Maret 13, 2020

Menghilangkan Tahi Lalat di ZAP Premiere

Sebelum PSBB Total tahap pertama berlaku di Jakarta, saya sempat datang ke ZAP Premiere Kota Kasablanka untuk menghilangkan tahi lalat yang ada di pipi sebelah kanan. Dulu saya nggak punya tahi lalat ini, tapi 2 tahun terakhir dia bersarang diwajah dan membawa banyak teman-temannya. Paling nggak suka kalau pakai makeup jadi enggak flawless lagi, mau setebal apa pun memakai foundation, tetap keliatan. Setiap bercermin, pasti ngedumel sendiri. Beberapa kali teman saya menyarankan laser-laser biasa aja karena nanti hilang sendiri, tapi memang enggak hilang-hilang😫. Saya juga malas ke klinik kecantikan biasa karena saya butuh dokter yang paham dengan dunia per-kulit-an yaitu Dermatologist.

Akhirnya setelah duit tabungan cukup, saya mengunjungi Dermatologist untuk konsultasi. Saya memutuskan datang ke ZAP. Jika hendak ke klinik ZAP, cuma bisa di Premiere aja kalau mau berkonsultasi dengan Dermatologist. Karena kantor saya Rancupid dekat dengan Kokas tempat dimana ZAP Premiere berada, ya udahlah ke Kokas aja. Tinggal jalan kaki dari kantor. Saya booking konsultasi dulu untuk memilih hari yang pas. Dan akhirnya hari itu tiba. Agak deg-degan sih, karena ini baru pertama kali saya ke Dermatologist setelah bertahun-tahun.

Saya bertemu dengan dr. Indah Widyasari SpKK. Saya bercerita tentang kebete-an dengan tahi lalat ini. Dokter bilang sebenarnya tahi lalat itu tidak akan mengganggu aktifitas tapi estetika saja. Banyak orang cuek aja, tapi saya nggak bisa. Kan saya suka dandan, dok. Tahi lalat ini bikin dandanan harus tebal yang membuat saya cepet berkomedo. Saya kemudian disuruh tiduran untuk di cek jenis apa tahi lalat ini. 

Nama tahi lalatnya adalah keratosis seboroik, bahasa awamnya adalah kondisi di kulit yang muncul berwarna coklat atau hitam. Teksturnya kasar dan berada di atas permukaan kulit, bisa jadi karena keturunan. Ternyata saya punya banyak keratosis di wajah lho😱. Ah, ternyata faktor polusi, sinar matahari, dan usia mengakibatkan banyak hal di wajah. Dokter bilang, keratosis seboroik bisa di electric cauter, atau permukaan kulit diiris pakai laser. Huaaaa serem juga😱. Tapi tenang aja, bakalan di anastesi dulu kok. Area pipi dan hidung dioles krim anastesi, lalu ditutupi dengan plastik.

Anastesi
Setelah kurang lebih 45 menit, saya di electric cauter. Dokter mengiris-iris tahi lalat yang ternyata banyaaak. Setiap kali dicauter, dokter mengelap darahnya, lalu perawat mengompres permukaan luka dengan NACL. Ada perawat juga yang menyuntikkan vitamin C karena pada saat itu saya dapat bonus gratis Vitamin C. Oh iya, kalau kalian melakukan perawatan yang menimbulkan luka, memang lebih baik suntik Vitamin C agar luka jadi cepat sembuh.
Kompres NACL setelah di cauter
Setelah di electic cauter satu area, saya dikompres NACL selama 15 menit untuk mengobati luka. Kalian bisa lihat di foto banyak sekali yang merah-merah dan itu semua keratosis seboroik, dan ternyata di area bawah hidung sampai dagu juga banyak banget keratosis seboroik (belum di cauter). Ada beberapa bagian juga yang hitam yaitu freckless (noda hitam yang biasa karena paparan sinar matahari). Kalau freckless berada di lapisan bawah kulit jadi nggak bisa di electric cauter. Beda lagi cara menghilangkannya.
Luka-luka bekas electric cauter

Sudah lumayan
Sebenarnya saya memiliki tahi lalat hitam dibawah permukaan kulit yang agak sulit dihilangkan (bisa dilihat di foto atas yang berada di area bawah hidung). Kalau mau dilaser harus lebih dalam lagi dan takut menimbulkan scar (bekas luka). Ya udah deh, mungkin lain kali saya hilangkan tahi lalat itu. Nanti kalau tabungan sudah banyak lagi, baru coba perawatan lainnya yang mungkin lebih heboh. Usai perawatan, saya diberikan anti iritasi, antibiotik, dan ditempel plester. Untung sudah wajib masker jadi saya nggak perlu jalan-jalan dalam kondisi muka bertempel-tempel begitu😂😂.
Muka di tempel-tempel
Selama seminggu, saya diberikan antibiotik karena setiap ada luka harus dikasi antibiotik biar tidak terjadi infeksi. Saya juga wajib mengompres wajah dengan NACL dua kali sehari agar luka cepat sembuh, baru menggunakan obat-obatan yang dioles. Untungnya ketika weekly meeting berikut, wajah saya udah lumayan normal. Luka-luka sudah terkelupas sendiri (jangan sengaja dikelupas ya), walaupun masih memerah. Tapi saya sudah boleh pakai foundation jadi bisa menyamarkan bekas lukanya.

Baiklah, nanti saya tuliskan lagi perawatan lanjutan setelah ini. Berikut harganya ya.

  • Dermatologist - Konsultasi SPKK 2 Rp250.000
  • Dermatologist - Electric Cauter 3 Rp1.000.000
  • Nacl 100 ml (100 ml, putih) Rp20.000
  • Kasa Steril Box (10 count/pkg, putih) Rp15.000
  • Transofix (1 count/pkg, hijau) Rp12.000
  • Produk - Spot 1 / AB 1 Rp195.000
  • Produk - DC6 / SPF-G GP Rp93.000
  • Grand Total Rp1.585.000

Semoga bermanfaat. Sampai jumpa!

Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip