mana bulan depan bakalan ngetrip ke Taiwan lagi. Semoga semuanya baik-baik saja ya Allah. Aminnn ya Rabb🤲.

Januari 16, 2020

Happy 3rd Birthday Rancupid

Sudah 3 tahun merintis perusahaan. Rasanya sulit sekali, lelah sekali, pusing sekali. Seolah-olah waktu 24 jam sehari itu kurang cukup. Tahun 2019 begitu berat rasanya. Di awal-awal tahun sempat untung besar, lalu krisis lagi. Lagi? Iya lagi. Saya sudah berhasil mengembalikan keadaan di bulan Maret 2019 bahkan bisa mencetak rekor, tapi nyatanya perubahan teknologi begitu masif bahkan saya sampai kewalahan untuk mengikutinya dan membuat kita kembali krisis.

Mungkin tulisan ini adalah curhat saya agar bisa diingat dan dikenang bagaimana rasanya. Kalau tahun lalu saya jadi tahu bagaimana Amazon sangat sulit dikendalikan, tidak bisa ditebak, bisa suspend kapan saja, bahkan 6 akun Amazon kita suspend berbarengan dalam waktu satu minggu. Rasanya dunia mau runtuh pada saat itu, tapi masih berusaha santai karena harus menjaga emosi di depan karyawan. Hal ini menyebabkan saya terus-menerus tidur larut untuk riset, bahkan masih sampai sekarang.

Dibalik semua itu, saya jadi menyadari satu hal, yaitu sabar. Dulu ketika krisis, mau mati rasanya. Ketika Amazon suspend, runtuhlah dunia. Tapi sekarang rasa takut dan cemas sudah jauh berkurang. Hanya mengurut dada, buka laptop, dan riset. Memangnya riset bisa menemukan jawaban langsung? Tentu saja tidak. Perlu kesabaran ekstra untuk mengimplentasikan hasil riset satu demi satu. Belum lagi kalau sudah salah implementasi, uang pasti terbuang. Riset pasti ada harganya, dan saya sedang berusaha untuk tidak membayar terlalu mahal untuk hasil riset.

Kebanyakan riset kadang membuat saya merasa tidak memiliki kehidupan. Sudah jarang sekali saya nongkrong dengan teman-teman karena waktu sudah tersita untuk duduk di depan laptop. Dulu bisa selalu nonton bioskop, sekarang sangat jarang. Nongkrong untuk makan malam saja bersama anak kantor dimana kita sama-sama sudah pusing tujuh keliling. Mau liburan sudah pasti tidak diijinkan Mama karena harus membereskan urusan perusahaan. Bertambahlah dunia tanpa kehidupan😔.

Sampai pada Desember kemarin saya mendapatkan tawaran presentasi ke Bali. Alhamdulillah rasanya senang sekali akhirnya saya bisa liburan. Walaupun sendiri dan merasa kesepian, tapi paling nggak otak jadi kembali (agak) segar. Saya sengaja tidak menghabiskan waktu di depan laptop ketika di Bali. Saya merasa ini waktunya "me time" dimana saya bisa belanja karena mendapatkan banyak uang saku, makan enak, SPA, menikmati orange juice sambil berjemur, dan menonton pertunjukan sampai capek. 

Saya rasa tubuh ini perlu istirahat, jangan terus diperas. Tapi kalau tidak riset, saya agak susah mengembalikan keadaan seperti dulu. Akhirnya saya mulai membaca banyak artikel untuk tetap memiliki pikiran yang segar sebagai berikut:

1. Bercocok tanam. Saya membeli banyak tanaman untuk di dalam maupun luar ruangan. Saya merawatnya dengan sepenuh hati agar pikiran saya jadi rileks. Tanaman memberikan pengaruh sangat baik untuk menyegarkan pikiran dan mental, juga baik untuk memproduksi oksigen.

2. Makanan Sehat. Sedapat mungkin ketika riset saya tidak menyentuh gorengan. Saya lebih suka menyantap makanan yang di panggang dan sayur rebus. Kalau sudah merebus sayur, tidak saya tambah apa pun. Cukup sayur dan air. Saya juga sudah mengganti sarapan dengan buah, bahkan sudah hampir 3 bulan ini. Walaupun kadang masih makan nasi goreng untuk sarapan, tapi sudah sangat jarang.

3. Yoga🧘🏻‍♀️. Sebenarnya olahraga apa pun baik untuk tubuh, tapi sekarang saya lebih rutin yoga. Minimal sehari 30 menit sampai keringat bercucuran. Kalau nggak yoga tuh rasanya badan sakit semua. Ntah karena kelamaan duduk di depan laptop, jadi badan sering pegal. Yoga juga bisa dipraktikkan di rumah, tidak perlu ke tempat latihan lagi karena saya sudah paham dengan gerakannya.

4. Cukup tidur😴. Ini agak susah. Beberapa kali saya melihat ada kantung dibawah mata. Pikiran yang lelah mulai mengganggu kualitas tidur. Walaupun masih bisa tidur nyenyak, tapi kalau sudah terbangun pasti susah tidur lagi.

Keempat hal diatas sudah saya usahakan untuk bisa dilakukan rutin agar menjaga kesehatan fisik dan mental. Walaupun masih tidak memiliki banyak waktu untuk nongkrong, tapi saya sedang berusaha untuk bertemu teman dan hang out paling nggak sekali dalam 2 minggu. Lama banget ya? 

Alhamdulillah ketika Spring dimulai, kondisi perusahaan mulai membaik. Bahkan akun-akun Amazon yang suspend kembali hidup dan sekarang jadi punya banyak akun. Hasil memang tidak akan mengkhianati proses, pasti ada jalan, tapi mencari jalan keluar ini seolah membunuh diri pelan-pelan. Seandainya saya sendiri tidak menjalankan pola hidup sehat, mungkin saya sudah stres akut. Belum lagi dirumah hanya sendirian dan keluarga tidak mengijinkan saya untuk pergi keluar kota apalagi keluar negeri. Mungkin kalian bisa bayangkan rasanya😢. Manusia juga memiliki batas. Beruntung di kantor masih memiliki teman-teman baik yang selalu mendukung dan mendengar curhat saya.
Happy Birthday
Walaupun banyak aral-melintang, tapi saya tetap sayang dengan Rancupid. Ntah apa yang membuat saya sangat cinta perusahaan ini. Saya selalu berdoa pada Allah subhanahu wata'ala agar badai segera berlalu🤲. Semoga sukses ditahun-tahun ke depan, semoga selalu ada jalan keluar di setiap masalah. Setelah semua masalah di perusahaan selesai, saya ingin pergi. Mungkin ke Eropa atau ke Amerika dalam waktu yang lama. Mungkin sebulan atau dua bulan. Saya berhak berterima kasih kepada tubuh ini yang begitu lelah berpikir mencari jalan keluar. Saya juga berhak menikmati hasil jerih payah yang sudah berbulan-bulan ini saya usahakan.

Selamat ulang tahun Rancupid. Saya sudah capek sekali. Semoga terus diberikan kekuatan untuk bersabar. Aminnn🤲!

Januari 14, 2020

Nuansa Jepang di OMDC

Ada yang menarik dari Klinik Gigi kesayangan saya OMDC. Sebulan yang lalu memang klinik ini sedang di renovasi sampai saya harus naik ke lantai dua (tempat poli gigi) menggunakan lift karyawan. Biasanya memang ada saja yang di renovasi di OMDC mulai dari ruangan dokter, Cafe, dan lainnya yang membuat saya tidak terlalu ambil pusing. Sampai tadi pagi ketika saya datang untuk kontrol gigi dan melihat kalau klinik sudah berubah jadi suasana Jepang😮, lengkap dengan pohon bunga Sakura, musik dari kecapi, lampion, dan dinding-dinding kayu. Tunggu, saya sebenarnya sedang berada di klinik gigi atau resto sushi🍣 dan ramen🍲? Apalagi ada gambar makanan di dindingnya.
OMDC Japan
Untungnya lantai dua masih tetap sama kondisinya seperti semula dengan berbagai bilik poli gigi dan nuansa putih (khas klinik) ditambah pink (khas OMDC). Saya sempat bersiap untuk melihat nuansa apalagi di lantai 2, tapi ternyata masih sama. Ternyata nuansa Jepang hanya di lantai satu (tempat pembayaran). Lumayan unik sih untuk ganti suasana. Mungkin Jepang dipilih karena bunga Sakura yang berwarna pink seperti warna OMDC. Sepertinya hanya di klinik OMDC saya melihat nuansa unik ala Jepang. Belum pernah ada nuansa seperti ini di klinik lainnya. Sayangnya saya hanya merekam video saja, tidak mengambil foto. Nanti deh saya foto bulan depan sewaktu saya kontrol lagi.

Bagaimana dengan kontrol gigi kali ini? Alhamdulillah celah gigi atas kanan sudah rapat sempurna. Sisa sedikit lagi di sisi kiri atas. Orthodentist kemudian mengubah posisi indikator kawat gigi atas dan bawah. Ternyata kawat gigi bawah malah patah jadi dua. Ntah makan apa saya kok bisa sampai patah begitu?😂😂
Gigi sudah rapi
Dokter kemudian melilitkan kawat di gigi atas kiri, dibantu oleh perawat. Bayangkan ada dua orang yang sedang mengikat gigi saya pakai kawat yang diputar-putar sampai saya agak merintih karena terlalu kencang. Tapi saya pasrah, demi Perfect Smile 2020 (tahun kembali berganti😂).

Kalau dilihat dari kasat mata, gigi saya sudah 95% rapi dan lurus. Tapi dokter bilang masi mau memperbaiki lengkungan senyuman agar lebih sempurna. Kalau tidak ada masalah, dua bulan lagi mau dikunci giginya, baru setelah itu lepas kawat. Semoga Lebaran kali ini bisa benar-benar Perfect Smile, supaya sekalian bisa memutihkan gigi biar senyum semakin sempurna😁.

Service Charge Rp. 25,000
Kontrol Sapphire Orthodentist Rp. 275,000
Ni-ti Recta 016x022lower (penggantian kawat yang patah) Rp. 50,000

Januari 08, 2020

Garuda Wisnu Kencana

Kali ini destinasi yang sangat ingin saya kunjungi ketika dinas ke Bali adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). Dulu di tahun 2012 ketika saya pertama kali ke Bali, patung GWK belum selesai. Bahkan tidak ada tanda-tanda akan dibangun menjadi sebesar dan semegah ini. Saya jadi penasaran bagaimana bentuk bangunannya sekarang? Apalagi banyak banget teman-teman yang mempostingnya di sosial media. Walaupun saya sendirian dinas kemarin, saya tetap ingin berkunjung kesana.

Dari Hotel Patra Bali, saya naik Grab Car karena cuaca Bali pada saat itu sangat terik. Padahal sudah sore setelah Ashar, tapi matahari masih sangat menyengat. Perjalanan ke GWK ditempuh dalam waktu 30 menit tanpa macet. Mungkin karena bukan akhir pekan dan belum waktunya orang pulang kerja, jadi perjalanan saya pada saat itu sangat lancar. Alhamdulillah.

Sesampai di GWK, mobil Grab berhenti di parkiran. Saya diarahkan untuk naik shuttle bus ke pintu masuk utama. Sore itu penumpang hanya saya seorang, tidak ada orang lain lagi. Perjalanan ke pintu masuk utama menurut saya lumayan jauh, wajarlah harus pakai shuttle bus. Ketika sampai, saya harus beli tiket masuk terlebih dahulu seharga Rp. 120,000. Dulu perasaaan saya masuk GWK di tahun 2012 cuma 40rban. Mungkin karena gedung utama selesai dibangun, maka harga tiket jadi naik signifikan.
Di dalam shuttle bus
Sebelum masuk ke halaman GWK, saya minta tolong mbak petugas penjaga loket untuk memotret saya dibawah tiga patung di pintu masuk. Sayangnya fotonya miring dan blur🙄. Ya sudahlah, mungkin ini nggak enaknya jalan sendirian. Kalau mau minta tolong difotoin, belum tentu orang yang mengambil foto bisa memakai kamera kita.
Udah di edit pun masih agak blur
Jajan dulu
Saya berjalan menuju pintu masuk yang lumayan jauh. Sepanjang perjalanan banyak penjual makanan, sehingga saya mampir dulu. Perut mulai lapar karena tadi makan siang terlalu cepat. Saya membeli sosis dan saya makan sambil berjalan ke pintu masuk. Selesai makan, saya memberikan tiket pada petugas untuk di scan, baru deh bisa masuk ke halaman GWK. Dari kejauhan sudah terlihat patung GWK yang megah dan saya langsung antusias🤩🤩🤩. Akhirnya sampai juga disini. Oh ya, sewaktu saya masuk ke Lotus Pond (sebuah area terbuka terluas di GWK), sedang ada penari Bali yang berlenggak-lenggok menarikan tarian Bali diiringi alunan musik. Penari tersebut beberapa kali mengajak para penonton menari bersama. Banyak yang menarikan tarian dengan lucu sampai saya tertawa ngakak. Nggak enaknya nonton sendirian, jadi merasa tertawa sendiri juga😅.
Patung dari kejauhan
Sedikit cerita tentang GWK, pada Juli 2018 akhirnya GWK rampung setelah dibangun kembali sejak 2013 lalu. Ikon Pulau Bali karya Nyoman Nuarta ini pun kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dalam maupun luar negeri yang tengah berlibur ke Pulau Dewata. Patung GWK pertama kali dipamerkan kepada para tamu yang akan menghadiri pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018. Sebagai bangunan yang dirancang untuk daya tarik wisata budaya, patung ini secara fisik dirancang untuk mampu menahan hembusan angin yang kuat dan tahan gempa.
Jalan menuju Lotus Pond
Karena penasaran ingin melihat lebih dekat, saya berjalan kaki dengan sedikit menanjak selama 15 menit dari Lotus Pond menuju gedung tempat patung GWK. Lumayan ngos-ngosan juga karena udara Bali yang panas dan cuaca yang terik membuat saya sangat berkeringat🥵🥵🥵. Untung sudah membawa air mineral dari hotel. Sesampai di kaki gedung, saya takjub. Masya Allah, betapa besar dan megahnya bangunan ini😲😲😲.
Besaarrrrr sekaliiiiiii
Menurut artikel yang saya baca, tinggi patung GWK mencapai 121 meter yang terletak 264 meter di atas permukaan laut dan menjadi patung ketiga tertinggi di dunia. Patung GWK membutuhkan ratusan bahkan ribuan material untuk membangunnya. Bahan utama untuk membangun patung Dewa Wisnu yang sedang mengendarai Garuda ini berupa campuran tembaga dan kuningan tersebut terbuat dari 754 modul dengan total berat mencapai lebih dari 2.900 ton. Selain itu, ada 21ribu batang baja dan 170ribu baut untuk menyambung patung. Menariknya, seluruh modul tersebut dibuat di studio pribadi Nyoman Nuarta yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat👏👏👏. 

Banyak orang menyangka bahwa patung GWK ini tersusun dari bagian patung lama yang digabung menjadi satu. Ternyata, hanya bagian tangan Dewa Wisnu saja yang digunakan dan selebihnya dibuat ulang menggunakan material baru. Jadi jangan heran bila penampakan patung GWK yang baru memiliki tampilan yang agak berbeda, terutama dari segi warna dan corak. Warna hijau patung GWK terjadi karena proses aging yang dipercepat dengan cara menyemprot cairan asam di permukaan patung untuk mendapatkan tone warna gelap yang nantinya akan menyerupai patung GWK yang lama. 
Minta tolong petugasnya memotret saya
Bila dilihat secara lebih seksama, permukaan patung GWK yang lama dan baru memiliki tekstur yang berbeda-beda. Seperti bagian kepala Garuda dan badan Dewa Wisnu yang berbentuk kotak dan trapesium, serta bentuk segitiga menyerupai pola berlian yang dipahat di permukaan patung Garuda Wisnu Kencana yang baru saja diresmikan. Hebatnya, pola yang terdapat di permukaan patung dipahat secara manual menggunakan palu. Bahkan Nyoman Nuarta khusus mendatangkan seniman dari luar negeri untuk memahat beberapa bagian patung. 

Karena sudah jam 5 sore, saya jadi tidak bisa masuk ke dalam gedung dibawah patung GWK karena sudah tutup. Kalau nggak salah, isinya Gallery selama pembuatan patung beserta sejarahnya. Kita juga bisa naik sampai ke bahu Dewa Wisnu. Mungkin kalau nanti saya ke Bali lagi, saya akan datang agak siang agar bisa masuk ke dalam gedung. Kemarin itu karena kelamaan santai di hotel sih😆, jadinya gedung GWK udah keburu tutup.

Selesai mengambil foto kemegahan gedung GWK, saya kembali ke Lotus Pond. Jam 6 sore bakalan ada pertunjukan tari kecak dan ini pertama kalinya saya menonton tari Kecak selain di Uluwatu. Saya mengambil posisi duduk di tangga agar dapat melihat pertunjukan tari dengan lebih leluasa. Sayangnya hanya sendirian🙄, jadi kurang seru deh. Saya melihat ke kiri dan ke kanan semuanya pasangan atau gerombolan orang-orang dan teman-temannya. Duh, lain kali nggak mau lagi dinas ke daerah wisata sendirian.
Bersiap menonton Tari Kecak
Pertunjukan tari Kecak pun dimulai. Bercerita tentang Garuda adalah anak Winata, salah seorang istri Baghawan Kashyapa. Ia lahir dari telur yg diberikan Kashyapa pada Winata. Garuda yang disuruh mencari Tirtha Amartha, Tirtha (air) yang disebut-sebut dapat memberikan keabadian kepada siapapun yang dapat meminumnya walaupun hanya setetes, untuk membebaskan ibunya dari perbudakan. Dimulailah petualangan Garuda mencari Tirtha Amarta. Sang Garuda sampai naik ke surga untuk mencari air itu bahkan sampai memporak-porandakan surga. Beberapa dewa sampai ditantang olehnya, sampai akhirnya Garuda harus kalah menghadapi Dewa Wisnu. 
Ibu (Winata) meminta Garuda mencari Tirtha Amartha
Persiapan peperangan para Dewa
Garuda kemudian bercerita kepada Dewa Wisnu kalau dia mencari Tirtha Amertha semata-mata hanya untuk menyelamatkan ibunya. Singkat cerita, Dewa Wisnu kemudian mau menyerahkannya Tirtha Amartha dengan syarat agar Garuda mau menjadi tunggangan Dewa Wisnu yang kemudian dikenal dengan nama Garuda Wisnu Kencana. Ibu Garuda pun berhasil dibebaskan dari jeratan perbudakan.

Pertunjukannya sangat menghibur. Saya sangat menikmatinya tarian demi tarian yang indah, ditambah dengan cerita yang kuat. Seolah-olah saya masuk ke dalam ceritanya. Tari kecaknya pun sangat indah dan ramai apalagi ketika mereka serentak menyorakkan cak-cak-cak-cak-cak-cak, saya suka. Tarian kemudian ditutup dengan pertunjukan tari api yang sangat keren dan menakjubkan. 
Tarian api
Selesai menonton pertunjukan tari, saya kembali ke tempat menunggu shuttle bus. Saya mencoba memesan Grab Car dan kaget melihat harganya 140rb😧. Kenapa mahal banget? Saya bedakan dengan Grab Bike yang hanya 14rb saja, ditambah kupon promo potongan 10rb, malah jadi 4rb doang. Saya bertanya pada petugas parkiran kalau dari sini (GWK) ke toko Krisna Bali itu jauh apa nggak? Apa saya bakalan masuk angin kalau naik motor kesana😆? Petugas bilang, "Ah segitu sih deket Mbak. Udah, naik motor aja, ngapain naik mobil, mahal."

Akhirnya saya memesan Grab Bike. Saya menunggu Grab dibawah pohon besar (agak bingung mau nunggu dimana). Mana pada saat itu sedang malam jumat dan saya pakai baju putih, bisa-bisa saya dikira hantu👻. Saya akhirnya dijemput Abang Grab dan perjalanan menuju Krisna pun dimulai (seolah-olah jauh banget, padahal cuma 30 menit😄). Lumayan asyik menikmati Bali di malam hari dengan mengendarai sepeda motor, dan ini adalah pengalaman pertama saya. Seru juga kok! Tapi tetap saya lebih suka kalau ada temen, hehehe.

Baiklah, nanti saya akan bercerita lagi tentang belanja di Bali. Sampai jumpa!

Sumber:

Januari 04, 2020

Dinas ke Bali

Mungkin ini yang dinamakan rejeki🎁 yang tak disangka-sangka. Ntah ada angin apa, tiba-tiba saya di kontek oleh Pertamina University untuk memberikan seminar Ekspor di Hotel Patra Bali. Semula saya mengira Hotel Patra Bali itu ada di Jakarta, karena ada juga kan hotel-hotel yang menggunakan nama belakang Bali. Tapi ternyata beneran di Pulau Dewata.

Sewaktu saya di Whatsapp oleh Mbak Tata (orang Pertamina University), saya cuma baca incoming message di Home Screen saja tanpa membuka aplikasi Whatsapp, yang menuliskan kalau saya ditawari untuk mengisi seminar. Iseng-iseng saya googling dimana Hotel Patra Bali untuk mengetahui bakalan naik apa nanti kalau dari Depok, berhubung saya pengendara transportasi publik. Ternyata Hotel The Patra Resort and Villas itu berada di Bali. Iya, di Pulau Bali ituuuu (sedang meyakinkan diri sendiri). Akhirnya saya buka Whatsapp, dan bertanya, "Mbak itu di Bali?" Dan dijawab, "Iya Mbak, di Bali." Baiklah😲.

Saya sempat bernegosiasi untuk bawa tim biar bisa sekalian liburan, tapi nggak boleh🙄. Huff, mana enak ke Bali sendirian🙄? Tapi kapan lagi ke Bali gratis🤔, dapat uang saku yang lumayan, dan menginap di hotel bintang lima di kamar Suite Class, walaupun cuma satu malam. Mungkin ini rejeki liburan akhir tahun yang diberikan Allah khusus untuk saya sendiri, sekalian mencicipi pengalaman solo travelling ke Pulau Dewata. Saya langsung menjawab, "Iya Mbak, tapi saya mau jadwal pesawatnya saya yang atur sendiri. Pergi pagi, pulang malam." Dan saya malah ditawarkan naik pesawat jam 4 pagi dan pulang besoknya jam 11 malam, ya kaliiiiii😅. Enggak segitu pagi dan segitu malam juga😅. Akhirnya saya memilih tiba disana pas jam check-in hotel, supaya bisa menaruh koper dan langsung jalan-jalan.

Tidak ada persiapan khusus ketika ke Bali. Slide presentasi sudah selesai saya kerjakan di kantor bersama karyawan. Yang bingung ketika packing karena cuma bawa baju sedikit sekali. Bisa saja nggak usah bawa koper, tapi takut disana belanja jadi harus bawa koper paling nggak ukuran kabin. Ntah kenapa setiap selesai packing, saya langsung merasa antusias kalau sebentar lagi bakalan liburan. Terakhir saya liburan di bulan Agustus dan sudah 3 bulan tidak kemana-mana😔.

Ketika hari H tiba, saya naik gojek ke terminal bus Depok untuk menuju bandara. Selama perjalanan saya tidur dan baru terbangun ketika sudah tiba di bandara. Saya cek in, lalu keluar makan siang sejenak, baru masuk ke ruang tunggu. Panggilan boarding berkumandang, saya lalu naik pesawat. 
Selamat datang
Tidak terasa sudah setahun lebih saya tidak ke Bali dan suasana di bandara I Gusti Ngurah Rai masih sama saja. Masih dalam tahap renovasi dan sebagian besar sudah selesai. Seharusnya saya sudah dijemput pada saat itu, tapi tidak tampak orang dari Hotel Patra sama sekali. Saya menelepon orang Pertamina untuk meminta dijemput. Baru beberapa menit kemudian mobil jemputan pun datang. Sesampai di hotel yang letaknya di samping bandara banget, saya check in. Proses check in lama sekali karena harus memverifikasi dulu kalau saya narasumber untuk acara Pertamina. Berbeda dengan kalau kita booking hotel dari Traveloka, tinggal menyebutkan nama, langsung diberikan kunci hotel.
Jalan menuju kamar
Setelah kunci didapat, karena hotel ini berupa resort, saya diantar naik mobil golf menuju kamar. Saking luasnya halaman hotel, saya tidak ingat sama sekali jalan menuju hotel. Ya sudahlah, nanti tinggal minta jemput aja kalau nggak mau nyasar. Sesampai di kamar yang sangat bagus ini (kalian bisa melihat foto-foto kamarnya di traveloka), saya bereksplorasi dulu. Melihat ruang tamunya, membuka pintu-pintu, dan menikmati suasana kamar mandi dengan bathtub yang besar. Wah, nanti malam bisa berendam nih. Sempat foto-foto juga di teras kamar yang membuat saya betah berlama-lama disini. Sayangnya cuma sendiriiii, huff!
Dari salah satu pintu di kamar
Karena sudah sore, daripada nanti waktu terbuang untuk berleha-leha menikmati suasana kamar yang lebih cocok untuk staycation, saya memutuskan untuk keluar kamar. Saya berjalan mencari arah menuju lobi hotel yang membuat saya agak nyasar😅. Tapi memang lebih mudah mencari dimana lobi, daripa dimana kamar.
Jalan menuju lobi
Tujuan saya di sore itu adalah Garuda Wastu Kencana (GWK) yang sudah selesai renovasi. Setahun yang lalu gedung utama belum bisa dikunjungi karena masih dalam tahap pembangunan patung super besar itu. Saya akan tuliskan tentang GWK di postingan setelah ini ya. Sampai jumpa!

Januari 01, 2020

Banjir di Awal Tahun 2020

Selamat Tahun Baru🥳🥳🥳! Tidak terasa sudah 2020, tahun dengan angka cantik. Pasti tahun ini banyak yang menikah di tanggal 20 Februari 2020, biar bagus dan mudah diingat tanggalnya. Hmm, biasanya saya bakalan menuliskan refleksi di tahun sebelumnya dan resolusi di tahun baru. Sekarang saya akan menuliskan sesuatu yang berbeda karena di awal tahun 2020 ini, JABODETABEK dilanda banjir sangat parah. Katanya hampir sama parahnya dengan banjir 2007 (saya tidak berada di Jakarta di tahun itu).

Saya akan bercerita bagaimana ketika banjir melanda rumah saya. Tahun baru ini pertama kalinya saya merayakan di Depok, tempat saya tinggal. Biasanya saya pasti berada dimana-mana, bukan di Depok. Saya mengajak beberapa teman untuk BBQ di rumah dan kami sudah merencanakan hal ini dari 3 hari sebelum malam tahun baru. Kita bahkan sudah berbagi tugas, siapa bawa apa, supaya bisa seru-seruan bareng. Sebenarnya sejak sore tanggal 31 Desember 2019 sudah hujan deras, tapi saya masih menganggap hal ini biasa karena di Depok memang sering hujan deras dan air tidak tergenang. Mungkin karena Jawa Barat termasuk daratan tinggi.
Ayam bakar🍗
Semula kita ingin BBQan dengan menyalakan arang dan kipas-kipas di halaman rumah saya. Sayangnya hujan begitu deras, lalu reda, deras lagi, reda lagi, membuat kita nggak mungkin main di luar. Jadilah pakai panggangan Happycall dan dipanggang di atas kompor saja. Kita masak-masak bareng sambil tertawa, membuat suasana jadi meriah. Saya pun akhirnya bisa membuat sambal matah yang enak, yeay! Kondisi di luar masih hujan, tapi tidak terlalu deras. Sambil menyalakan tv untuk melihat suasana Jakarta yang diguyur hujan juga.
Siap disantap
Main Jenga Stack
Untuk menunggu jam 12 malam, kami mengobrol dan bermain Jenga. Sudah lama sekali tidak bermain Stack begini dan tetap seru banget. Seolah waktu berjalan begitu cepat, jam 12 teng, dengan memakai payung☔, saya dan para keponakan mencari kembang api. Saking banyaknya kembang api, kita bisa melihat hanya dari depan rumah. Hujan pun tinggal gerimis saja dan tidak ada tanda-tanda bakalan hujan deras. Setelah nggak ada lagi kembang api, kita masuk kamar dan tidur.

Ketika adzan Shubuh, kita bangun dan mendengar hujan turun begitu deras⛈️⛈️⛈️. Saya awalnya biasa aja karena memang sering hujan deras di kala Shubuh. Tapi Kak Juny bilang kalau hujan sederas ini sudah sejak jam 2 malam (dia baru tidur jam 2 lebih). Saya mengecek jalanan di depan rumah dan ternyata sudah tergenang air lumayan tinggi. Tapi saya pernah juga mengalami hal ini dan biasanya memang hanya banjir di jalan saja. Paling sampai garasi saja sedikit. Mobil kak Juny yang terparkir di jalan sudah hampir terendam, sehingga harus dipindahkan ke garasi tetangga depan rumah. Di garasi saya sudah ada mobil Nopy.

Setelah shalat, saya mencoba tidur lagi karena memang masih ngantuk berat. Sebelumnya sempat baca twitter dan keheranan melihat sudah banjir dimana-mana, bahkan sampai tinggi sekali. Saya masih berpikiran positif kalau nggak akan kebanjiran, jadi saya tidur lagi. Sekitar jam 7.30 pagi, hujan masih sangatt deras⛈️⛈️⛈️. Teman-teman saya sampai bertanya berkali-kali, "Pernah banjir nggak disini?" Dan saya menjawab nggak pernah.
Air mulai naik ke garasi
Saya masih agak santai dan memasak sarapan buat teman-teman. Sampai ketika air sudah naik ke teras dan mengintip-intip pintu rumah, baru saya deg-degan😨. Hujan pun tidak ada tanda-tanda akan reda. Terus deras, bahkan lebih deras lagi. Sampai akhirnya air meluap dari kamar mandi dan yang dari teras depan pun masuk dengan sangat kencang. Kita semua langsung buru-buru menaikkan kasur, barang elektronik, dan dokumen. Untung ada cowok-cowok, jadi mereka bisa membantu mengangkat kasur yang lumayan berat. Air masuk dan dengan cepat meninggi. Anak-anak yang lagi tidur sampai kaget karena banyak air masuk rumah. 
Air masuk
Melihat air tergenang dirumah, saya mendadak stres🤯🤯🤯. Tapi mencoba tarik napas dan buang napas, seperti ritme napas ketika yoga🧘🏼‍♀️. Langsung berdoa agar banjir cepat surut. Teringat dulu di tahun 2003 dimana efek lumpur setelah banjir susah sekali dibersihkan. Belum lagi perabotan kayu seperti lemari dan meja pasti setelah ini bakalan rusak. Saya jadi terdiam sendiri memikirkannya sambil duduk di sofa dan melihat air terus meninggi. Untungnya air banjir masih bening dan tidak berlumpur.
Kondisi di dalam rumah
Para tetangga kemudian datang mengecek, takut kalau saya hanya sendirian. Grup Whatsapp komplek pun sudah heboh karena sudah masuk rumah. Komplek saya ini sebenarnya bukan daerah banjir karena masih tinggi. Hanya saja karena ada pembuatan parit di jalan Kalimulya membuat air hujan dari jalan yang lebih tinggi masuk semua ke dalam komplek. Warga komplek saya sudah memprotes pengerjaan proyek ini sejak parit tersebut belum selesai, tapi tidak ada tanggapan dari pemerintah.

Bapak-bapak komplek kembali berkumpul mengecek kondisi warga (termasuk saya) dan mencoba menutup persimpangan air yang menuju komplek. Alhasil, hanya dalam 30 menit air berangsur surut. Hujan pun mulai sedikit reda. Saya langsung mengambil berbagai peralatan untuk mengeluarkan air seperti sapu, ember, sodokan, dan serokan. Dibantu dengan teman-teman secara bergantian, bahkan anak-anak pun sangat bersemangat untuk membantu agar rumah cepat bersih. Saat itu saya kasihan dengan teman-teman. Mereka semula ingin liburan, malah jadi bersih-bersih rumah saya yang kebanjiran. Walaupun mereka sangat mengerti kalau hal ini diluar kuasa manusia, tapi tetap terbersit perasaan tidak enak😔.

Karena dibantu oleh teman-teman yang sangat rajin bekerja silih berganti, air dirumah saya dengan cepat langsung bersih. Kita bahkan masih sempat untuk makan nasi goreng bersama setelah air di dalam rumah sudah tidak ada lagi. Walaupun lantai masih basah dan agak kotor, paling tidak saya sudah senang karena tidak ada lumpur. Tinggal di pel bersih aja.

Sekitar pukul 10:30 pagi, teman-teman berpamitan pulang karena mereka juga khawatir dengan kondisi rumah masing-masing. Apalagi setelah melihat berita kalau hampir seluruh JABODETABEK banjir. Mereka sebenarnya berat meninggalkan saya sendiri, apalagi dalam kondisi banjir. Tapi saya sudah meyakinkan mereka kalau saya akan baik-baik saja. Saya merasa sangat bersyukur ketika banjir mereka sedang ada di rumah dan bisa membantu saya tanpa diminta. Alhamdulillah. Seandainya saya sedang sendiri, mungkin saya harus pasrah melihat perabotan yang berat seperti kasur jadi basah dan air di dalam rumah yang harus dibersihkan sendiri. 
Banjir
Saat itu sempat ada himbauan dari pengurus komplek kalau tidak boleh ada mobil keluar masuk untuk menghindari ombak dari genangan air yang dilalui mobil. Jadi saya menyuruh teman-teman bersabar sejenak menunggu instruksi dari pengurus komplek dulu baru bisa pulang. Oh ya jadi teringat ketika banjir lagi tinggi, eh ada mobil melintas di jalan dekat rumah saya dengan kencang dan membuat semua pot bunga terguling. Duhh, untung nggak keluar tanahnya atau hilang mengapung.

Sewaktu teman-teman sudah pulang, saya langsung mengepel sendiri dimulai dari kamar-kamar, ruang tv, dan dapur. Mungkin saya ngepel air bersih sekitar 2-3 kali dulu, sekalian membersihkan sudut-sudut rumah dimana biasa kotoran menumpuk. Setelah dengan air bersih, baru saya menggunakan pembersih lantai dimulai dari kamar duluan. Agar lemari tidak 'mekar', setelah di pel bersih, langsung nyalakan AC dan diamkan saja beberapa jam agar bisa mengering sampai ke dalam serbuk kayu perabotan tersebut. Baru setelah itu saya pel bersih ruang tv dan dapur sampai semua sudut. Hikmahnya, mungkin rumah saya jadi super duper bersih tanpa debu sedikit pun di lantai dan sudut ruangan.

Saya beristirahat sejenak untuk makan siang dan mengecek hp yang terus berbunyi tapi tidak saya gubris sama sekali. Udah adzan Zuhur tapi kalau mau shalat juga harus mandi dulu karena saya banyak terpercik air banjir. Sewaktu mau cuci piring, saya melihat air PAM mengecil. Sebelum benar-benar mati, saya tampung dulu di ember besar agar bisa mandi. Saya memutuskan untuk mandi baru cuci piring karena takut nanti semakin lama menunda shalat. Setelah mandi dan shalat, air PAM mati sepenuhnya. Alhamdulillah masih nyala listrik. Saya akhirnya tidur siang dulu untuk mengisi tenaga karena sudah sangat capek🥱.

Setelah bangun, saya shalat Ashar dan cuci piring karena air PAM sudah nyala. Selagi cuci piring, sepupu saya datang membawakan makanan bubur jagung hangat yang enak banget. Alhamdulillah, seolah rezeki datang terus. Sepupu saya memang sempat menelepon tadi siang dan menanyakan 'gimana kondisi di rumah. Saya bilang kalau rumah memang banjir tapi semua keadaan sudah terkendali karena banyak teman yang membantu. Malam itu saya jadi ada teman mengobrol. Sepupu-sepupu nongkrong di rumah sampai jam 10 malam sampai kami kedinginan di ruang tengah dimana AC nyala full, nggak dikecilin, demi perabot rumah supaya cepat kering. Alhamdulillah jadi nggak kesepian.

Walaupun banjir merupakan musibah, tapi kita tetap berprasangka baik pada Allah subhanahu wata'ala kalau semua ini pasti ada hikmahnya. Semula saya sempat stres, tapi bersabar dan terus berusaha untuk mengeluarkan air yang bening dan tidak bercampur lumpur dari rumah dibantu oleh teman-teman. Tetangga pun datang silih berganti untuk memastikan kalau saya yang tinggal sendirian tetap dalam kondisi baik-baik saja. Belum lagi sepupu yang datang membawa makanan dan menemani mengobrol. Rumah saya juga sekarang dalam kondisi lebih bersih dari biasanya. Alhamdulillah. Oh iya, keluarga kak Juny dan Nopy (teman-teman saya yang menginap di malam tahun baru) alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat. Rumah mereka baik-baik saja. Kak Juny bisa pulang ke Tebet dengan lancar, sedangkan Nopy baru sampai rumah jam 9 malam karena banyaknya titik air di Bekasi yang mengakibatkan penutupan jalan. Yang penting kondisi rumah baik-baik saja dan bisa beristirahat dengan tenang😊.

Menurut berita di tv, memang sekarang belum memasuki puncak musim hujan. Hujan akan terus turun dalam intensitas sedang dan tinggi. Walaupun daerah saya tidak terlalu berdampak pada banjir, tapi saya mulai bersiaga dengan mengecas lampu emergency, memastikan powerbank dan batre laptop terisi penuh, menutup saluran pembuangan agar air tidak masuk dari dalam, juga menampung air di ember besar untuk berjaga apabila air PAM mati. Jangan lupa untuk selalu berdoa karena kita tidak mengetahui hikmah atau rencana Allah dibalik semua ini. Walaupun ketika baca twitter banyak sekali artikel yang menyalahkan para pemimpin, tapi menurut saya lebih baik kita memulai hal positif dari diri kita sendiri dulu. Mungkin bisa membantu meringankan beban saudara-saudara di pengungsian dengan mengirimkan makanan atau memberikan sumbangan. Hal ini jauh lebih penting daripada menaikkan hashtag kebencian supaya trending di twitter. Hati-hati lho, semua perbuatan baik atau buruk pasti ada balasannya.
Lebih baik berdoa🤲
Baiklah, ke depannya saya tetap akan menuliskan postingan yang masih tertunda. Doakan saja semoga tidak ada banjir lagi ya. Aminnn ya Rabb🤲. Sampai jumpa!

Follow me

My Trip