Maret 14, 2020

Vaksin Influenza di Kantor

Sepertinya kasus Virus Corona (COVID-19) semakin hari semakin mengkhawatirkan, terlebih untuk saya yang selalu menggunakan transportasi umum pada saat pulang pergi dari dan ke kantor. Saya juga sering dinas ke luar kota, terutama Bali. Sejak bulan Januari kemarin, saya sudah menyuntik vaksin influenza sekedar untuk berjaga-jaga kalau (naudzubillah) kena virus Corona, paling tidak, bisa bertahan dengan flu yang tidak parah. Kalau dipikir-pikir, gejala virus Corona itu mirip seperti saat asma saya akan kambuh dimana saya bakalan flu, sakit tenggorokan, demam, lalu sesak napas dan batuk berdahak. Teringat dulu dokter Spesialis Paru yang biasa menangani asma saya pernah bilang, "Vaksin aja, paling nggak nanti nggak flu dulu, jadi nggak sesak deh!" Baiklah...

Tahun 2015 saya pernah di opname sepulang dari Hong Kong karena demam tinggi, flu, dan sesak napas. Ntah saya kena virus apa, tapi dari semua teman-teman yang ikut ke Hong Kong, cuma saya doang yang diopname. Sejak saat itu saya jadi sangat menjaga imunitas tubuh mulai dari berolah raga, istirahat cukup, dan makan teratur, sebelum melakukan perjalanan jauh. Saya mulai vaksin flu di tahun 2016 ketika akan umroh untuk pertama kali. Karena pada saat itu suhu di kota Madinah mencapai 12 derajat di siang hari, maka dokter menyarankan saya untuk vaksin flu. Alasannya sama, paling nggak nanti nggak flu dulu. Sejak saat itu, saya rutin vaksin flu setahun sekali karena memang terbukti (di tubuh saya), saya sangat jarang flu dan jadi tidak pernah sesak napas lagi.

Sebelum memutuskan vaksin sekantor, saya baca-baca artikel di media online tentang vaksin influenza yang berdampak sangat besar untuk meningkatkan imunitas tubuh. Saya sempat ngobrol juga dengan seorang teman yang bekerja di Kuala Lumpur yang mengatakan kalau vaksin flu di klinik-klinik terdekat sudah habis. Bahkan banyak yang bawa hand carry dari luar negeri karena stok semakin menipis. Hal ini agak berbanding terbalik dengan beberapa teman saya di Indonesia yang nggak mau vaksin. Mereka pada bilang, "Untuk apa vaksin flu? Nggak ada gunanya." Ihhh, saya kesel banget sewaktu dijutekin begitu🙄🙄🙄. Memang sih influenza dan Corona itu beda, bedaaaaa sekali. Tapi paling nggak nanti nggak flu dulu, sehingga kemampuan tubuh melawan penyakit bisa lebih baik. Paham?

Terserah orang mau bilang apa. Saya tetap mau menjaga lingkungan saya dan orang-orang yang saya sayangi agar terhindar dari penyakit seperti para karyawan saya yang sehari-hari ke kantor pasti naik transportasi publik. Tepat pada hari Rabu kemarin, seluruh karyawan Rancupid saya wajibkan untuk vaksin flu. Mau menolak? Mana bisa... Kan yang suruh langsung pemilik perusahaan😂. Saya datangkan dokter langsung ke kantor untuk vaksin sekaligus mengedukasi para karyawan betapa pentingnya menjaga imunitas dikala virus-virus seperti ini. Untungnya para karyawan semua 'nurut aja. Palingan ada beberapa yang nggak berani disuntik bukan karena nggak mau atau menyepelekan, tapi karena takut jarum suntik 😂😂😂😂. Ini bikin saya ngakak.
Dokter mempersiapkan obat
Suasana penyuntikan cukup ramai dan seru. Ada yang nggak berani duluan, ada yang pasrah banget, ada yang sampai harus dipegang oleh 2 karyawan cowok. Saya hanya tertawa melihat tingkah laku mereka. Padahal saya termasuk orang yang takut juga dengan jarum suntik, tapi karena saya sudah vaksin jadi nggak ditertawakan sama teman-teman yang lain😆. Dokter juga ternyata membawa vitamin C dan kolagen, sehingga beberapa karyawan yang tetap ingin glowing bisa langsung disuntikkan. Alhasil, udah terbebas dari flu, glowing lagi😂.

Ada yang selow aja disuntik
Ada yang ketakutan setengah mati 🤣
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Saya juga menyarankan buat teman-teman yang membaca postingan ini agar bisa vaksin juga, sebelum vaksin influenza menjadi langka. Kalau pun kita (naudzubillah) kena Corona, tubuh bisa lebih siap untuk menghadapinya dan mengurangi resiko kematian. Tidak ada salahnya berikhtiar untuk pencegahan penyakit.

Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah subhanahu wata'ala. Aminn ya Rabbal 'alamin🤲.
Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip