Januari 01, 2021

Welcome 2021

Sudah tahun 2021 saja, tidak terasa😊. Ntah kenapa tahun 2020 seolah berlalu dengan cepat. Kalau orang-orang bilang tahun 2020 tidak ada artinya dan berlalu begitu saja, hal tersebut sangat berbeda dengan saya. 2020 begitu berwarna-warni bagi saya🥳. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang mencurahkan begitu banyak rahmat dan karunia di tahun 2020. Alhamdulillah. Baiklah, saya akan menjabarkan satu demi satu. Semoga nggak ada yang baper setelah baca ini😉.

1. Rancupid Pecah Rekor Penjualan

Awal tahun 2020 kemarin, perusahaan sempat krisis (lagi). Sebenarnya saya sudah terbiasa menghadapi krisis di perusahaan. Sudah seperti makanan sehari-hari. Namanya juga merintis usaha, pasti ada saat-saat sangat sulit. Belum lagi perusahaan banyak berhutang yang membuat saya pusing tujuh keliling. Tapi tetap saja, saya sabar. Sepertinya sabar adalah hal tersulit di dunia tapi cuma itu yang bisa saya lakukan pada saat itu seraya terus belajar dan mencari tau bagaimana mengembalikan kondisi keadaan perusahaan.

Di saat penjualan perusahaan mulai naik, Jakarta berlaku PSBB Total dan kita semua nggak bisa ngantor sama sekali. Karena orderan di Amazon menaik terus, saya merasa PSBB justru lebih baik agar bisa memaksimalkan konfirmasi orderan yang begitu banyak. Sampai akhirnya begitu banyak penjualan dari negara-negara yang lockdown, sedangkan Rancupid tidak memiliki uang cash sama sekali lagi untuk belanja stok produk. Terpaksa mengemis pinjaman kesana-kemari sampai akhirnya kami bisa mengembalikan kondisi perusahaan sampai untung berkali-kali lipat🤩🤩🤩. Semua hutang terbayar seketika, dan hati senang juga lega karena tidak ada lagi hutang. Bahkan bonus yang didapat dari perusahaan pun berkali-kali lipat. Alhamdulillah.

2. Ramadhan dan Idul Fitri di Depok

Seminggu sebelum Ramadhan, amazon saya suspend. Padahal uang yang tertahan di amazon banyak sekali dan saya sampai stress🤯🤯🤯. Saya jadi malas ngapa-ngapain, jadi demam, pusing, teringat uang sebanyak itu tertahan belum lagi tagihan kartu kredit untuk belanja ke suplier membludak. Saya jadi sangat sedih. Uang itu sebenarnya mau saya pakai untuk banyak hal. Mana suspend kali ini begitu sulit untuk dibuka. Hampir setiap hari saya kirim appeal letter ke amazon, sambil berdoa, dan menyuruh semua teman-teman mendoakan amazon saya agar segera buka.

Ramadhan pun tiba. Untuk menata hati yang sedih karena amazon suspend, saya jadi menyibukkan diri untuk meningkatkan kualitas ibadah. Soalnya pekerjaan saya jadi berkurang jauh. Semua pekerjaan Rancupid sudah dikerjakan karyawan dan freelancers, jadilah saya tidak terlalu banyak kerjaan🙁. Hanya memantau saja kalau ada amazon yang sedikit bermasalah. Sisa hari saya lalui dengan belajar bahasa Arab, menghafal Al-Qur'an lagi, belajar masak, dan mendengar banyak tausiah di Youtube. 

Saya jadi merasa Ramadhan kali ini sangat berarti. Hari demi hari saya lalui hanya dengan hal-hal bermanfaat untuk menambah amalan. Sampai ketika Idul Fitri tiba, saya jadi merasa menang melawan hawa nafsu. Saya jadi berpikir, seandainya amazon saya tidak suspend, mungkin saya akan fokus pada nyari duit melulu dan mengurangi kadar beribadah. Hal itu sebenarnya tidak baik di sisi Allah. Saya justru jadi bersyukur, biarlah amazon suspend pada saat itu, toh uang dari Rancupid masih ada dan lebih dari cukup untuk membiayai kehidupan saya selama pandemi. Sampai akhirnya amazon saya terbuka lagi, dan uang mulai datang lagi. Alhamdulillah.

3. Akhirnya Dia pindah ke Jakarta

Saya tidak mungkin menulis namanya disini, karena bisa menggemparkan dunia persilatan😁. Saya ngefans kepadanya sejak 2016, tepatnya setelah 6 bulan putus dari pacar yang sebelumnya. Bayangkan, sudah 4 tahun lebih berarti. Dari mulai saya belum pakai behel, sampai sekarang wajah saya sudah berubah jauh. Biasanya hanya melihatnya di media sosial atau chatting via Whatsapp seperlunya. Dari 2016 sampai sekarang padahal saya sudah beberapa kali dekat dan berpacaran dengan cowok lain, tapi tetap saya ngefans kepadanya. Bahkan sampai membuat pacar saya jealous dan saya harus diam-diam chatting dengannya. Padahal saya nggak selingkuh, cuma chatting doang🙄. Saya memang suka melihat Instagram feedsnya yang suka jalan-jalan, karena saya juga suka. Beberapa kali dia pernah dinas ke Jakarta, dan betapa sering saya ngajak ketemuan dan dia nggak bisa. Huff, sedih deh🙁.

Sampai akhirnya dia pindah ke Jakarta bulan Juli 2020 kemarin. Saya senang banget dan sangat antusias. Saya langsung mengajaknya ketemu. Awalnya dia nggak mau karena mungkin masih sibuk pindahan, sampai dia bisa juga ketemuan itu pun setelah saya desak. Saya baru bisa melihat wajahnya sedekat itu. Duh senang banget rasanya🥰. Kita bisa ngobrol lama sambil makan. Saya merasa dia lebih asik kalau ketemu langsung daripada chatting. Dia juga jadi pakai behel karena melihat sapphire braces berwarna bening yang saya pakai. Saya juga yang menemaninya ke dokter gigi. 

Sayangnya, hubungan kita tidak semulus itu. Saya kira, karena sudah beberapa kali bertemu dan nongkrong bareng, saya bisa mengajaknya bertemu dengan teman-teman saya. Atau paling nggak, jalan-jalan bareng karena kita punya hobi yang sama. Tapi semua dia tolak. Bahkan ajakan untuk sekedar nongkrong di Cafe pun sudah tidak pernah digubris lagi, apalagi jalan-jalan keluar kota😕. Saya jadi berasumsi kalau memang dia membatasi bertemu dengan saya, dan saya terlalu naif. Saya juga baru sadar kalau selama ini semua hadiah yang saya berikan tidak pernah di posting di sosial media. Padahal dia selalu memposting hadiah sepele dari beberapa cewek (dan ada satu cewek yang selalu di post🙄). Baiklah, mungkin dia memang tidak suka berteman dengan saya. Dan saya tidak bisa memaksa orang untuk melakukan hal itu. Mungkin sudah saatnya saya tidak melihat sosial medianya lagi. Semoga suatu hari dia tau, kalau dia punya die hard fans, and it was me.

4. Berlibur ke Medan

Setelah bertahun-tahun tidak ke Medan, akhirnya diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk kesana lagi. Kota Medan sangat mengingatkan saya kepada almarhum Papa. Dulu Papa selalu membawa saya berobat ke kota ini, menyetir mobil dari Lhokseumawe, hanya demi saya bisa bertahan hidup🥺. 

Dulu juga setiap saya pulang dari Bandung atau Jakarta, Papa sering menjemput. Pernah juga Papa diperas oleh polisi gadungan sampai melayang uang Rp. 300,000. Teringat dulu kita sempat kehabisan uang dan Rp. 300,000 itu sangat berarti. Papa juga suka banget makan di resto Garuda, jadi saya menyempatkan juga untuk makan disana bersama abang. Duh, mengetik tulisan tentang Papa selalu membuat saya sedih. Semoga kami bisa menjadi amalan jariyah, Pa. Betapa saya kangen sekali....😭😭😭

5. Berlibur ke Tanjung Bira dan Toraja 

Alhamdulillah bisa terealisasi juga berlibur ke Tanjung Bira dan Toraja. Sebenarnya liburan kesini tuh sudah menjadi rencana teman-teman Rancupid sejak kita pulang dari Flores. Tapi karena pandemi, tidak semua orang bisa bebas berpergian. Semula yang ingin berlibur beramai-ramai, jadi cuma berempat😂. Tapi tidak mengurangi esensi dari liburan kok, hanya saja karena bukan dengan anak-anak Rancupid, saya tidak bisa liburan dengan jadwal perjalanan yang terlalu padat dan capek. Kasihan teman saya yang hampir nggak pernah jalan-jalan jadi ngos-ngosan😂.

Berlibur di kala pandemi memang banyak keterbatasan. Selain karena adanya pembatasan jumlah orang yang masuk ke tempat wisata, pembatasan jam buka, dan banyak tempat oleh-oleh berdampak pendemi jadi udah nggak jualan lagi. Kasihan sih, tapi memang ini adalah masalah sebagain besar orang. Bukan hanya mereka. Nanti akan saya tuliskan secara detail di postingan terpisah tentang perjalanan ke Sulawesi Selatan.

Saya berharap di tahun 2021 pandemi segera berlalu. Semoga orang-orang mau divaksin agar memutus rantai penularan. Semoga bisa jalan-jalan ke luar negri lagi. Dan yang paling penting, semoga bisa menikah. Amin ya Rabb🤲!

Reactions:

0 comments:

Follow me

My Trip