Oktober 31, 2020

Foto-foto di Bandung

Sekitar 2 minggu yang lalu saya baru saja membeli kamera Fujifilm XT3 dan saya merasa sangat puas bisa sekalian eksplorasi teknik foto. Berikut saya posting foto-fotonya menggunakan Lensa Fujifilm Fujinon XF 56mm F1.2 R tanpa edit. Saya bakalan sering mengambil foto dan mempostingnya di blog. 











Oktober 11, 2020

Gigi Atas dan Bawah Masih Miring

Sudah lama tidak menulis blog, tapi tenang saja karena blog ini terlalu saya cinta jadi nggak akan ditinggalkan. Baiklah, saya akan mengupdate kontrol gigi yang biasanya saya lakukan 4-6 minggu sekali (tergantung jadwal dokter di masa pandemi seperti ini). 

Karena saya datang ke klinik pada masa PSBB total, maka saya diwajibkan untuk menggunakan APD. Ini pertama kalinya saya pakai APD sampai baju hijau dan sarung kaki. Biasanya hanya masker saja. Tapi demi melindungi para tenaga medis di OMDC, saya rela deh. Kan untuk melindungi saya juga. Cuma agak ribet aja pakainya.

Pakai APD
Sewaktu kontrol gigi, Orthodentist bilang kalau gigi bawah saya pun ikutan miring. Sebenarnya sudah sebulan pengait kawat gigi saya copot dan saya rasa hal ini menyebabkan tarikan gigi tidak lurus. Akhirnya dipasang lagi sama dokter, lalu ditariklah gigi saya. Rasanya seperti ditarik ke pojokan agar rahang saya ikut berubah.

Bagaimana dengan gigi atas? Masih tetap miring. Dokter sampai mengubah lagi susunan kawat agar bisa mencengkram rahang saya. Yang terlalu tinggi, diturunkan. Yang terlalu rendah, dinaikkan. Selesai kawat gigi dipasang, duh rasanya nyut-nyutan banget😫😫😫. Seolah-olah gigi ditarik ke belakang, kiri, dan kanan. Saya rasa fokus proses penarikan ini di bagian rahang kanan, sehingga mengusik gigi tidur yang ada paling pojok. Saya curiga gigi ini merupakan salah satu biang kerok yang membuat rahang saya tidak kunjung lurus. Apakah ini saatnya untuk dioperasi saja? Oh tidak!😱
Masih miring kan?
Kalian bisa lihat di foto kalau kawat indikator gigi saya tampak miring banget kan? Malah menurut saya nggak ada perubahan. Abaikan kulit wajah saya yang terkelupas karena sedang memakai krim dari Dermatologist.

Sebenarnya gigi saya sudah rapat, strukturnya sudah bagus, tapi secara horizontal masih miring. Mana ketika menuliskan blog ini sudah semakin berdenyut rahang sebelah kanan. Dokter menyuruh saya untuk buka tutup mulut dalam kondisi lurus di pagi, siang, dan malam hari sebanyak 10 kali untuk melatih otot rahang. Saya juga disuruh mengunyah kiri dan kanan, dan juga tidur lurus (ini yang susah). Saya tidak nyenyak kalo tidur lurus, apalagi kadang saya harus kerja sampai larut malam dan tidur lurus bisa menjadi hambatan untuk saya. 

Doakan semoga urusan behel ini segera berakhir bahagia dan saya dapat segera Perfect Smile.

Kontrol Sapphire Braces Rp. 275,000
APD Rp. 95,000
Charge Pasien Lama Rp. 40,000

Oktober 04, 2020

Hand Rejuvenation di ZAP Premiere

Perawatan berikutnya yang saya coba adalah Hand Rejuvenation (HR) seharga Rp. 499,000 yang hanya ada di ZAP Premiere. Kalau kalian membaca postingan saya sebelumnya dimana saya punya masalah pada kulit bagian tangan yang kering, sedikit keriput, dan warna kulit tidak merata. Padahal saya masih muda tapi tangan udah terlihat keriput dan menghitam. Saya juga selalu pakai sunblock kalau mau keluar rumah, tapi tetap aja warnanya gelap. Kalau dibandingkan dengan warna kulit tubuh, sudah seperti domino, hitam dan putih. Ugh kesel😖!

Sebelum di laser

Atas saran dokter, saya mencoba HR yang dikombinasikan dengan infused glowing (Rp.749,000, tapi saya gratis karena sudah beli paket series dari tahun lalu). Proses perawatannya adalah tangan dibersihkan dulu lalu ditembakkan laser toning secara merata. Setelah itu dioleskan krim dingin dan dilaser dengan Alma yang ditempel-tempelkan ke kulit tangan. Rasanya agak cenat-cenut sih, mungkin karena kulit tangan terlalu kering.

Setelah laser dan infused glowing

Setelah laser selesai, saya melakukan perawatan infused glowing untuk memasukkan segala macam vitamin ke kulit melalui pembuluh darah. Hasilnya tangan setelah di HR jadi lebih lembab dan warna kulit langsung meningkat 2 tone diatasnya. Perawatan ini nggak bisa dilakukan hanya satu kali ya. Kalau kalian punya rezeki dan dana yang banyak, bisa dicoba 2 minggu sekali agar tangan cantik kaya artis-artis. Hehehe😛. Kalau saya sih lebih nggak punya waktu kalau harus nge-Mall terus-menerus untuk ke ZAP.

Oh ya, Dermatologist bilang kalau tipe kulit kering seperti saya nggak usah pakai body lotion aneh-aneh. Cukup Nivea Creme, Creme 21, pelembab kulit bayi dan yang lainnya justru murah meriah. Jika mandi, wajib pakai sabun bayi saja dan kalau bisa sabun yang kaya akan pelembab. Sebaiknya jangan pakai shower puff karena akan menggesek-gesek kulit (ini saya yang nggak bisa). Setelah mandi, handukan, langsung pakai pelembab agar airnya terkunci di kulit. Jangan lupa kalau tidur wajib pakai body lotion juga agar kelembapan kulit tidak hilang gara-gara AC, terutama bagian kulit yang tidak tertutup baju tidur.

Pelembab yang disarankan Dermatologist ZAP

Yang saya beli di Century
Saya sudah melakukan saran dokter selama beberapa hari untuk menggunakan Creme 21 yang saya beli di Century seharga Rp. 55,500 kemasan 150ml. Enak banget krimnya nggak lengket. Alhamdulillah kulit menjadi lebih baik. Biasanya saking keringnya sampai gatel banget. Kalau di garuk, semakin rusak kulitnya.

Baiklah, semoga postingan ini bisa lebih bermanfaat ya. Sampai jumpa!

Follow me

My Trip