Juni 08, 2020

Akhirnya Kontrol Gigi Lagi

Alhamdulillah setelah 2,5 bulan lamanya, akhirnya bisa kembali kontrol behel lagi ke Orthodentist. Udah nggak enak banget rasanya gigi ini, karet yang transparan sudah menguning, seolah-olah gigi saya jadi kuning semua. Padahal sewaktu terakhir kontrol, dokter bilang kalau gigi saya bulan depan (April) sudah bisa di kunci dan kalau sudah bagus Mei atau Juni sudah bisa lepas behel. Tapi apa mau dikata, karena PSBB, klinik gigi terpaksa harus tutup dan baru buka lagi setelah lebaran, dan saya baru dapat giliran di tanggal 31 Mei 2020. Itupun saya berhasil mendaftar karena tanpa sengaja baca komentar-komentar pasien di Instagram OMDC yang mengeluh kalau behelnya udah nggak enak dan OMDC membalas untuk langsung Direct Message (DM) ke mereka untuk segera dijadwalkan. Tanpa menunggu lagi, saya langsung Whatsapp OMDC di hari Kamis dan alhamdulillah Minggu langsung dapat giliran.

Jujur aja, terakhir saya naik kereta itu mungkin tanggal 6 April 2020 karena harus ke ZAP. Jadi kemarin agak was-was untuk naik kereta lagi setelah 1,5 bulan lamanya nggak menggunakan KRL. Karena belum bisa naik Ojek Online, akhirnya saya memesan taksi online sampai ke stasiun. Sempat ragu bakalan diminta surat tugas ketika mau naik kereta, tapi kan ini hari minggu, ngapain pakai surat tugas🤔. Ternyata hanya ada pengecekan suhu tubuh saja di stasiun dan saya berhasil naik kereta yang super duper kosong. Serasa kereta milik sendiri.
Kosong
Perjalanan ke stasiun Pasar Minggu sangat cepat. Setelah itu saya memesan taksi online lagi menuju OMDC. Jadi terasa mahal karena selama ini saya naik ojek online harganya hanya sepertiganya saja. Ya sudahlah, sekali-kali juga keluar. Sesampai di OMDC, saya harus masuk ke bilik sterilizer dulu yang sepertinya menggunakan teknologi UV atau infrared. Awalnya sempat ragu kalau harus disemprot, saya malas kalau harus basah-basah, ternyata cuma disuruh tutup mata saja dan berputar, lalu selesai. Seperti tidak terjadi apa-apa.
Bilik Sterilizer
Saya mendaftar ulang di bagian administrasi. Kali ini setelah di cek suhu tubuh, saya diwawancara dulu apakah ada berpergian ke luar negeri dalam 14 hari terakhir, ada kontak dengan pasien COVID19, dan lainnya. Gimana mau pergi, bandara tutup. Gimana mau ketemu pasien Corona, komplek saya aja di lock-down. Insya Allah saya aman. Tapi karena masih situasi pandemi seperti ini, setiap pasien akan di charge biaya Alat Pelindung Diri (APD) untuk dokter dan suster yang merawat. Tidak apa-apa deh, yang penting para tenaga medis sehat wal'afiat dan terhindar dari segala virus. Aminnn ya Allah🤲. 

Hari itu saya dibikin terpana melihat dokter dan perawat yang biasa saya lihat ganteng-ganteng dan cantik-cantik, sekarang terbungkus dalam APD putih. Saya jadi diam saja memperhatikan mereka yang sedang berlalu-lalang sebelum saya dipanggil ke ruang perawatan. Ketika tiba giliran saya, saya jadi bisa melihat lebih detail apa aja yang dipakai dokter dan perawatnya, mulai dari kaca mata seperti mau snorkeling, baju seperti jas hujan, masker dan sarung tangan dua lapis, juga sepatu boots. Terlihat keren, tapi ada rasa sedih juga karena harus menerima kenyataan kalau kita sekarang sedang diuji oleh ujian terbesar umat manusia yaitu virus Corona😢. Semoga segera berakhir, semoga atas izin Allah, vaksin segera ditemukan, dan dunia kembali ke sedia kala🤲.

Sewaktu Orthodentist memeriksa gigi saya, beliau bersorak, "Yeay akhirnya rapat juga semua celah gigi kamu!" Wahhh saya langsung senang🥳. Akhirnya setelah perjuangan hampir tiga tahun ini. Dokter kemudian mengunci gigi saya dengan melilitkan kawat ke seluruh gigi. Saya bilang ke dokter kalau dilihat dari depan, masih belum lurus secara horizontal. Kata dokter, hal itu disebabkan karena gaya tarik-menarik gigi dan sekarang sedang dibenarkan agar lurus sempurna. Duhhh, nggak sabar untuk mendapat gelar Perfect Smile, hahahaha😂. I can't wait...
Sedikit lagi lurus sempurna
Setelah perawatan selesai, saya nggak bisa langsung menjadwalkan kunjungan untuk bulan depan karena memang diprioritaskan pasien yang behelnya sudah sangat bermasalah. Baiklah, kita harus sabar dan gantian dengan pasien lain...

Berikut biaya yang saya bayar:
Service Charge Rp. 40,000
Biaya APD Rp. 125,000
Kontrol Ortho Rp. 275,000

Oh iya, buat kalian yang mau perawatan menggunakan aerosol seperti scalling dan tambal gigi, kalian disarankan untuk di rapid test dulu. Kalian bisa melakukan rapid test di OMDC tapi saya lupa harganya. Yang jelas nggak begitu mahal kok dan hanya 15 menit. Awalnya saya mau scalling, tapi kalau rapid test dan ternyata saya positif, saya takut stress nanti, hahaha😂. Jadi mending nggak usah dulu deh. Lagian sewaktu di cek Orthodentist, gigi saya cukup bersih.

Sepulang dari OMDC, karena sudah lapar, saya mau mencari makanan dulu. Saya jalan kaki dari OMDC ke belokan yang lumayan jauh untuk mencari warung buka. Ada sih yang buka, tapi nggak boleh makan disitu. Duh, kalau mau bungkus dan bawa pulang ke rumah, keburu saya laparrrr setengah mati. Belum lagi setelah ini mau ke ZAP Lotte dan di Mall pasti tidak ada resto yang buka. Akhirnya saya menemukan warung padang dan memelas ke abangnya, "Bang, boleh makan disini nggak?🥺🥺🥺" Si Abang ngeliat saya dan bilang, "boleh kok asal cuma satu atau dua orang". Fiuhhh, akhirnya bisa makan padang lagi dan saya merasa ini adalah nasi padang terenak di dunia. Mungkin karena lapar berat.
Udah diacak-acak baru di foto
Alhamdulillah udah kenyang, sekarang saatnya saya ke ZAP. Oke deh, semoga tulisan ini bermanfaat. Aminnn🤲.
Reactions:

2 comments:

Cipu Suaib mengatakan...

Wah scaling harus rapid test ya, ga jadi kalau gitu. Saya jadwalnya April mau scaling tapi ketunda juga karena COVID. Kalau masih wajib rapid test, kayaknya kudu nunggu dulu biar lebih aman.

Meutia Halida Khairani mengatakan...

hahaha iyaaa nanti ajaaa

Follow me

My Trip