Maret 18, 2020

Kontrol Gigi Saat Social Distancing

Hari Selasa kemarin adalah jadwal saya untuk kontrol gigi yang sudah dibuat sejak dua bulan yang lalu. Padahal sedang ada himbauan untuk #dirumahaja oleh pemerintah, tapi karena ini harus ke dokter jadi saya anggap darurat. Semalam sebelumnya, teman-teman saya sudah mengingatkan untuk berhati-hati. Belum lagi kabar Malaysia Lockdown yang membuat saya langsung nggak enak hati. Yang ada dipikiran saya adalah ketika keluar rumah, maka virus Corona sudah menunggu😵. Hal ini membuat saya nggak bisa tidur sampai jam 1 malam. Haduwh, kenapa begini banget ya?

Akhirnya saya bisa tidur dan bangun Shubuh. Karena masih dalam kondisi ketakutan, padahal masih kurang tidur, saya nggak mau tidur lagi. Saya mengecek kerjaan di Amazon, lalu melihat taman (sangat efektif mengurangi stress), sarapan, mandi, dan akhirnya berangkat lebih awal. Tidak lupa menggunakan masker. Saya memesan Grab menuju stasiun Depok Lama. Nah, di jalan saya baru merasa agak tenang karena aktivitas orang-orang terlihat seperti biasa. Jalanan masih ramai, apalagi ke arah stasiun seolah-olah seperti hari kerja biasanya. Mungkin karena nggak semua perkantoran memberlakukan Work From Home, jadi masih ramai orang-orang yang menggunakan KRL sebagai moda transportasi. Saya naik kereta dan tetap berusaha menjaga jarak. Kebetulan di dalam kereta agak lengang, jadi tetap bisa menerapkan social distancing.

Sesampai di stasiun Pasar Minggu, saya memesan Grab menuju OMDC. Sempat ngobrol sama abang Grab yang katanya sepi banget orderan. Biasa ada anak-anak sekolah yang memesan mereka. Hiks, jadi sedih juga😢😢😢. Tapi mau bagaimana lagi, pemerintah memang tengah berupaya untuk menekan penyebaran wabah virus Corona dengan meliburkan sekolah dan menghimbau perkantoran untuk bekerja dari rumah. Mari kita bersabar bersama-sama.

Sesampai di OMDC, saya menggunakan hand sanitizer bahkan saya lumuri juga ke hp. Suasana klinik masih sama seperti biasa, jam pagi memang agak sepi. Setelah giliran saya tiba, saya melihat Orthodentist menggunakan pakaian lengkap dengan masker, baju khusus, dan pelindung wajah. Wajar sih harus selengkap ini alat tempurnya, karena penularan virus melalui droplet yang biasa di ludah atau ingus.
Sudah rapi
Huft, gigi saya masihhhhh saja ada celah. Dokter sampai gemes sendiri. Saya pun gemes karena nggak rapat-rapat gigi ini. Padahal dalam sebulan ini saya hampir selalu memakai karet elastis, tapi tetap aja bercelah yang disebelah kiri. Kalau barisan gigi kanan sudah rapi dan memang hanya tinggal menunggu gigi kiri jadi rapat. Dokter juga sudah tidak memberikan karet elastis lagi karena seharusnya bulan depan sudah bisa rapat, insya Allah.

Service Charge Rp. 40,000
Kontrol Orthodentist Rp. 275,000

Sepulang dari dokter gigi, saya sempat membeli duku dan buah naga di stasiun Pasar Minggu. Setelah sampai di stasiun Depok, saya membeli nasi padang untuk disantap di rumah. Sesampai di rumah, saya makan siang, lalu pergi sebentar ke tukang kebun untuk membeli pupuk. Saya sengaja masih dengan pakaian yang sama dan belum diganti karena masih mau beraktivitas diluar. 

Setelah pulang dari tukang kebun, saya masukkan semua baju ke keranjang kotor, mencuci tangan dan muka, kemudian berwudhu. Saya shalat Zuhur dulu baru tidur siang. Di situasi seperti sekarang ini, saya berusaha untuk cukup tidur (istirahat) agar imunitas tubuh tetap terjaga. Apalagi tadi malam baru bisa tidur jam 1, jadi harus mengganti waktu tidur yang kurang.

Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah subhanahu wata'ala. Aminnnnn🤲!
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip