Oktober 17, 2017

Bangka Culinary

Beginilah kalau memposting cerita setelah berminggu-minggu yang lalu, jadi lupa deh. Saya sampai harus googling berkali-kali untuk mencari nama tempat dan makanan yang saya nikmati sewaktu melakukan perjalanan ke Bangka kemarin. Sebenarnya ada beberapa tempat yang makanannya nggak terlalu khas dan saya posting juga, hanya sebagai pengingat kalau saya pernah makan disitu.

Baiklah, mari kita simak bersama. Kalau ada pembaca blog ini yang ingin mengoreksi, silahkan saja ya. Berhubung saya juga takut salah.

1. Otak-otak Ase
Lokasinya berada di Jl. Soekarno-Hatta KM 6 No. 24 Pangkalpinang. Kalian pasti tau kalau makanan khas Bangka adalah seafood sehingga di kota ini banyak banget makanan hasil olahan seafood seperti pempek dan otak-otak. Nah di tempat ini, kalian bisa mencicipi pempek dari udang dan cumi-cumi. Ini pertama kalinya saya mencicipi pempek selain ikan.
Makanan datang
Bagaimana rasa pempeknya? Enak banget kok, ya serasa makan pempek rasa udang dan cumiπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. Saya makan 2 pempek cumi dan 2 pempek udang (berhubung saya suka banget pempek). Oh ya, tidak ketinggalan bakso ikan juga menjadi makanan khas disini dan saya makan juga sepiring. Kok saya jadi banyak makan ya?
Pempek Udang dan Cumi
Bakso (bulat) dan Empek Ikan (panjang)
Selain pempek, Otak-otak Ase menyediakan makanan khas lainnya yaitu otak-otak (ya iyalah nama tempatnya aja udah Otak-OtakπŸ˜…). Salah satu makanan favorit saya adalah otak-otak dan saya juga berhasil menghabiskan setengah piring (harus bagi 2 sama Mbak Ujha). Satu lagi makanan unik lainnya adalah Ngpiang, ikan di goreng crispy seperti KFC, tapi saya kurang suka. Mungkin karena saya pakai braces, agak susah menggigit makanan crispy karena takut behel copot.
Otak-otak
Ngpiang
Berikut adalah harga masing-masing makanan (per item):
Otak-otak, bakso ikan, pempek ikan, Ngpiang  Rp. 2,500
Empek Udang Rp. 5,000
Empek Cumi Rp. 5,000
Total makan Rp. 62,500

2. Mie Koba
Kalau di Aceh ada Mie Aceh, di Bangka ada Mie Koba. Saya makan mie yang satu ini di Kecamatan Koba sewaktu mau pergi ke Danau Kaolin. Pemberian nama Mie Koba memang disamakan dengan kecamatan Koba, yang berada di wilayah kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Mie Koba adalah mie kuah yang disiram kaldu daging tenggiri dicampur dengan tauge, daun seledri, dan bawang goreng. 
Mie Koba
Mie Koba dibuat dari bahan alami oleh Iskandar, orang pertama yang menciptakan racikan kuliner berbahan mie ini, secara manual dari tepung terigu pilihan. Sedangkan kuah dari Mie Koba dibuat dari ikan tenggiri yang direbus kemudian digiling, lalu ditumis dan direbus lagi bersama bumbu rempah rempah, seperti pala, cengkeh, ketumbar dan gula aren serta kayu manis. Rasanya kuahnya memang enak banget deh. Harga seporsi Mie Koba juga murah, cuma Rp 13,000, tambah satu butir telur rebus jadi Rp 15,000. Walaupun menurut saya porsinya agak sedikit, ntah karena saya lapar terus di Bangka. 

3. Pauw's Kopitiam
Sewaktu dalam perjalanan ke Pantai Matras, saya dan teman-teman mulai bingung mau makan apa yang khas Bangka sepanjang perjalanan sebelum tiba di pantai. Sayangnya agak susah menemukan makanan dan jadilah kami mampir ke sebuah resto hits di Bangka bernama Pauw's Kopitiam yang berlokasi di Jl. R.E Martadinata No. 8. Kalian bisa melihat sendiri daftar menu dengan men-zoom foto dibawah ini.
Daftar Menu
Kami memesan:
Bakpao Rp. 18,000
Hakau Rp. 18,000
Jeruk Murni Rp. 25,000
Kopi Float Rp. 20,000
Kwetiaw Sapi Lada Hitam Rp. 35,000
Siomay Rp. 18,000
Sapi Lada Hitam
Untuk rasa makanan standar menurut saya. Awalnya sengaja memesan banyak dimsum karena biasanya kota di pinggir laut dimsumnya enak-enak. Tapi ternyata rasanya masih standar. Mungkin karena sambal dimsumnya nggak ada, jadi seperti ada yang kurang. Kebanyakan resto dimsum memang enak banget sambalnya.
Hakau
Dimsum
Siomay
Kopi Float
Jeruk Murni
Menu
Pengunjung Pauw's lumayan rame. Mungkin karena tempatnya cozy banget seperti cafe-cafe di Bandung dengan desain interior modern juga harga yang lumayan murah. Cocoklah untuk anak-anak muda yang ingin hangout.
Pose di depan resto
4. Resto Aroma Laut
Lokasinya berada di Air Itam, Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, di pesisir Pantai Pasir Padi. Sewaktu sampai disini pertama kali, anginnyaaaaaaa bo'😱😱😱! Mana baju saya agak pendek dan kerudung terbang keatas, untung nggak copotπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Saya sampai ke toilet untuk membenarkan kerudung dan teman-teman pindah ke meja yang nggak terlalu kena angin.
Kuah Ikan
Udang Bakar
Ikan Bakar
Untuk makanan, sebenarnya nggak ada yang terlalu khas di Resto ini karena hampir semuanya seafood kalau nggak digoreng, dikuah, ya dibakar. Yang membedakan adalah resto ini berbentuk kapal dan langsung menghadap laut. Saya agak susah memfoto dari luar seperti apa karena sudah malam. Jadi ambil foto di google aja ya. Kalian tinggal klik di foto, nanti langsung direct ke link tempat saya mengambil foto.
Suasana di dalam Resto
Resto tampak depan kalau air laut surut
Resto ini keren banget sih, bentuknya seperti kapal, apalagi kalian bisa menikmati suara deburan ombak dengan teman-teman tercinta. Untuk harga makanan juga nggak begitu mahal. Kami makan sekitar Rp. 300,000 untuk ber-6 dan hampir semua makanan sudah kami pesan. Kalau kalian ke Bangka, jangan lupa mampir di resto ini ya.

5. Lempah/Gangan
Lempah adalah salah satu makanan khas Bangka Belitung yang bahan dasar pembuatannya adalah daging sapi atau ikan. Di Bangka Belitung sendiri lempah dikenal dengan nama Gangan. Saya dan teman-teman mampir di warung nasi sebelum berangkat ke Sungai Liat dan mencoba makan Lempah. Seporsi dagingnya lumayan banyak dan rasanya enak, tapi saya lupa harganya. Ciri khas Lempah daging sapi adalah dimasak menggunakan daun kedondong Kalian nggak harus ke resto tertentu untuk makan Lempah karena dimana-mana ada.
Lempah daging
Masyarakat Bangka umumnya menghidangkan lempah dengan berbagai macam variasi. Ada yang namanya lempah kuning, karena lempah ini berbahan dasar nanas dan berwarna kuning. Ada juga lempah darat yang semua bahannya berasal dari darat seperti, sayuran, berbagai macam jenis kacang (kacang kedelai). Satu lagi yang terkenal adalah lempah kulat, yaitu lempah yang berbahan dasar jamur. Silahkan dicicipi sesuai selera ya.

6. Nongkrong Tengah Malam
Berhubung ada teman yang ngajakin nongkrong malam-malam di Bangka dan kami bingung mau makan apa, akhirnya saya memesan bubur ayam plus telur rebus, teh tarik panas, dan roti. Sudah seperti sarapan pagi ya?
Sarapan tengah malam
Malam itu Bangka hujan dan saya sempat kehujanan karena naik sepeda motor dan baru dijemput pakai mobil sekitar jam 11 malam. Jadilah nongkrong dulu (menghormati yang jemput), mana besoknya harus menghadiri pernikahan Puput jam 7 pagi. Well, sekali-kali nggak apa-apalah ya. Kapan lagi sarapan tengah malam di Bangka, hihihi. Cafe pinggiran menurut saya bisa menyajikan makanan malah lebih enak daripada resto. Makanya saya pesan makanan bisa banyak banget karena rasanya enak dan harganya murah. Bubur cuma Rp. 10,000, Teh tarik Rp. 5,000, dan Roti Rp. 7,000.

Gimana? Ada yang ngiler nggak? Silahkan mengunjungi Pulau Bangka untuk mencicipi makanan yang saya sebut diatas ya. Sampai jumpa di postingan saya berikutnya tentang Belitung, negeri Laskar Pelangi. 

Oktober 15, 2017

Pantai-Pantai di Bangka

Alhamdulillah akhirnya bisa menulis blog lagi karena kegiatan dua bulan ini padat banget bersama Rancupid Travel. Kalau udah jalan-jalan ke luar rumah, pasti agak sulit untuk menulis, padahal saya bawa laptop kemana-mana. Mungkin karena menulis blog itu harus bertapa dulu, supaya hasil tulisannya nggak asal-asalan (menurut saya), dan bisa terus menjadi bacaan yang baik untuk semua orang.

Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang beberapa pantai indah di Pulau Bangka. Saya takjub melihat keindahan pantai dengan pasir sangat putih halus seperti di Boracay Island, Philippines. Mungkin hampir sepanjang garis pantai di Pulau Bangka memiliki pasir sangat putih dan pemandangan luar biasa indah, Subhanallah. Saya akan bercerita sedikit tentang keindahannya, mari disimak!

1. Pantai Matras
Tujuan wisata pantai pertama ketika saya di Pulau Bangka adalah Pantai Matras. Terletak di desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, di sebelah timur laut Pulau Bangka yang mempunyai jarak tempuh sekitar 40 km dari Pangkalpinang atau 7 km dari kota Sungailiat.
Pantai Matras
Awalnya kita ingin parkir mobil di sebuah kawasan resort di tepi pantai Matras. Memang sih ada tulisan "Hanya untuk yang ingin menyewa pondok", tapi berhubung bukan weekend, saya dan teman pede aja masuk seenaknya. Ternyata memang langsung disamperin sama penjaga resort dan dia bilang kalau kita nggak boleh parkir disini kecuali menyewa pondok. Harga pondoknya Rp. 125,000 dan nggak ada resto disitu. At least kalau ada resto, bisa sekalian makan sambil menikmati pantai yang luar biasa indah. Jadinya kami harus keluar dari resort dan parkir mobil di dekat warung supaya pemilik warung bisa melihat mobil kitaπŸ˜…. Titip mobil ya, bu!
Keindahan pantai
Karena memarkir mobil agak jauh, jadilah kami harus jalan kaki panas-panasan sampai ke spot foto paling oke, yaitu batu-batu granit yang ada di tepi pantai. Kepulauan Bangka dan Belitung memang terkenal dengan bebatuan granit super besar dan banyak dengan berbagai bentuk di pesisir. Kalian bisa naik turun batu dan berfoto sepuasnya disini. Didukung dengan pencahayaan sinar matahari yang sangat terang, sehingga membuat hasil foto sangat bagus.
Diatas batu granit
Batunya gede-gede banget
2. Pantai Parai Tenggiri
Pantai yang satu ini adalah salah satu objek wisata yang berada di Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka. Memang rata-rata pantai di Sungai Liat ini bagus-bagus banget. Lokasi Pantai Parai Tenggiri ini masuk dalam wilayah Desa Sinar Baru, 30 km dari Kota Pangkalpinang. Agak mirip dengan Pantai Matras, Pantai Parai Tenggiri ini juga memiliki hamparan pasir pantainya yang berwarna putih dan bersih, juga batu granit yang banyak dan besar-besar. Mungkin bebatuan granitnya lebih banyak lagi di Pantai ini.
Bebatuan granit di Pantai Parai
Jembatan agak rusak
Sudah banyak fasilitas publik yang di bangun di Pantai Parai Tenggiri. Kalian bisa melihat resort, restoran, kolam renang, dan berbagai tempat yang dibangun untuk menikmati pantai. Memang sih masuk ke tempat ini dikenakan tarif Rp. 25,000 sudah termasuk teh botol kotak. Kita juga bisa melakukan aktivitas seperti memancing, snorkeling, dan diving untuk menikmati pemandangan bawah laut pantai ini, walaupun kalian harus lebih berhati-hati karena ombak di pantai ini gedeee banget. Saya aja agak seram melihatnya, tapi memang pantai ini cocok untuk olahraga air seperti jetski, parasailing, dan banana boat.
Duduk di batu granit
Keren banget ya
Pose terus
Saya hanya menghabiskan waktu di Pantai Parai Tenggiri untuk mengambil foto sangat banyak (sampai kehabisan gayaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†), duduk-duduk sambil mengobrol dan makan chiki, lalu lompat-lompat kegirangan, hihihi.
Resort di Pantai Parai Tenggiri
3. Pantai Tikus atau Pantai Nirwana
Setelah browsing beberapa artikel, saya agak bingung juga menamakan pantai yang satu ini. Ada yang menyebutkan kalau Pantai yang berada di depan Vihara Puri Tri Agung adalah Pantai Nirwana, ada juga yang menyebutkan Pantai Tikus. Tapi sebenarnya ada juga Pantai Tikus Emas di Bangka yang memang ada patung tikusnya dan saya nggak kesana. Jadi saya berkesimpulan kalau nama tempat ini adalah Pantai Nirwana aja deh ya, hihihi. 
Indah sekali
Lompat dulu
Pantai Nirwana memiliki keunikan tersendiri karena bentuk pantai yang masih sangat alami. Air laut begitu jernih dengan deburan ombak yang begitu menyejukkan hati. Pantai ini masih sangat bersih dan memang jarang dikunjungi wisatawan. Kalau mau ke pantai ini, kalian bisa menyebrang dari Vihara, lalu ambil jalan menuruni batu granit (agak seram sih karena saya kemarin pakai sepatu fancy, berasa mau terpeleset terus). Kalian akan takjub melihat pemandangan pantai yang sungguh sangat indah dan masih sepiiiii. Saya paling suka dengan pantai yang sepi.
Pose dulu
Mancing pakai helm πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Saya dan teman-teman agak lama nongkrong di pantai ini. Kami berfoto sampai puas sambil melihat bapak-bapak yang sedang memancing tapi pakai helm (ada razia ya Pak?πŸ˜‚). Kita tertawa puas melihat bapak itu walaupun sebenarnya beliau memakai helm supaya nggak panas kepalanya. Kenapa nggak pakai topi aja ya, Pak? Kan helm berat, hihihi.
Duduk-duduk menikmati pantai
Pemandangan dari kejauhan
Sebenarnya ada beberapa pertanyaan dalam benak saya yang belum terjawab tentang pantai-pantai di Bangka. Sempat browsing juga untuk mencari tau, tapi belum ketemu jawaban yang pasti. Pertanyaannya adalah, kenapa banyak banget batu granit di Pulau Bangka dan Belitung? Apakah dulunya pulau ini terbentuk dari pecahan meteor karena memang batunya gede-gede banget. Di Belitung bahkan ada batu super besar dimana diatasnya sudah ditumbuhi pohon besar banget juga yang mungkin usianya sudah ratusan tahun.

Beberapa sumber yang saya baca menuliskan bahawa susunan batu granit itu terbentuk dari materi letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda. Pecahan materi letusan itu berjatuhan di Pulau Belitung dan tersusun indah pada masa sekarang. Tapi kemudian pertanyaan yang lain muncul, "Kalau memang batu granit ini berasal dari letusan gunung, kenapa batu granit cuma ada di Bangka dan Belitung? Seharusnya pecahan batu granit itu ada di mana-mana di sekitar Krakatau."πŸ˜•

Menurut salah satu narasumber di  Museum Timah Muntok - Bangka Barat, mengatakan bahwa sebenarnya batu granit adalah salah satu unsur pembawa dan juga salah satu unsur bebatuan yang mengandung timah karena di dalam batu granit juga mengandung mineral timah. Batu granit selalu berada di jalur timah dengan kata lain bahwa dimana ada timah maka disitu selalu ada batu granit. Wallahu 'alam. Sampai sekarang belum ada penelitian khusus tentang bebatuan granit ini. Semoga kedepannya bisa diteliti sehingga para guide wisatawan di Bangka memiliki satu jawaban terhadap rasa penasaran orang-orang seperti saya.
Pantai Tikus
Lompat lagi sampai capek
Menikmati keindahan pantai memang salah satu kegiatan favorit saya. Walaupun hari sangat terik dan agak takut sunblock nggak bisa memproteksi maksimal, tapi ya sudahlah kan jarang-jarang juga main ke pantai. Selama delapan hari di Bangka dan Belitung, saya selalu bermain ke pantai. Bahkan sempat satu hari kami berpindah dari pantai satu ke pantai lainnya. Saya paling suka tiduran di batu granit yang besar (kalau lagi terik banget nggak bisa melepas kacamata hitam) sambil mendengarkan deburan ombak. 
Pose di kala senja πŸ˜‚
Pose sok keren
Suasana paling menenangkan adalah duduk atau tiduran di batu granit di sore hari sambil menikmati deburan ombak sampai matahari tenggelam. Rasanya tentram, tenang, teduh, dan hilanglah stress. Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk menikmati suasana seperti ini. 

Nanti saya akan melanjutkan postingan tentang kuliner di Bangka ya. Penasaran? Ditunggu ya. Sampai jumpa!

Oktober 03, 2017

Tempat Wisata di Bangka

Setelah hibernasi dan hampir selesai membuat laporan keungan, akhirnya bisa melanjutkan menulis blog. Beberapa hari lagi saya bakalan melanjutkan trip bersama Rancupid Travel, jadi pasti bakalan menunda menulis blog. Pengennya sih ditulis semua sebelum lupa. Kalau masih sebulan setelah kepulangan saya dari suatu destinasi baru, insya Allah masih inget apa aja yang mau di tulis di blog. Tapi kalau lebih dari sebulan sih udah bisa diragukan. Maklumlah, terlalu banyak yang harus diingat, jadinya biar nggak lupa ya harus dituliskan.

Saya akan menceritakan beberapa tempat wisata yang saya kunjungi di Pulau Bangka. Destinasi kali ini nggak saya campur dengan pantai ya. Pulau Bangka juga terkenal banget dengan pantai-pantainya yang indah jadi nanti saya rangkum di postingan terpisah. Mari disimak beberapa tempat wisata berikut ini:

1. Danau Kaolin
Danau merupakan salah satu tempat wisata yang jarang saya kunjungi. Bisa dihitung dengan jari berapa danau yang pernah saya datangi dan itu pun nggak terlalu berkesan. Yang lumayan berkesan sewaktu ke Danau Pengaron di Banjarmasin dan danau itu pun tidak terbentuk secara alami, tapi karena air hujan terjebak di tempat hasil galian tambang.
Papan selamat datang
Berhubung saya pernah melihat postingan seorang teman ada sebuah Danau hasil galian tambang lagi di Bangka, dan saya memang bakalan ke Pangkal Pinang, ya udah deh sekalian mau kesana. Nama tempatnya adalah Danau Kaolin, yang merupakan tempat galian bekas tambang (juga), yang setelah bertahun-tahun ditinggalkan dan akhirnya membentuk kolam air beraneka warna. Kalau baca di Google sih, Danau ini berlokasi di Desa Air Bara, perbatasan Kabupaten Bangka Tengah dan Selatan. Tapi sewaktu saya baca di papan yang berada di pinggir danau, kok tulisannya Desa Nibung. Hmm, silahkan cari tau sendiri ya, hihihiπŸ˜„.
Seperti dikeliling salju
Masya Allah indahnya
Kalian tau, Danau ini sangat indah, Masya Allah! Saya luar biasa kagum ketika berdiri di pinggir pagar danau seraya menikmati warna biru muda di kelilingi bukit-bukit putih seolah berlapisi salju. Mungkin kalau saya pakai jaket thermal, orang bakalan percaya kalau saya sedang berada di sebuah negara bersalju. Sungguh indah dan cantik. Kalian pasti terheran-heran, kok ada tempat seindah ini di Indonesia.
Indah bangetttt
Biru muda
Tulisan di papannya bikin ngakak πŸ˜‚
Saya sempat berjalan naik turun bukit untuk mencari spot berfoto yang bagus, sekalian menikmati keindahannya dari setiap sudut. Danau ini bukan hanya berwarna biru muda saja, tapi ada bagian yang berwarna hijau muda. Subhanallah indahnya. Kalian harus datang dan membuktikan sendiri betapa indahnya tempat ini. Tapi jangan mandi ya disini, karena warna dari air kolam terbentuk hasil paparan radiasi logam radioaktif hasil galian tambang. Pemerintah daerah bahkan telah memberi imbauan agar pengunjung tidak mandi atau menggunakan air dari Danau Kaolin. Kuat dugaan radiasi bekas tambang, mengandung racun yang bisa membahayakan kesehatan.
Bagian yang berwarna hijau muda
Lebih suka biru atau hijau atau yang merah? πŸ˜‰
Saya kurang tau kendaraan umum untuk menuju tempat ini karena saya pergi bersama teman. Dari kota Pangkal Pinang sekitar 1,5-2 jam mengendarai mobil dengan jalanan kosong ya. Udah seperti jarak Jakarta ke Bandung tapi memang tempat ini sangat worth to visit dan nggak ada biaya masuk ke tempat ini. Oh ya, saya sempat menikmati es kelapa muda yang harganya cuma Rp. 10,000. Murah banget untuk sebuah tempat wisata. Daging kelapanya juga manis banget dan airnya segar. Ah, senang banget deh ke tempat ini. Mungkin tempat ini bisa menggantikan kekecewaan saya karena nggak bisa ke Iceland tahun ini. Doakan semoga tahun depan bisa ke Iceland beneran dan melihat aurora. Amin!

2. Bukit Gebang
Salah satu tempat yang ngehits di kalangan anak muda adalah Bukit Gebang, Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Jaraknya hanya 20 menitan mengendarai mobil dari Danau Kaolin, jadi kami sekalian aja mampir kesini. Sebenarnya saya kurang tau juga tempat ini seperti apa, karena saya cuma pasrah aja dibawa sama teman kemana pun.
Papan tempat wisata
Kita harus parkir mobil di bawah bukit, lalu sewa ojek seharga Rp. 15,000 ke atas bukit. Agak susah juga dibonceng motor dengan jalanan curam dan berbatu. Saya ntah berapa kali hampir terperosok. Mana motornya nggak ada handgrip (pegangan), masa' mau pegang abangnyaπŸ˜…? Untung jarak dari bukit ke parkiran mobil pendek jadinya nggak usah kelamaan kesusahan menyeimbangkan posisi duduk di motor.
Tempat paling ngehits
Gemetaran banget ini 😣
Bukit Gebang ini menyediakan banyak sekali spot foto yang berada di ketinggian luar biasa menegangkan. Buat yang suka upload foto ke Instagram, ini tempat paling instagramable karena memang warga lokal sengaja mendesain semua tempatnya memang untuk tempat berfoto. Katanya sih ada yang sampe prewed disini.
Nyangkut
Tampak dari jauh
Sebenarnya saya sambil megang pohon ituπŸ˜†
Ceritanya sok candid
Berhubung saya suka foto tapi nggak begitu suka ketinggian, jadi deh behind the scene ambil foto-foto ini nggak bisa di uploadπŸ˜„. Si abang ojek sengaja jadi fotografer pribadi sekalian membantu saya untuk panjat sana panjat sini, naik sana naik sini. Yang bikin susah karena saya pakai sepatu fancy, jadi licin banget kalo udah di bebatuan. Prosesi foto aja memakan waktu sejam lebih ditambah gemetaran dan bujuk-bujukan untuk naik pohon. Pokoknya kalau ke Bangka, kalian harus mampir kesini.

3. Vihara Puri Tri Agung
Satu lagi tempat kece di Bangka yang mirip Temple of Heaven di Beijing (tau aja saya nggak jadi ke kuil ini tahun ini padahal tiket udah di tangan). Sebagian masyarakat mengenal pagoda  ini dengan pagoda kuil Saolin karena tersiar isu bahwa nantinya di Vihara ini akan di datangkan beberapa biksu saolin dari kuil Shaolin. Mendengar hal itu saya langsung antusias, berharap bakalan bisa melihat biksu berlatih kung-fu. Sayangnya belum ada biksunyaπŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“.
Berfoto di dupa, setelah itu bersinπŸ˜ͺ
Jalan ke pantai Nirwana
Pembangunan kuil ini sendiri telah berlangsung lebih dari 12 tahun, dan pada tanggal 18/1/2015 telah Pagoda Vihara Pantai Tikus Sungailiat Bangka ini diresmikan oleh Menteri Agama dan Menteri Pariwisata. Namun untuk perluasan kawasan sendiri masih terus di lakukan di sebelah timur bagian halaman vihara ini. Buat yang suka berfoto, tempat ini juga banyak memiliki spot keren yang Instagramable. Berhubung saya lebih suka berfoto pakai kamera, jadi tetap aja foto-foto agak jarang di upload ke Instagram karena saya lumayan malas memindahkan dari kamera ke hp. Oh ya, di depan Pagoda ini terbentang pantai sangat indah. Ada yang menyebutnya Pantai Nirwana, ada juga Pantai Tikus. Nanti saya bahas ya. Sabar...
Temple of Heaven versi Bangka
4. Tukik Babel
Seharian bersama teman-teman mencari spot foto dan refreshing, akhirnya sampai di tempat penakaran tukik. Karena hari itu tanggal merah, pengunjung tempat ini rame banget apalagi yang membawa keluarga. Saya sudah bersiap mengambil foto tukik, tapi tenyata nggak ada yang di lepas. Beberapa telur penyu pun masih ada di dalam tanah, sedangkan emak penyu berenang-renang di kolam dan di laut. Saya kira bakalan bisa melihat penyu seperti di Derawan (jangan berharap terlalu banyak).
Papan nama
Emak penyu.
Tempat penangkaran penyu Tukik Babel yang terletak di Jalan Laut Kampung Pasir, Sungailiat. Sedikit informasi, sampai dengan saat ini ada tujuh jenis penyu yang hidup di dunia dan enam diantaranya hidup di Indonesia. Ke enam penyu tersebut adalah penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik, penyu tempayan, penyu lekang, dan penyu pipih. Penangkaran penyu di Tukik Babel hanya memelihara penyu hijau dan penyu sisik. Lokasi Tukik Babel terletak di sebelah Pantai Batavia yang berada di Sungailiat. Tujuan pelestarian adalah karena penyu hampir punah dan jarang ditemukan di perairan Pulau Bangka, karena adanya kegiatan dan kapal hisap yang merusak ekosistem laut di pulau.
Tempat penangkaran di laut
Saya dan teman-teman berjalan berkeliling untuk mencari spot foto lagi. Tapi palingan cuma betah berfoto 15 menit, itu pun spot-nya udah habis, ya udah deh langsung pulang. Tadinya mau melihat daerah pantainya, tapi terlalu rame anak-anak yang berkejar-kejaran. Jadi malas karena agak crowded, maka kami semua berpindah lokasi lagi deh. At least udah mengambil beberapa foto keren disini.
Gaya sok kece
Payung-payung
Warna-warni sekali
Baiklah, sudah 4 tempat keren di Bangka yang saya ulas. Nanti saya akan posting tentang pantai-pantai di Bangka. Kayaknya minggu ini nggak keburu kalau mau posting Belitung, insya Allah minggu depan. Sampai jumpa!

Categories

adventure (300) Living (248) Restaurant (150) Cafe (142) Hang Out (137) Jawa Barat (100) Bandung (92) Story (84) Movie (73) Lifestyle (68) Jakarta (64) Aceh (53) Event (48) Islam (38) Hotel (37) China (31) Jawa Tengah (27) New Zealand (23) Japan (20) Hong Kong (19) Book (18) Science (18) South Korea (18) Malaysia (17) Consultant (16) Technology (16) Warung Tenda (16) Family (15) Jawa Timur (15) Kuala Lumpur (14) Semarang (14) Vietnam (14) Saudi Arabia (13) Beach (12) Philippines (12) Blackberry (11) Brunei Darussalam (11) Dokter (11) Macau (11) Crush (10) Lomba (10) Birthday (9) Boracay Island (9) Kalimantan Timur (9) Kepulauan Derawan (9) Singapore (9) Bali (8) CEO (8) Myanmar (8) Sabang (8) Shenzhen (8) Tokyo (8) Cambodia (7) Jeju Island (7) Malang (7) Medina (7) Osaka (7) Seoul (7) Wedding (7) Banjarmasin (6) Kalimantan Selatan (6) Karimun Jawa (6) Laos (6) Luang Prabang (6) Makassar (6) Surabaya (6) Auckland (5) Bangkok (5) Bogor (5) Dieng (5) Hanoi (5) Manila (5) Pulau Derawan (5) Sukabumi (5) Thailand (5) The Partij (5) Yogyakarta (5) Bangka (4) Busan (4) Depok (4) Farming & Gardening (4) Kepulauan Bangka Belitung (4) Mecca (4) Pekalongan (4) Queenstown (4) Siem Reap (4) Yangon (4) giveaway (4) Aceh Barat (3) Australia (3) Baby (3) Da Lat (3) Entrepreneur (3) Ho Chi Minh (3) Kalibo Island (3) Kalimantan Utara (3) Kepulauan Seribu (3) Kobe (3) Kyoto (3) Penang (3) Rotorua (3) Te Anau (3) 2PM (2) Aceh Jaya (2) BBLive (2) Bago (2) Blackberry Live Rockin Concert (2) Christchurch (2) Etude House (2) Fox Glacier & Franz Josef (2) Gold Coast (2) Ha Long Bay (2) Hakone (2) Home Made (2) Jeddah (2) Matamata (2) Medan (2) Nami Island (2) OMDC (2) Probolinggo (2) Pulau Kakaban (2) Pulau Maratua (2) Pulau Sangalaki (2) Shontelle (2) Suede (2) Taio Cruz (2) Tarakan (2) The Face Shop (2) Wellington (2) Banda Aceh (1) Belitung (1) Berau (1) Cilegon (1) Cimahi (1) Cirebon (1) Festival BLOG 2010 (1) Kyaiktiyo Pagoda (1) Nagan Raya (1) Nihn Bihn (1) Pulau Gusung (1) Pulau Madura (1) Skin & Body Care (1) Solo (1) Takengon (1) Taupo (1) Vampire Diaries (1)